Showing posts with label Pelalawan. Show all posts
Showing posts with label Pelalawan. Show all posts

Monday, November 16, 2015

Bupati Harris Resmikan Proyek Tuntas di Kecamatan Bandar Petalangan

BERITA RIAU, PELALAWAN - Bupati Pelalawan HM Harris Senin (16/11/15) melakukan kegiatan resmi Pemkab Pelalawan. Dibalut dengan kegiatan Pelalawan Sehat, bupati Harris juga meresmikan program PPDIK dan meresmikan proyek tuntas dikecamatan Bandar Petalangan. Acara ini di fokuskan di desa Sialang Godang kecamatan Bandar Petalangan.

Adalah fasilitas untuk masyarakat yang diresmikan, meliputi Puskesdes Desa Sialang Godang,Los Pasar di Lubuk Raja, Peresmian Listrik 24 jam untuk 10 Desa di Kecamatan Bandar Petalangan, Program PPIDK Mandiri di 10 desa Se Kecamatan Bandar Petalagan, Pembangunan Jembatan Desa Tambun sepanjang 26 meter.

Pada kesempatan itu, Harris yang juga salah satu calon incubent pada Pilkada Pelalawan 2015 ini, mengatakan peresmian ini merupakan rangkaian pembangunan yang dilakukan pemeritah Kabupaten Pelalawan dalam meretas ketertinganlan sarana dan prasana di desa.

"Kegiatan ini merupakan komitmen Pemkab Pelalawan dalam mengatasi segala macam persolan masyarakat, khususnya melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa dan Keluarahan (PPIDK) yang tahun 2015 anggaran mencapai 60 milyar ,"jelas Harris.

Harris mengakui bahwan realsisasi program PPIDK tahun ini telah mencapai 99 persen. Dia berharap program tersebut dapat menghilang dahaga serta kehausan pembangunan yang selama ini diinginkan masyarakat.

"Untuk itu, saya berharap kepada masyarakat untuk dapat menjaga serta manfaatkan fasilitas untuk kelancaran ekonomi dan peningkatan ekonomi masyarakat,"tutur HM Harris.

Pada kesempatan tersebut lanjut HM Harris menyampaikan terhadap fasilitas yang belum sempat di realisasikan tahun 2015 akan dilanjutkan tahun 2016 nanti. "Saya sampaikan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak akan berdiri dengan sendiri jika masyarakat tidak mendukungnya, jadi apupun yang diinginkan masyarakat dipastikan itulah yang akan di kerjakan dan dibangun pemerintah,"tandasnya.(dow/adv)

Sunday, November 15, 2015

KPU Pelalawan : Surat Suara Rusak Tanggung Jawab Percetakan

BERITA RIAU, PELALAWAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pelalawan memperkirakan pencetakan surat suara selesai pada Senin (16/11) besok. Kertas suara itu akan digunakan pada hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah. (Pilkada) tahun 2015.

Menurut Ketua Divisi Logistik KPU Pelalawan, Wawan Subekti, kepada Wartawan, Minggu (15/11/2015), pihaknya telah mengontrol proses pembuatan surat suara. Lebih dari setengah dari yang ditargetkan sudah selesai.

Setelah itu, logistik Pilkada itu akan dibawa ke kantor KPU Pelalawan di kompleks perkantoran Bhakti Praja dengan pengawalan ketat kepolisian. Kemudian diinapkan di kantor sebelum dilakukan penyotiran.

"Jika ada surat suara yang rusak atau tidak sesuai dengan speknya, itu tanggung jawab pihak percetakan," kata Wawan.(dow/tbp)

Friday, August 7, 2015

Kasi Pidsus Kajari Pangkalan Kerinci Nyaris Pukul Mantan Ketua PWI Pelalawan

RiauCitizen.com, Hukum - Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalan Kerinci, Romi nyaris baku hantam dengan seorang wartawan di Pelalawan yang juga mantan ketua PWI Ishar D. Romi menilai, kelakuan tidak sopan yang bersangkutan datang ke kantor Kajari menyulut amarah dia, hingga nyaris 'menabok'.

"Benar, hampir saya 'tabok' dia (Ishar D). Dia datang ke kantor baru sekali itu, ngomong-ngomong yang enggak sopan," terang Kasi Pidsus Romi saat dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya, Jumat (7/8/15).

Romi yang mengaku berada di Kejati Riau untuk urusan dinas, mengakui aksi itu, spontan akibat Ishar datang ke kantor dengan sikap tidak terpuji. "Untuk peristiwanya persis silakan tanya ke yang bersangkutan, tapi kemarin itu, hampir aku 'tabok'," jelas Romi sambil mengakhiri sambungan telepon genggamnnya.

