Showing posts with label Adv. Show all posts
Showing posts with label Adv. Show all posts

Monday, November 16, 2015

Pj Bupati Meranti Ajak Mahasiswa Populerkan Panganan Sagu

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Meranti Edy Kusdarwanto mengajak mahasiswa ikut mempopulerkan pangan sagu. Caranya, selain meningkatkan konsumsi panganan dari sagu, mahasiswa juga diajak membuka gerai sagu. 

Ajakan itu disampaikan Edy saat menjadi narasumber pada talkshow pangan sagu di venue panjat tebing Universitas Riau (UR), Minggu (15/11/15). Talkshow itu digelar untuk memeriahkan aneka kegiatan bertemakan pangan pada even Harmoni Sejuta Karya yang ditaja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR sejak tanggal 12-15 November 2015. 

"Saya lihat sebagian besar konsumen di restoran cepat saji franchise itu adalah mahasiswa. Saya tantang mahasiswa untuk membuka gerai pangan dari sagu agar pangan sagu yang asli Indonesia ini bisa kembali dikonsumsi secara luas, " ungkap Edy. 

Menurut Edy, sagu sebagai pangan nusantara sudah dimanfaatkan sejak dahulu kala. Bahkan pada relief di Candi Borobudur terdapat relief pohon sagu selain relief kelapa, lontar dan aren. 

"Kita berharap pembahasan tentang sagu tidak hanya pada seminar-seminar tapi juga pada semakin banyak hasil olahan pangan dan lainnya yang menggunakan sagu. Selain itu semakin luas konsumsi sagu dalam masyarakat, " terang dia. 

Edy pun memberikan apresisasi khusus kepada mahasiswa UR yang ikut berupaya mempopulerkan makanan sagu. Meski lahan sagu terluas di Riau ada di Meranti, namun Edy mengatakan hampir seluruh kabupaten/kota di Riau ditumbuhi tanaman sagu. 

"Kita perlu meluruskan mindset masyarakat bahwa sagu itu bukan makanan kelas dua, bukan makanan orang miskin. Bahkan sagu itu jauh lebih baik dari beras, " paparnya. 

Dalam talkshow tersebut tampil pula Prof Irwan Usman Pato, Dekan Fakultas Pertanian UR yang juga ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (Patpi) Cabang Riau. Juga tampil Erwin selaku General Manager PT National Sago Prima, perusahaan sagu terbesar yang berlokasi di Kepulauan Meranti. 

Dalam talkshow tersebut, Prof Irwan memaparkan hasil kajian yang sangat menarik. Dia menegaskan bahwa kandungan sagu jauh lebih baik dari beras dan gandum. 

"Energi yang dihasilkan sagu jauh lebing tinggi dari beras dan gandum. Orang yang mengkonsumsi sagu seperti masyarakat di Papua, energinya jauh lebih kuat dari yang mengkonsumsi nasi, " ungkapnya. 

Menurutnya, mindset masyarakat perlu diubah mengenai pangan sagu. perlu terus disosialisasikan bahwa sagu bukan makanan kelas dua, bukan makanan orang miskin namun sagu justru makanan yang lebih menyehatkan karena memiliki kandungan energi tinggi dan rendah kadar gula. 

"Kita perlu kembali ke pangan sagu yang produksinya surplus sangat tinggi. Soalnya lahan pertanian padi semakin berkurang karena alih fungsi lahan menjadi lahan bangunan dan perkebunan sawit. Sementara tingkat konsumsi pangan di Riau terus meningkat tajam karena tingginya pertumbuhan penduduk, " sebut Irwan. 

Sedangkan Presiden Mahasiswa UR Andres Pransiska menjelaskan bahwa sagu merupakan produk pangan yang lahannya tersebar luas di Riau namun masih minim dikonsumsikan oleh masyarakat. Atas dasar itulah mahasiswa merasa perlu ikut mendorong dan mempopulerkan pangan sagu. 

"Ini bagian dari peran mahasiswa dalam pembangunan. Kita menginginkan sagu semakin dikenal luas dan dimanfaatkan secara nasional dan internasional. Sebab itu pada acara ini kita juga menggelar pemecahan rekor MURI untuk sajian sagu terbanyak dengan seribu piring mie sagu, " jelas dia. 

