Showing posts with label Berita Meranti. Show all posts
Showing posts with label Berita Meranti. Show all posts

Monday, November 16, 2015

Pj Bupati Meranti Ajak Mahasiswa Populerkan Panganan Sagu

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Meranti Edy Kusdarwanto mengajak mahasiswa ikut mempopulerkan pangan sagu. Caranya, selain meningkatkan konsumsi panganan dari sagu, mahasiswa juga diajak membuka gerai sagu. 

Ajakan itu disampaikan Edy saat menjadi narasumber pada talkshow pangan sagu di venue panjat tebing Universitas Riau (UR), Minggu (15/11/15). Talkshow itu digelar untuk memeriahkan aneka kegiatan bertemakan pangan pada even Harmoni Sejuta Karya yang ditaja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR sejak tanggal 12-15 November 2015. 

"Saya lihat sebagian besar konsumen di restoran cepat saji franchise itu adalah mahasiswa. Saya tantang mahasiswa untuk membuka gerai pangan dari sagu agar pangan sagu yang asli Indonesia ini bisa kembali dikonsumsi secara luas, " ungkap Edy. 

Menurut Edy, sagu sebagai pangan nusantara sudah dimanfaatkan sejak dahulu kala. Bahkan pada relief di Candi Borobudur terdapat relief pohon sagu selain relief kelapa, lontar dan aren. 

"Kita berharap pembahasan tentang sagu tidak hanya pada seminar-seminar tapi juga pada semakin banyak hasil olahan pangan dan lainnya yang menggunakan sagu. Selain itu semakin luas konsumsi sagu dalam masyarakat, " terang dia. 

Edy pun memberikan apresisasi khusus kepada mahasiswa UR yang ikut berupaya mempopulerkan makanan sagu. Meski lahan sagu terluas di Riau ada di Meranti, namun Edy mengatakan hampir seluruh kabupaten/kota di Riau ditumbuhi tanaman sagu. 

"Kita perlu meluruskan mindset masyarakat bahwa sagu itu bukan makanan kelas dua, bukan makanan orang miskin. Bahkan sagu itu jauh lebih baik dari beras, " paparnya. 

Dalam talkshow tersebut tampil pula Prof Irwan Usman Pato, Dekan Fakultas Pertanian UR yang juga ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (Patpi) Cabang Riau. Juga tampil Erwin selaku General Manager PT National Sago Prima, perusahaan sagu terbesar yang berlokasi di Kepulauan Meranti. 

Dalam talkshow tersebut, Prof Irwan memaparkan hasil kajian yang sangat menarik. Dia menegaskan bahwa kandungan sagu jauh lebih baik dari beras dan gandum. 

"Energi yang dihasilkan sagu jauh lebing tinggi dari beras dan gandum. Orang yang mengkonsumsi sagu seperti masyarakat di Papua, energinya jauh lebih kuat dari yang mengkonsumsi nasi, " ungkapnya. 

Menurutnya, mindset masyarakat perlu diubah mengenai pangan sagu. perlu terus disosialisasikan bahwa sagu bukan makanan kelas dua, bukan makanan orang miskin namun sagu justru makanan yang lebih menyehatkan karena memiliki kandungan energi tinggi dan rendah kadar gula. 

"Kita perlu kembali ke pangan sagu yang produksinya surplus sangat tinggi. Soalnya lahan pertanian padi semakin berkurang karena alih fungsi lahan menjadi lahan bangunan dan perkebunan sawit. Sementara tingkat konsumsi pangan di Riau terus meningkat tajam karena tingginya pertumbuhan penduduk, " sebut Irwan. 

Sedangkan Presiden Mahasiswa UR Andres Pransiska menjelaskan bahwa sagu merupakan produk pangan yang lahannya tersebar luas di Riau namun masih minim dikonsumsikan oleh masyarakat. Atas dasar itulah mahasiswa merasa perlu ikut mendorong dan mempopulerkan pangan sagu. 