Di tempat terpisah, Ishar D, menyebutkan justru Kasi Pidsus itu dinilainya sombong. "Kawan-kawan di Kejaksaan pun bilang, Kasi pidsus itu sombong," papar Ishar D.

Pria nyentrik, berambut kucir ini, yang bekerja di salah satu media online, datang ke ruangan Kasi Pidsus untuk mengkonfirmasi pemberitaan. "Saya datang ke kantor dia untuk kepentingan pemberitaan," kata dia.

Peristiwa ini bermula ketika Ishar mendatangan kantor Kajari, Kamis sore kemarin (6/7/15), sebagai langkah perkenalan yang lazim dia lakukan ketika berjumpa pas di depan kantor dia, langsung saya sapa 'sombong kali Pak Pidsus ini," kata Ishar.

Tak pelak, sapaan itu, justru mendapat respon yang negatif dari Kasi Pidsus. Kasi Pidsus menantang maksud sapaan Ishar. Singkat cerita, akibat tersulut emosi, keduanya nyaris terjadi baku hantam.

Beruntung, baku hantam tak sempat terjadi. Namun, demikian Ishar tidak bisa menerima lantaran lantaran Kasi Pidsus sempat mengeluarkan pernyataan pengancaman.(dow/rtc)

Wednesday, July 29, 2015

Tawarkan Pembangunan Merata, Pasangan Zukri-Abdul Anas Badrun Maju Pilkada Pelalawan

RiauCitizen.com, Politik - Calon Bupati Pelalawan Zukri Misran dan Calon Wakilnya Abdul Anas Badrun menyebutkan pembangunan di kabupaten Pelalawan belum merata. Begitu juga program pendidikan gratis masih menjadi keluhan masyarakat. Pasalnya dilapangan ditemukan sejumlah pungutan-pengutan liar yang menggila.

Selain itu, pula program gratis yang digulirkan pemerintah melalui Jamkesda maupun BPJS harus jelas konsepnya. Sehingga realisasi dilapangan tidak membingungkan masyarakat, ketika mereka mendapatkan hak berobat gratis. Akan tetapi fakta dilapangan, tidak terealisasi.

Begitulah, konsep yang ditawarkan Zukri Misran dan Abdul Anas Badrun, Calon Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, ketika usai melakukan pendaftaran di kantor KPU Pelalawan, Senin (27/7/15).

"Yang paling didambakan oleh masyarakat adalah, pemerintah harus adil. Tidak adalagi daerah dan kecamatan yang terzalimi dan ini sering menjadi keluhan bagi masyarakat. Ini tentunya, harus di evaluasi, pemerataan pembangunan tersebut adalah untuk kesejahteraan masyarakat," terang Zukri.

Tanpa mau menyebutkan, kecamatan mana saja atau daerah mana saja, yang mendapatkan penumpukan pembangunan yang tidak seimbang dengan kecamatan lain, yang pasti sebut Zukri fakta ini ada dan menjadi keluhan masyarakat.

Jika dirinya bersama Abdul Anas Badrun, diberi amanah oleh masyarakat Pelalawan memimpin daerah ini, bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang ada.

"Insya Allah, jika kami terpilih. Tentunya akan di evaluasi program-program yang dipandan penting, demi kesejahteraan masyarakat kabupaten Pelalawan," tandasnya.(dow/rtc)

Sunday, July 26, 2015

Sodorkan BPJS, Pasien Lambat Ditangani di RSUD Selasih

RiauCitizen.com, Kesehatan - Seorang pasien BPJS di Pelalawan, harus ditangani cepat ketika berobat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Hanya saja, dokter di RS milik pemerintah daerah itu, tidak bersemangat melayani pasien BPJS ini. Lambannya, penanganan terpaksa pihak keluarga memilih jalur umum. Tak pelak, pihak dokter dengan sigap menangani pasien ini.

Begitu yang dialami Iksan Ramadhan Alfitra, warga desa Betung Dua Kecamatan Bunut ketika dirujuk di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Jumat pagi kemarin. Sakit yang diderita warga ini, adalah patah tulang graham dan butuh secepatnya, dilakukan operasi.

Namun ketika menunggu sekian lama, tidak digubris oleh dokter RSUD. Pasalnya pada saat itu, pasien menunjukkan kartu BPJS. Bahkan paman pasien, sempat mencak-mencak, meminta si dokter secepatnya menangani pasien.

Berselang beberapa jam kemudian, tidak juga ditangani si dokter. Kondisi pasien yang sudah mengkhawatirkan, memaksa paman pasien mendaftarkan ke jalur umum. Dengan sigap, para petugas medis ini, baru menangani sang pasien.