Sebelumnya Rekor UR Dr Aras Mulyadi menjelaskan bahwa sagu merupakan pengan yang sudah dikenal. Selain itu semakin banyak kajian tentang sagu telah dilakukan dan banyak manfaat sagu ditemukan mulai dari untuk produk pangan sampai bahan bakar. 

"UR terus berupaya mengembangkan sagu ini. Kami sudah bekerjasama dengan Balitbang Provinsi Riau untuk pengkajian sagu. Bahkan jurnal ktia di Fakultas Pertanian diberi nama Jurnal Sagu, " paparnya. 

Pada kegiatan itu, Pj Bupati sempat meninjau mahasiswa memasak mie sagu pada dapur umum yang terbuat dari tenda. Ada sekitar enam kuali yang digunakan untuk menggoreng mie sagu. 

Terlihat para mahasiswa saling berkerja sama menggoreng dan membersihkan sayur toge sebagai campuran mie sagu goreng dan mencampurkan cabe. Pj Bupati Edy memuji kerjasama mahasiswa dalam memasak. Dia sembat bercanda dengan mengatakan bahwa kerjasama memasak yang baik akan membuat mie sagu semakin enak.(dow/adv)

Bupati Harris Resmikan Proyek Tuntas di Kecamatan Bandar Petalangan

BERITA RIAU, PELALAWAN - Bupati Pelalawan HM Harris Senin (16/11/15) melakukan kegiatan resmi Pemkab Pelalawan. Dibalut dengan kegiatan Pelalawan Sehat, bupati Harris juga meresmikan program PPDIK dan meresmikan proyek tuntas dikecamatan Bandar Petalangan. Acara ini di fokuskan di desa Sialang Godang kecamatan Bandar Petalangan.

Adalah fasilitas untuk masyarakat yang diresmikan, meliputi Puskesdes Desa Sialang Godang,Los Pasar di Lubuk Raja, Peresmian Listrik 24 jam untuk 10 Desa di Kecamatan Bandar Petalangan, Program PPIDK Mandiri di 10 desa Se Kecamatan Bandar Petalagan, Pembangunan Jembatan Desa Tambun sepanjang 26 meter.

Pada kesempatan itu, Harris yang juga salah satu calon incubent pada Pilkada Pelalawan 2015 ini, mengatakan peresmian ini merupakan rangkaian pembangunan yang dilakukan pemeritah Kabupaten Pelalawan dalam meretas ketertinganlan sarana dan prasana di desa.

"Kegiatan ini merupakan komitmen Pemkab Pelalawan dalam mengatasi segala macam persolan masyarakat, khususnya melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa dan Keluarahan (PPIDK) yang tahun 2015 anggaran mencapai 60 milyar ,"jelas Harris.

Harris mengakui bahwan realsisasi program PPIDK tahun ini telah mencapai 99 persen. Dia berharap program tersebut dapat menghilang dahaga serta kehausan pembangunan yang selama ini diinginkan masyarakat.

"Untuk itu, saya berharap kepada masyarakat untuk dapat menjaga serta manfaatkan fasilitas untuk kelancaran ekonomi dan peningkatan ekonomi masyarakat,"tutur HM Harris.

Pada kesempatan tersebut lanjut HM Harris menyampaikan terhadap fasilitas yang belum sempat di realisasikan tahun 2015 akan dilanjutkan tahun 2016 nanti. "Saya sampaikan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak akan berdiri dengan sendiri jika masyarakat tidak mendukungnya, jadi apupun yang diinginkan masyarakat dipastikan itulah yang akan di kerjakan dan dibangun pemerintah,"tandasnya.(dow/adv)

Pemkab Rohil Akan Kembangkan Objek Wisata Pulau Tilan

BERITA RIAU, ROKAN HILIR - Pemkab Rohil berkomitmen mengembangkan objek wisata Pulau Tilan di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. Objek wisata ini akan dijadikan objek wisata andalan. 

Tekad pengembangan itu dikatakan Bupati Rohil Suyatno, Senin (16/11/15) usai menyaksikan pelantikan pengurus PGRI Tanah Putih dan meninjau langsung Pulau Tilan didampingi Tokoh Masyarakat Rantau Bais, H. Bistamam, Anggota DPRD, Perwedessuwito dan Rusmanita, Asisten I Muhammad Rusli Syarif, Asisten II Hasrial, Camat Tanah Putih Suryadi, SE, Kapolsek Tanah Putih, Kompol Maison. 