"Ini bagian dari peran mahasiswa dalam pembangunan. Kita menginginkan sagu semakin dikenal luas dan dimanfaatkan secara nasional dan internasional. Sebab itu pada acara ini kita juga menggelar pemecahan rekor MURI untuk sajian sagu terbanyak dengan seribu piring mie sagu, " jelas dia. 

Sebelumnya Rekor UR Dr Aras Mulyadi menjelaskan bahwa sagu merupakan pengan yang sudah dikenal. Selain itu semakin banyak kajian tentang sagu telah dilakukan dan banyak manfaat sagu ditemukan mulai dari untuk produk pangan sampai bahan bakar. 

"UR terus berupaya mengembangkan sagu ini. Kami sudah bekerjasama dengan Balitbang Provinsi Riau untuk pengkajian sagu. Bahkan jurnal ktia di Fakultas Pertanian diberi nama Jurnal Sagu, " paparnya. 

Pada kegiatan itu, Pj Bupati sempat meninjau mahasiswa memasak mie sagu pada dapur umum yang terbuat dari tenda. Ada sekitar enam kuali yang digunakan untuk menggoreng mie sagu. 

Terlihat para mahasiswa saling berkerja sama menggoreng dan membersihkan sayur toge sebagai campuran mie sagu goreng dan mencampurkan cabe. Pj Bupati Edy memuji kerjasama mahasiswa dalam memasak. Dia sembat bercanda dengan mengatakan bahwa kerjasama memasak yang baik akan membuat mie sagu semakin enak.(dow/adv)

Saturday, November 14, 2015

KPU Meranti Taja Debat Kandidat Kepala Daerah 28 November 2015

BERITA RIAU, MERANTI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Meranti akan menggelar debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati pada 28 November 2015 mendatang.

Kegiatan ini akan mempertemukan Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti antar Pasangan ProBisa (Irwan Nasir - Said Hasyim) dan Pasangan Bermutu (Tengku Mustafa - Amyurlis alias Ucok). 

"Rencananya akan kita gelar debat kandidat ini di Gedung Aula RSUD Meranti, tapi tergantung kondisinya nanti. Bisa saja kami menggelarnya di tempat yang lain," ujar Yusli, Jumat (13/11/2015) siang. 

Ia menjelaskan, pemilihan waktu pelaksanaan debat kandidat ini pada siang hari, mengingat untuk mempermudah pengamanan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian di sekitar lokasi pelaksanaan debat kandidat berlangsung. 

Mengenai tema yang akan diangkat pada debat nanti, pihaknya telah menentukan tema yang menarik, yakni tentang peningkatan ekonomi masyarakat daerah dan infrastruktur wilayah kepulauan. "Tentu saja tema ini sangat sesuai dengan letak geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau," jelasnya. 

Selain itu, panelis yang terlibat dalam debat ini didatangkan dari Universitas Riau, yaitu Dosen Ekonomi, Fisipol dan Perikanan. 

Mengingat pelaksanaan debat kandidat ini di dalam gedung dan tamu undangan yang hadir dibatasi, Yusli mengimbau kepada masyarakat Meranti untuk tidak perlu khawatir, karena debat kandidat ini akan disiarkan di radio dan juga siaran tunda di RTV. 

Yusli berharap, debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati ini bisa dijadikan sebagai sarana sosialisasi tentang Pilkada dan juga sebagai pembelajaran politik bagi masyarakat Kepulauan Meranti.(dow/rtm)

Friday, November 13, 2015

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kepulauan Meranti Tahun 2016 Sebesar Rp 2.101.000

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kepulauan Meranti tahun 2016 sebesar Rp 2.101.000 pada Rabu (11/11) kemarin. Keputusan itu ditetapkan setelah BPS, Dewan Pengupahan, SPSI dan akademisi menetapkan kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 1.901.501,58.