"Tadi ketika ditunjukkan kartu BPJS tidak direspon oleh pihak dokter. Namun ketika dipilih melalui jalur pasien umum, baru mereka cepat. Saya sangat kecewa dengan kondisi ini," papar dia.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD Selasih Ahmad Krinen, belum bisa dihubungi, sudah mencoba menghubungi melalui telepon genggam dia tidak aktif. Begitu juga blackberry masengger tidak berbalas(dow/rtc)

Saturday, July 25, 2015

Husni Tamrin Mundur, Zukri Resmi Gandeng Anas Badrun Maju Pilkada Pelalawan

RiauCitizen.com, Politik - Pasca mundurnya Husni Tamrin dari pencalonan bupati Pelalawan, peta perpolitikan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan Desember mendatang, berubah.

Anas Badrun yang sebelumnya ‎disebut sebagai kandidat terkuat mendampingi Husni Tamrin beralih posisi menjadi pendamping Zukri yang juga merupakan salah satu bakal calon terkuat bupati Pelalawan saat ini. 

“Alhamdulillah Pak Anas Badrun sudah bersama kita, menjadi pendamping dalam Pilkada Pelalawan, Desember nanti,” kata Zukri, Jum'at (24/07/15). 

Selain mempunyai satu visi dalam memajukan Pelalawan, sosok Anas Badrun dianggap sebagai tokoh yang sangat berpengaruh di tengah masyarakat Pelalawan. Apalagi Anas Badrun pernah menjabat wakil bupati Pelalawan

“‎Satu visi misi, tulus ingin memberantas kemiskinan, mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Ketulusan yang sama antara saya dan dia, tidak ada ego sedikitpun. Bahkan Pak Anas Badrun siap jadi wakil saya, padahal dia pernah jadi calon bupati dan mantan wakil bupati Pelalawan,” ungkapnya. 

Anggota Komisi D DPRD Riau ini berharap, dengan pengalaman yang sudah matang antara dirinya dengan Anas Badrun, bisa memberikan kombinasi yang benar-benar mengantarkan Pelalawan menjadi kabupaten yang lebih maju dari sebelumnya. 

“Sekarang beberapa partai sudah kita pastikan mendukung kita, ada PDI Perjuangan, Demokrat, PBB dan Hanura. Ada 11 kursi total semuanya,” tutup politisi PDI Perjuangan ini.(dow/rtc)

Monday, July 13, 2015

Pasangan Harris - Zardewan Resmi Didukung PKB dan PKS

RiauCitizen.com, Politik - Pasangan HM Harris-Zardewan akhirnya, di restui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Pilkada Pelalawan 9 Desember 2015 mendatang. Selain PKB, DPP Partai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga ikut mengusung pasangan ini.

Demikian disampaikan pengurus tinggi DPD II Partai Golkar Pelalawan, Nasarudin, SH, MH kepada wartawan, Ahad sore (12/7/15). "Alhadulillah kedua surat rekomendasi dari kedua partai ini, sudah kita terima," terang Nasar.

Nasarudin yang juga merupakan ketua DPRD Pelalawan, menyebutkan, bahwa untuk dukungan ini, langsung ditanda tangani oleh ketua DPP Partai. "Kedua surat rekomendasinya, langsung diteken oleh ketua DPP masing-masing partai," tambahnya.

Alasan kedua Partai baik itu PKB maupun, PKS mendukung Harris pada Pilkada Pelalawan, tambah Nasar adalah untuk melanjutkan tradisi koalisi sebelumnya. Selain itu juga kedua partai ini, menilai program yang ditawarkan HM Harris sejalan dengan program partai.

Sebagai data tambahan, atas dukungan DPP PKB ini terhadap Harris-Zardewan, hampir pasti menutup keinginan, Sugianto maju mendampingan Zukri Misran di Pilkada Pelalawan. Pasalnya, Sugianto digadang-gadangkan sebelumnya, menggunakan PKB.(dow/rtc)

Friday, July 10, 2015

Terjaring Razia Pekat, Diskessos Pelalawan Pulangkan 7 PSK ke Daerah Asalnya

RiauCitizen.com, Kesehatan - Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskessos) Kabupaten Pelalawan memulangkan tujuh orang pelacur kekampung halamannya, ditempat yang bebeda. Ketujuh pelacur ini, terjaring pada operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di wilayah hukum kecamatan Pengkalan Lesung beberapa hari yang lalu.

Demikian disampaikan Kadiskesos, Kabupaten Pelalawan, MD Rizal Abbas kepada awak media, Jumat (10/7/15). "Ketujuh orang ini, terjaring operasi Pekat yang dilakukan oleh kepolisian, semuanya digiring ke Kessos," terang MD Rizal.

Seluruh biaya transportasi berupa ongkos kata MD Rizal, ditanggung penuh oleh Kessos. "Kesemuanya, kita data, dan membuat surat perjanjian, setelah itu, kita pulangkan ke kampungnya masing-masing," ujar MD Rizal.