Salah satu aspirasi yang diketahuinya, masyarakat minta agar dibangun jembatan gantung menuju Pulau Tilan, karena posisinya berada diseberang sungai.

Oleh sebab itu, Bupati Suyatno bertekad menjadikan Pulau Tilan sebagai objek wisata andalan Rohil, tidak hanya dikunjungi masyarakat Rohil, tapi juga dikunjungi warga Dumai dan Bengkalis serta warga lainnya di Riau. 

Langkah pertama, akan didatangkan konsultan untuk membuat desain, pengembangan pariwisata Pulau Tilan, dilengkapi fasilitas yang ada, termasuk jalan masuk, kalau bisa lebarnya 20 meter, melewati pinggir sungai. 

Disamping itu, infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian Pemkab Rohil, diantaranya jembatan masuk ke Rantau Bais, saat ini masih dipakai jembatan yang dibuat PT Caltex Pacifik Indonesia (CPI), dengan kondisi sudah tua, maka akan dibuat jembatan baru. 

Juga terkait pemekaran Kecamatan Rantau Bais, dimana lokasi Pulau Tilan berada, Suyatno berkomitmen untuk segera memekarkannya, bahkan telah mengutus seseorang untuk mengurusnya di Kementrian Dalam Negeri. “Pemekaran Kecamatan Rantau Bais itu sudah menjadi tekad saya,” janjinya.(dow/adv)

Pengembangan Hasil Hutan Non Kayu, Rohil Alih Teknologi Budidaya Lebah Madu

BERITA RIAU, ROKAN HILIR - Pengembangan hasil hutan non kayu, Kabupaten Rokan Hilir alih teknologi budidaya lebah madu. Alih teknologi mulai diterapkan pada belasan peternak lebah madu di Kecamatan Rimba Melintang

Belasan Peternak Lebah Madu di Rimba Melintang
akan Memulai Alih Teknologi Budidaya Lebah Madu
Informasi yang berhasil wartawan rangkum, alih teknologi ini dilaksanakan (16-20/11/15) di Kantor Camat Rimba Melintang, mendatangkan narasumber dari Pekanbaru, dibuka secara resmi Kepala Dinas Kehutanan Rohil, Rahmatul Zamri, S.Sos melalui Kabid Produksi Auzar didampingi Camat Rimba Melintang, H. Syamzani, S.Sos. 

Dalam pengarahannya, Auzar mengatakan, selama ini memanfaatkan hasil hutan terkesan merusak, namun Dinas Kehutanan Rohil mempunyai program untuk memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak, dengan program ternak lebah madu yang akan dikembangkan di Kecamatan Rimba Melintang, karena wilayah ini memiliki potensi yang sangat besar. 

"Secara nasional kebutuhan madu kita mencapai 10-15 ribu, sementara produksinya baru 3-5 ribu. Jadi peluang kita untuk memproduksinya masih sangat besar," kata Auzar. 

Belasan peserta yang mengikuti ini akan diberikan pemahaman terkait budidaya lebah madu, masing-masing akan dapat kloni lebah yang didatangkan dari Kuok, Kabupaten Kampar, baju, masker serta smoker alat untuk panen lebah. 

Apabila berhasil, budidaya lebah madu ini diyakini Auzar akan menambah penghasikan masyarakat, dan bila ditekuni, bahkan bisa menjadi penghasilan utama. 

Kecamatan Rimba Melintang menurutnya memikiki potensi. Saat ini masih banyak wilayah hutan yang subur serta didominasi oleh wilayah pertanian. "Kalau petani padi biasanya gigih, makanya sasaran kita adalah para petani yang mampu untuk mengembangkan budidaya lebah madu ini," katanya. 

Kalau lebahnya menyebar tentu saja bermanfaat untuk kenaikan produksi tanaman pertanian dan perkebunan Kecamatan Rimba Melintang yang menjadi sumber pakan. 

Sehubungan dengan hal tersebut, alih teknoligi lebah madu diharapkan melahirkan peternak lebah madu yang baik dan tangguh. "Inilah kesempatan bagi masyarakat kita. Jadi celah dan peluangnya sangat besar apabila digali dan dikembangkan dengan serius," ujar Auzar. 

Untuk di Riau yang sudah berhasil di daerah Kuok, Kabupaten Kampar. Rohil bertekad menyamai bahkan melebihi sebagai sentra penghasil lebah madu di Riau.(dow/adv)