Ilustrasi
Kepala Dinsosnakertrans Kepulauan Meranti, Drs H Izhar MH, melalui Kepala Seksi Pembinaan Hubungan Industrial (PHI), Jazuli, Kamis (12/11) mengatakan, sebelum dilakukan pembahasan mengenai UMK pihaknya telah melalukan survei KHL selama 6 bulan di tiga Kecamatan, seperti Kecamatan Tebingtinggi, Merbau dan Kecamatan Rangsang

"Survei KHL sudah kita lakukan bersama pihak lainnya seperti pihak BPS, Apindo, Dewan Pengupahan dan lainnya. Setelah ditentukan, maka kita tetapkanlah UMK sebesar Rp2.101.000," sebutnya. 

Jazuli menjelaskan sebelum dilakukan pengesahan, pihaknya juga telah mengusulan ke Provinsi untuk menetapkan besaran UMK tersebut. Dijelaskan Jazuli, untuk tahun 2016 mendatang UMK lebih besar dari Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah lebih dulu ditetapkan oleh Provinsi sebesar Rp 2.095.000. 

"Dalam waktu dekat akan kami sosialisasikan UMK ini, agar pada tahun 2016 mendatang perusahaan bisa merealisasikannya. Jika masih membandel dan tidak mengikutinya maka akan kami beri pembinaan. Kami juga tidak terlalu ekstrim menekan perusahaan untuk segera menetapkannya, karena ditakutkan akan memberatkan perusahaan yang malah berdampak pada PHK,” ungkap Jazuli. 

Sebelumnya, Dinsosnakertrans Kabupaten Kepulauan Meranti juga telah menerapkan UMK sebesar Rp1.940.000. Namun sayang, Dinsosnakertrans Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan bahwa hanya 70 persen Perusahaan saja yang sudah menerapkan UMK. Artinya, dari 152 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti hanya 106 perusahaan saja yang menerapkan UMK. 

Selebihnya, sekitar 30 persen atau 46 perusahaan di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak menerapkan UMK secara penuh. Ia melanjutkan, perusahaan yang belum menerapkan UMK, rata-rata yang bergerak di bidang pertokoan, perhotelan, restoran, dealer sepeda motor, kilang sagu dan Panglong arang. 

"Kami akan menindak lanjuti laporan itu dengan memanggil pemimpin perusahaan. Untuk penindakan, kami lebih mengedapankan pembinaan terlebih dulu. Kami harapkan pada perusahan-perusahaan itu segera menerapkan UMK", ujarnya.(dow/rtm)

Monday, November 9, 2015

Kadis Dikbud dan DPRD Meranti Saling Tuding Terkait tak Terealisasinya Proyek Fisik

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti M Arif M.N menyayangkan komentar dan keritikan Anggota Dewan di sejumlah media.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
Kepulauan Meranti, M Arif M N
Hal itu terkait komentar dan kritikan realisasi Pembangunan Fisik atau sarana prasarana di Disdikbud pada Anggaran APBD 2015 hingga saat ini 0,0 persen. 

M Arif mengatakan, bahwa pihaknya telah menjelaskan alasan terkait persoalan realisasi tersebut dalam hearing bersama Komisi C DPRD Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu. 

"Yang pertama itu dikarenakan pengunduran diri KPA, Kedua munculnya pengurangan anggaran dan itu sudah kami jelaskan, Basiran (Anggota Komisi C, red) sudah mengetahui itu, tak perlu berkoar di media, " Kata M Arif, Senin (9/11/15) siang ketika ditanya terkait persoalan tersebut. 

Bahkan mantan Kepsek SMAN 3 Tebing Tinggi ini juga memelintir, bahwa krintikan dan komentar yang disampaikan oknum anggota DPRD ke sejumlah media tersebut disebabkan tidak terlaksananya kepentingan mereka. 

"Ini mungkin karena kepentingannya (terkait aspirasi dsb,red) tak dilaksanakan dia bising," tutur M Arif dihadapan sejumlah awak media diruang kerjanya.(dow/rtm)

Sunday, November 8, 2015

Gasak Kotak Masjid, Dua Pelajar di Meranti Ini Ditangkap Warga

BERITA RIAU, KEP MERANTI -  Ada-ada saja ulah remaja zaman sekarang, diera globalisasi ini, banyak prilaku remaja semakin parah, seperti tak lagi bermoral.