Ditambahkannya, ketujuh orang ini terjaring di dekat warung remang-rema desa Dusun Tua dan desa Pesaguan kecamatan Pangkakan Lesung. (dic/rtc)

Tuesday, July 7, 2015

Diselimuti Asap, Diskes Pelalawan Data 22 Kasus Terjangkit ISPA

RiauCitizen.com, Kesehatan - Sudah sepekan ini Kabupaten Pelalawan diselimuti kabut asap yang merupakan akibat dari pembakaran lahan. Musim panas yang saat ini masih berlangsung di Riau hingga beberapa waktu mendatang membuat munculnya titik api dan kabut asap yang muncul di Kabupaten Pelalawan.

Saat ini, jumlah kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun penyakit yang timbul dari asap ini sudah mencapai 22 kasus, yang terdiri dari 20 terkena ISPA dan 2 kasus iritasi kulit.

"Berdasarkan data yang saat ini masuk ke kita memang untuk kasus ISPA di Pelalawan mencapai 20 kasus, sedangkan penyakit lain seperti iritasi kulit mencapai 2 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan melalui Sekretaris Diskes Asril kepada wartawan, Rabu (8/7/2015).

Berdasarkan data yang diterima dari Diskes Pelalawan, masyarakat yang terkena dampak ISPA sendiri sudah ada pada tanggal 30 Juni 2015 dengan jumlah penderita 3 orang. Pada tanggal 1 Juli yang terkena ISPA mencapai 5 orang, tanggal 2 Juli 7 orang terkena ISPA dan 2 orang terkena iritas kulit 2, dan tanggal 3 Juli penderita ISPA mencapai 5 orang.

"Itu merupakan data sementara baru masuk ke kita. Data itu baru dari Kecamatan Kerumutan. Karena disana itu merupakan salah satu sumber titik api yang ada di Pelalawan," jelasnya.

Untuk menindaklanjuti surat Diseks Riau no 242/III/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Penetapan Perpanjangan Status siaga darurat bencana asap akibat karhutla di riau dan meningkatnya hotspot di daerah, maka Diskes Pelalawan rutin mengirimkan data penyakit karhutla sepertu ISPA, Pneumonia, Asma, iritasi mata dan kulit.

"Setiap hari kita melapor ke dinas provinsi riau mengenai data yang kita terima dari puskesmas secara terpadu menggunakan sistem online," ujarnya.

Maka dari itu Asril menghimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker ketika keluar rumah. "Kalau sudah membahayakan jangan ke tempat terbuka, dan tidak menambah titik api karena berdampak kepada secara keseleruhan apalagi kesehatan tubuh," tutupnya. (dic/btp)

ISPA Merebak, Mahasiswa KKN UNRI Lakukan Penyuluhan pada Ratusan Murid SD

RiauCitizen.com, Pendidikan - Seperti sudah menjadi agenda tahunan, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu diadakan pada setiap universitas di Riau, termasuk program KKN dari Universitas Riau (Unri). Beragam kegiatanpun turut menyertai kegiatan tersebut.

Kali ini, puluhan Mahasiswa KKN Unri Tahun 2015 melakukan kegiatan penyuluhan di Desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, terhadap bahaya penyakit Ispa. Hal ini dilakukan mengingat sudah sepekan ini Kabupaten Pelalawan sudah diselimuti kabut asap tipis akibat dari karhutla yang ada di Riau.

"Selama hampir sebulan kedepan, 15 rombongan dari mahasiswa Unri melakukan KKN di Desa Balam Merah Kecamatan Bunut. Kami disini melakukan penyuluhan tentang bahaya ISPA kepada ratusan murid SDN 002 Balam Merah," jelas Cici Fitria Ulandari, mahasiswa KKN Unri Selasa (7/7/2015).

Adapun tujuan penyuluhan yang diberikan kepada ratusan murid SD ini, lanjut Cici, dikarenakan saat ini bahaya asap dan lingkungan yang kurang kondusif bisa membuat anak-anak terkena penyakit seperti batuk, demam dan flu.

Dalam penyuluhan tersebut, lanjutnya mendapat respon yang positif baik dari siswa maupun dukungan dari kepala sekolah dan guru-guru yang mengajar di SDN 002 Balam Merah, Kecamatan Bunut.

"Karena itu kami menilai perlu memberikan pemahaman tentang ISPA sejak dini dan supaya kedepannya bahaya ISPA dapat di hindari karena anak-anak ini sudah mengetahui penyakit tersebut," ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap, dengan adanya penyuluhan ini anak- anak sendiri bisa paham dan mengerti mengenai bahaya ISPA terutama gejala dan cara pencegahannya.

"Agar mereka tahu apa yang dapat dilakukan untuk mengobatinya, karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati," tutup Cici. (dow/btp)

Temukan Makanan Berborak, Tim Gabungan BBPOM hanya Berikan 'Teguran'

RiauCitizen.com, Kesehatan - Tim gabungan yang terdiri Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas), Dinas Kesehatan (Diskes) dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru melakukan sidak untuk melakukan pengecekan makanan takjil yang mengandung zat berbahaya.

Pengawasan makanan yang dilakukan oleh tim gabungan ini dilakukan di empat titik, untuk pagi harinya, tim gabungan melakukan pemeriksaan di pasar baru Pangkalan Kerinci, sedangkan sore harinya dilakukan di pasar bedug lapangan bola jalan Lintas Timur, pasar kaget di jalan Arbes, dan pasar bedug di jalan Akasia.

"Sampel yang diuji dari lokasi yang diambil ada 61 sampel dari enam lokasi," ujar Kepala BBPOM di Pekanbaru melalui Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM di Pekanbaru Adrizal, Senin (6/7/2015) kemarin.

61 sampel tersebut lanjut Adrizal, berasal dari 31 sampel dari Pasar Baru Pangkalan Kerinci yang diambil pada pagi hari dan 30 sampel dari pasar bedug dilokasi berbeda di Pangkalan Kerinci.

"Yang pagi kita ambil 31 sampel, dua makanan positif mengandung Rodamin B pada minuman cendol. Sedangkan untuk pemeriksaan di sore hari yang telah diperiksa sementara ini satu sampel positif mengandung borak," jelas Adrian.

Dirinya menambahkan, bagi masyarakat harus selalu berhati-hati dalam membeli makanan takjil. Karena makanan yang mengandung zat berbahaya sangat membahayakan bagi tubuh.

"Karena itu, untuk para pedagang jangan lakukan lagi penambahan zat-zat berbahaya pada makanan, dan pembeli juga harus jeli dalam memilih makanan takjil," ujarnya.

Sebelumnya BBPOM bersama Disperindag baik dari Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru sempat melakukan hal yang sama dan menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya. Selain di Pekanbaru, BBPOM juga melakukan pengawasan di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.(dow/btp)

Nominal Administrasi Ditetapkan, Kadisdukcapil Pelalawan: Bukan Pungli, Hanya Uang Sukarela

RiauCitizen.com, Budaya - Kepala Dinas Kepedudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Pelalawan, Safrudin angkat bicara terkait aksi pungutan liar yang dilakukan staf dibagian leges atas laporan mahasiswa. Menurutnya, pungutan itu hanya bersifat sukarela dan tidak ada patokan apalagi sampai menyebutkan angka nominalnya.

"Tadi memang ada mahasiswa dari Hipmawan Pekanbaru datang ke kantor. Mencak-mencak dia, terkait informasi adanya pungutan dibagian leges. Akan tetapi itu tidak benar dan saya sudah panggil staffnya, dan staff ini bersumpah tidak melakukan pungutan seperti yang disebutkan," terang Safrudin yang menghubungi wartawan melalui telepon genggamnya, Senin (6/7/15).

Menurut pengakuan staff tersebut dan bersedia bersumpah, kata Safrudin tidak melakukan pungutan apalagi ditetapkan angka nominalnya. Hanya saja, menurutnya, pungutan itu, bersifat sukarela bagi para pemberi. Itupun, tidak dipaksakan. (baca juga : Adanya Pungli Di Disdukcapil Pelalawan, Kadis Hanya Bungkam).

Secara tegas Safrudin menjelaskan untuk mengurus surat menyurat di Disdukcapil Pelalawan baik itu berkaitan dengan pembuatan KTP, KK tidak dipungut biaya alias gratis. Sebab untuk pembuatan ini, sudah dibebankan pada APBD Pelalawan.

"Jikapun ada, itu dilakukan oleh oknum, ataupun, warga mengurusnya melalui calo. Jika ini terjadi, dia tetap menindaknya," tandasnya.(dic/rtc)

Monday, July 6, 2015

Adanya Pungli di Disdukcapil Pelalawan, Kadis hanya Bungkam

RiauCitizen.com, Hukum - Informasi penyimpangan berupa pungutan liar (Pungli) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Pelalawan tidak hanya isapan jempol belaka. Senin (6/7/15) mahasiswa berhasil mengungkap pungutan ini.

Demikian disampaikan Andi Sulaiman selaku pengurus Hipmawan Pekanbaru kepada awak media, Senin (6/7/15) ketika dirinya mengurus surat menyurat di dinas tersebut. "Tadi saya kesitu, benar ada pungli yang dilakukan oleh oknum pegawainya," terang Andi.