Seperti Kelakuan Dua oknum Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kepulauan Meranti ini, entah apa yang merasuki jiwanya, sampai-sampai mereka tega 'menggasak' kotak infak Masjid.

Dua Oknum Pelajar SMA di Kep Meranti
Tertangkap Tangan Mencuri Kotak Infak Mesjid
Kedua remaja bawah umur ketahuan beraksi di Masjid Al-Muawwanah Dorak Selatpanjang pada Rabu (4/11/2015) malam lalu sekitar pukul 22.40 WIB.

Ansor Aziz, Pengurus Masjid tersebut mengatakan, kotak infak tersebut sempat dibawa kabur oleh kedua pelaku, dan berlari ke arah RSUD.

Beruntung ulah kedua remaja itu terlihat oleh salah seorang warga setempat, akhirnya kedua pelaku itu dikejar dan berhasil ditangkap.

Setelah berhasil diamankan, kata Aziz, kedua tersangka pelaku beserta barang bukti langsung diamankan warga ke rumah Kepala Dusun setempat.

Karena takut dimassa, kepala dusun pun langsung menginformasikan kejadian tersebut pihak Kepolisian Resort Kepulauan Meranti.

Setelah dibawa ke Mapolres Kepulauan Meranti di Jalan Pembangunan Selatpanjang, kedua belah pihak (pihak keluarga tersangka dan pihak masjid al-muawwanah, red) akhirnya sepakat melakukan penyelesaian secara kekeluargaan dengan jalan perdamaian, yang saat itu disaksikan langsung oleh pihak kepolisian.(dow/rtm)

Saturday, November 7, 2015

Dugaan Mark Up, Mess Megah Pemkab Meranti Senilai Rp 6 M Jadi Perbincangan

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Pembelian Mess seharga Rp 6 M oleh Pemkab Kepulauan Meranti kini menjadi perbincangan hangat ditengah lingkungan masyarakat terutama media sosial Facebook. 

Bahkan kini lebih mencuat desas desus ada indikasi mark-up dalam pembelian mess yang beralamat di Jalan Kurnia Kelurahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru

Mess Pemkab Kep Meranti di Jl Kurnia,
Kel. Tangkerang Labuai, Pekanbaru
Mess megah tersebut dibeli oleh Pemkab Kepulauan Meranti pada tahun anggaran 2014 melalui Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), saat dibawah kepemimpinan Irwan Nasir sebagai Bupati Kepulauan Meranti

Makin berkembangnya isu tersebut dikalangan masyarakat ditanggap oleh Anggota DPRD provinsi Riau asal Meranti, H M Adil SH. 

"Pembelian Mess tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran oleh Pemerintah. Apalagi dalam pembelian bangunan tersebut terindikasi adanya mark up,"Ungkapnya kepada wartawan. 

Anggota DPRD Provinsi daerah pemilihan Bengkalis, Inhu, Meranti dan Kota Dumai ini juga mengatakan, jika mess tersebut seharusnya tidak perlu semahal itu, apalagi ia memandang, masih banyak sarana dan prasarana di Kabupaten Kepulauan Meranti yang urgen untuk dibangun. 

Ia juga meminta kepada tim independen yang menganalisa kembali nilai bangunan tersebut apakah benar-benar sesuai dengan temuan di lapangan. Apalagi anggaran yang dikeluarkan Pemkab cukup besar, Dia juga menilai pembelian mess ini ada indikasi cari untung oleh pihak tertentu.

“Jika ini menyalahi aturan, wajib dilaporkan dan diselidiki dan segera diselesaikan oleh pihak kejaksaan agar tidak menambah polemik dimasyarakat,” kata M Adil.(dow/rtm)

Monday, October 12, 2015

Pj Bupati Meranti Larang Pejabat Keluar Daerah Demi Pembahasan RAPBD 2016

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Untuk mempercepat penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2016, Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Meranti Edy Kusdarwanto melarang pejabatnya keluar daerah. Dia menargetkan APBD 2016 tersebut sudah disahkan pada akhir tahun ini.