Saat itu, kata dia, dirinya melegis kartu kepala keluarga. Namun alangkah terkejutnya dia ketika salah seorang staf Disdukcapil meminta uang administrasi setelah legis tuntas.

"Sungguh lantang sekali. Salah seorang staf Disdukcapil meminta uang setelah legis selesai," tegas Andi.

Meskipun yang dipungut tersebut relatif kecil yakni sebesar Rp 15 ribu persatu legis, namun sebut Andi Sulaiman aksi ini, mencoreng semangat pemerintah daerah ketika mengratis biaya-biaya di Disdukcapil ini."Sebagaimana diketahui, dalam membuat KTP, KK disebut-sebut oleh pak bupati tak ada pakai biaya. Tapi kenyataannya seperti ini," tandas dia.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pelalawan, Syafudin ketika dikonfirmasi terkait adanya pungli tersebut belum memberikan jawaban. Wartawan sudah menghubungi via sambungan telepon dan sms tidak ada jawaban. (dic/rtc)

Sunday, July 5, 2015

Bakar Lahan di TNTN, Tiga Pelaku Ditangkap Polres Pelalawan

RiauCitizen.com, Lingkungan - Tiga warga yang diduga menjadi pembakar lahan di kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ditangkap aparat Polres Pelalawan. Mereka tertangkap tangan sedang melakukan pembakaran di kawasan konservasi tersebut.

“Ada tiga pelaku pembakaran lahan di TNTN yang ditangkap jajaran Polres Pelalawan kemarin,” tutur Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu (4/7/15). 

Dijelaskan Guntur, pembakaran lahan dilakukan para pelaku di Dusun Dusun Kuala Renangan Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui untuk membuka perkebunan kelapa sawit. 

Ketiga tersangka adalah, inisial TS (60), PS (25) dan HS (34). Mereka semuanya warga di sekitar kawasan TNTN. 

Selain menangkap tiga tersangka, lanjut Guntur, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti pembakaran lahan, seperti sepeda motor dan korek api.(dow/rtc)

Friday, July 3, 2015

Ikut Sumbang Bencana Asap, RAPP Harus Jalankan PP 71

RiauCitizen.com, Lingkungan - Banyaknya jumlah titik hotspot yang terpantau di kawasan konsesi PT Riau Andlan Palp and Paper (RAPP), lagi-lagi menjadi bukti bahwa perusahaan itu ikut menyumbang bencana kabut asap d Riau.

Direktur Eksekutif Scaleup Hari Octavian mengatakan, satu-satunya cara untuk menghentikan kasus kebakaran di area perusahaan itu, yakni PT RAPP harus patuh pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 tahun 2014.

"Jadi idealnya kadar air itu memang 0,4 meter. Tak ada cerita tanaman tak bisa tumbuh. Dengan kadar air segitu," katanya, Kamis (02/07/2015).

Menurut Hari, bukan kondisi tanah yang harus menyesuaikan dengan tanaman apa yang akan ditanam di kawasan gambut. Tapi perusahaan harus lebih kreatif untuk memilih tananamn apa yang cocok dengan kadar air tersebut.

"Kalau tidak efeknya akan terjadi terus kebakaran hutan di Riau. Pemerintah membuat peraturan itu tentu sudah melewati beberapa kajian. Gambut punya sifat kapiler seperti sumbu kompor.  Kami menyakini bahwa menjalankan PP 71 itu akan menghentikan kebakaran hutan. RAPP harusnya menerapkan peraturan itu," ujarnya

Sebelumnya, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengindikasi bahwa kebakaran hutan dan lahan di Riau banyak terdapat di sekitar Perusahan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Dalam situs resmi yang dikeluarkan jikalahari.or.id, menjelaskan terdapat hotspot yang tersebar di area Konsesi HTI dan HGU juga kawasan PT. RAPP yakni sebanyak 4 hotspot. Diantaranya  PT. Rimba Rokan Lestari 1 hotspot, PT. Satria Perkasa Agung 3 hotspot, PT. Sekato Pratama Makmur 1 hotspot, PT. Seraya Sumber Lestari 1 hotspot.

Sedangkan di Konsesi HGU tidak terdapat hotspot. Di kawasan konservasi tepatnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terdapat 1 hotspot.

Jikalahari melakukan pemantauan hotspot atau titik panas khusus di areal hutan gambut terutama di kawasan hutan produksi tetap yang ditanami akasia untuk pulp and paper atau khusus di areal konsesi perusahaan.

Hal ini dilakukan untuk mengontrol kepatuhan perusahaan yang menerapkan nol karhutla di dalam konsesi perusahaan.

Saat dikonfirmasi, Corporate Comunications Manager PT RAPP Djarot Handoko dan Direktur PT RAPP mengatakan, bahwa sejauh ini, pihaknya justru melakukan pemadaman api di luar area konsesi RAPP

"Seperti yang kami lakukan di Pulau Padang, Rohil, dan beberapa area lainnya," katanya kepada awak media, Kamis (02/07/2015).

Dia menyebutkan tindakan itu dilakukan, sebagai bentuk antisipasi agar api tidak merambat masuk dalam kawasan perusahaan.

"Karena area tersebut berada dalam jarak kurang dari 5 kilometer dari area konsesi kami, guna menghindari hal terburuk yang mungkin timbul dari kejadian ini," ujarnya.(dow/btp)

Indikasi Karhutla, Lahan Konsesi RAPP Banyak Ditemukan Hotspot

RiauCitizen.com, Lingkungan - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengindikasi bahwa kebakaran hutan dan lahan di Riau banyak terdapat di sekitar Perusahan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Dalam situs resmi yang dikeluarkan jikalahari.or.id, menjelaskan terdapat hotspot yang tersebar di area Konsesi HTI dan HGU juga kawasan PT. RAPP yakni sebanyak 4 hotspot. Diantaranya  PT. Rimba Rokan Lestari 1 hotspot, PT. Satria Perkasa Agung 3 hotspot, PT. Sekato Pratama Makmur 1 hotspot, PT. Seraya Sumber Lestari 1 hotspot.

Sedangkan di Konsesi HGU tidak terdapat hotspot. Di kawasan konservasi tepatnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terdapat 1 hotspot.

Jikalahari melakukan pemantauan hotspot atau titik panas khusus di areal hutan gambut terutama di kawasan hutan produksi tetap yang ditanami akasia untuk pulp and paper atau khusus di areal konsesi perusahaan.

Hal ini dilakukan untuk mengontrol kepatuhan perusahaan yang menerapkan nol karhutla di dalam konsesi perusahaan.

Saat dikonfirmasi, Corporate Comunications Manager PT RAPP Djarot Handoko dan Direktur PT RAPP mengatakan, bahwa sejauh ini, pihaknya justru melakukan pemadaman api di luar area konsesi RAPP

"Seperti yang kami lakukan di Pulau Padang, Rohil, dan beberapa area lainnya," katanya kepada awak media, Kamis (02/07/2015).

Dia menyebutkan tindakan itu dilakukan, sebagai bentuk antisipasi agar api tidak merambat masuk dalam kawasan perusahaan.

"Karena area tersebut berada dalam jarak kurang dari 5 kilometer dari area konsesi kami, guna menghindari hal terburuk yang mungkin timbul dari kejadian ini," ujarnya. (dic/btp)

Thursday, July 2, 2015

Jelang Pilkada Pelalawan 5 Calon Berebut Dampingi Zukri Misran

RiauCitizen.com, Politik - Lima calon pendamping wakil bupati untuk Pilkada Pelalawan 2015 bakal bertarung kuat mendampingi Zukri Misran di Pilkada. Kelimanya, antara lain Husni Tamrin, Nazzarudin Arnazh, Abdul Anas Badrun, Tengku Edi Sably dan Kasyiadi.

"Insya Allah, besok hasilnya, sudah keluar. Saat ini, masih dibahas oleh tim Survei independent," terang Zukri Misran, bakal calon bupati Pelalawan kepada wartawan, Kamis (2/6/15).

Meskipun, dukungan dari DPP PDI Perjuangan baru keluar pekan depan namun Zukri opitimis bakal diusung oleh partai berlambang moncong putih ini. "Sejauh ini, masih kita itu dan saya optimis bakal di usung oleh DPP," beber Zukri.

Anggota DPRD Provinsi ini mengakui, bahwa pihak DPP PDI Perjuangan, bakal mengumumkan hasil yang diusung untuk Pilkada Pelalawan pekan depan. Pengumuman DPP itu adalah satu paket. "Betul informasinya, pekan depan DPP PDI Perjuangan mengumumkan, hasil yang bakal diputuskan untuk Pilkada Pelalawan. Dan hasilnya satu paket yakni calon bupati dan wabupnya," tambah Zukri.

Sejauh ini, kata Zukri dukungan kian mengalir mengusung dia maju pada Pilkada Pelalawan. "Setakad ini, dukungan kian mengalir. Dukungan ini, semakin memompah semangat saya maju untuk Pilkada Pelalawan," tandasnya.(dow/rtc)

Hasil Fit and Proper Test, PDI P Umumkan Calon yang Diusung Pilkada Pelalawan

RiauCitizen.com, Politik - DPP PDI Perjuangan segera mengumumkan hasil 'fit and profertes' yang di ikuti oleh sejumlah tokoh kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan, ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Pelalawan, Suprianto, Kamis (2/7/15).

"Insyaallah, dalam pekan depan hasil fit and propert test sudah keluar. Jadi kita tunggu sajalah, siapa nama-nama yang diputuskan, PDI Perjuangan untuk Pilkada Pelalawan," terang Suprianto.

Sejumlah nama, sebut dia, sudah mengikuti fit and propert test yang digelar DPP PDI Perjuangan di Jakarta beberapa waktu lalu. Diantara nama tersebut dua orang dari kader PDI Perjuangan diantaranya, Zukri Misran dan Kasyiadi. Diluar kader partai diantaranya, HM Harris dan Tengku Zulmizan.

Ketika ditanya dari nama-nama tersebut yang paling berpotensi di usung PDI Perjuangan Suprianto mengaku semuanya sangat berpeluang. "Dari nama-nama yang sudah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan ini, semuanya layak," papar dia.

Informasi yang dirangkum awak media dari berbagai sumber nama Zukri Misran, berpeluang besar diusung oleh partai moncong putih ini. Beberapa pekan terakhir ini, nama Zukri kian melambung untuk Pilkada Pelalawan.

Ditempat terpisah, dikabarkan HM Harris calon incubent yang sudah memilih pasangannya Zardewan, sangat intens melakukan lobi-lobi ke petinggi DPP PDI Perjuangan.(dow/rtc)

5 Personil Polres Pelalawan Berprestasi Raih Penghargaan di HUT Bhayangkara ke-69

RiauCitizen.com, Budaya - Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 69, Polres Pelalawan melaksakan acara syukuran dan buka bersama di halaman Polres Pelalawan, Rabu (1/7/2015).

"Melalui revolusi mental, Polri siap memantapkan soliditas dan profesionalme guna mendukung pembangunan nasional," ujar Wakapolres Pelalawan Kompol Suparman SIk mewakili Kapolres Pelalawan.a 

Usai memberikan kata sambutan, Wakapolres bersama para pejabat Polres Pelalawan  memberikan Reward piagam penghargaan kepada personil polres Pelalawan yang memiliki prestasi dalam melaksanakan tugas sehari-seharinya.

Adapun nama-nama yang mendapatkan penghargaan dari Wakapolres adalah Aiptu Joni Akmal, Bripka Dede Ismanto, Brigadir Nusurlis, Brigadir Feggy Fagritta dan Briptu Wira Ariyatama SH.

"Semoga personil yang mendapatkan penghargaan ini dapat lebih meningkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara," ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada para peraih penghargaan mampu menyemangati serta menjadi motivasi terhadap personil lain dalam melakukan hal yang terbaik dan berguna bagi institusi maupun individu personil.

"sehingga kedepan kehadiran polisi di masyarakat semakin baik dan berperan besar dalam menciptakan harkamtibmas yang kondusif," ujarnya.(dic/btp)

Wednesday, July 1, 2015

Disdik Pelalawan akan Terapkan Sistem Rayon di PSB 2016

RiauCitizen.com, Pendidikan - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan berencana akan menerapkan sistem rayon dalam penerimaan siswa baru (PSB) di tahun 2016 mendatang. Mengingat setiap tahun ajaran baru peminat sekolah favorit yang ada di Pangkalan Kerinci, baik itu jenjang SD, SMP maupun SMA/SMK Negeri selalu diminati.

Menurut Kepala Disdik Pelalawan, Syafruddin, pembatasan lewat rayon itu untuk mengantisipasi membludaknya para siswa yang berkeinginan sama untuk masuk ke sekolah favorit.

"Misalnya saja SMAN 1 Pangkalan Kerinci, siswa yang mendaftar bukan cuma dari Pangkalan Kerinci saja, namun dari kecamatan lain bahkan dari kabupaten lain pun ada. Sedangkan daya tampung sekolah terbatas, jadi adanya rayon itu untuk membatasi membludaknya siswa ke satu sekolah favorit saja," terang Syafrudin, Rabu (30/6/15).

Dijelaskannya, kondisi saat ini siswa cenderung memilih sekolah favorit tiap jenjangnya. Karena hal itu, sekolah yang ada di daerahnya justru tak diminati. Sehingga kondisi ini mengakibatkan juga penyebaran siswa yang tak merata.

"Dengan tidak adanya pembatasan rayon, membuat siswa berbondong-bondong hanya mendaftar ke sekolah favorit. Sementara sekolah yang berada di tempat siswa berada, justru tak diminati," ujarnya.

Karena itu, menurutnya, pemberlakuan sistim rayon yang akan ditetapkan tahun depan itu nantinya benar-benar tidak akan menerima siswa yang berada di luar rayon dimana siswa itu berdiam.

"Dengan adanya pemerataan pendidikan ini khususnya penyebaran siswa, diharapkan tidak ada lagi membludaknya para siswa yang hanya mendaftar ke sekolah favorit saja," pungkasnya. (dow/rtc)