“Setelah pengesahan APBD Perubahan saya minta seluruh SKPD mempersiapkan segala administrasi yang perlu untuk pelaksanaan kegiatan. Kita memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melaksanakan APBD Perubahan ini. Selain itu saya minta kita mempercepat penyusunan APBD 2016,” tegasnya dalam rapat dengan seluruh kepala SKPD di ruang Melati Kantor Bupati, Senin (12/10).

Secara khusus Edy menginstruksikan tim anggaran pembangunan daerah (TAPD) memulai langkah-langkah penyusunan terutama pembahasan-pembahasan di tingkat kelompok kerja (pokja). Dia menginginkan pembahasan di tingkat pokja tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga bisa lebih cepat selesai. 

“Terlebih ini memasuki satu Muharram. Jadikan tahun baru Islam ini titik memulai untuk memperbaiki diri pribadi, diri bangsa, dan diri negara,” papar dia. 

Mengenai larangan ke luar daerah, Kepala Bagian Humas Ery Suhairi menjelaskan larangan itu dimaksudkan agar SKPD benar-benar fokus dan cepat dalam penyusunan anggaran. Menurutnya, larang itu berlaku untuk waktu sekitar dua minggu terhitung Senin kemarin.(dow/rls)

Thursday, October 8, 2015

Perjuangkan TPG. Disdikbud Meranti Mutasi 35 Kasek

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan mutasi 35 Kepala Sekolah (Kasek) di semua tingkatan.

Sasaran mutasi lebih pada kasek yang sudah lama mengabdi. Ada dua alasan penting dalam memutasi kasek mulai kepala SD hingga SMA/SMK. Selain pertimbangan membuka peluang kepada yang lainnya untuk menjadi kasek, juga untuk menyelamatkan nasib kasek yang sudah lama menjabat agar tetap dapat menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). 

Kepala Disdikbud Meranti M Arif MN, Rabu (7/10/2015) mengatakan mutasi ini adalah untuk memenuhi tuntutan Permen Diknas No 28/2010 tentang pengangkatan guru dalam jabatan sebagai kepala sekolah. 

"Soal Mutasi bukan kewenangan kami. Tetapi memang mutasi Kepala sekolah, terutama kepala seolah yang sudah menjabat selama 8 tahun berturut-turut di sekolah terakhir bahkan ada yang hampir 32 tahun, harus dilakukan. Jika tidak pasti banyak kasek yang akan kehilangan uang sertifikasi," kata Arif. 

Ditegaskannya, kepada para kepala sekolah yang akan dimutasikan menjadi guru biasa nanti adalah menjadi kebijakan pemerintah pusat. Sebab menjabat sebagai kepala sekolah adalah sebagi tugas tambahan bagi guru, tugas pokoknya adalah mengajar. Dan keliru jika ada anggapan bahwa kepala sekolah tidak lagi mengajar. Kepsek memang harus mengajar dan memenuhi ketentuan jam mengajar sebabagaimana aturan berlaku. 

"Jadi kalau saat ini bagi para kepala sekolah dimutasikan menjadi guru biasa itu adalah aturan baku yang tidak perlu dipersoalkan. Dan sebenarnya aturan itu telah lama disosialisasikan namun saat mau diterapkan justru banyak kepala sekolah yang keberatan," kata Arif

Ke depan lanjut Arif, kepala sekolah hanya menjabat satu periode yakni 4 tahun saja dan akan dikembalikan ke guru biasa. Namun masih bisa diangkat kembali menjadi kepala sekolah dengan catatan memiliki prestasi luar biasa dan diakui secara nasional. 

"Dalam pelantikan 35 kepala sekolah ini ada yang bersifat rotasi dan ada juga yang bersifat promosi. Adapun pelantikan 35 kepala sekolah ini terdiri dari 30 kepala SD,2 kepala SLTP dan 3 kepala SLTA," ungkap Arif.(d0w/rtm)

Monday, October 5, 2015

Kapolres Kep. Meranti Nonaktifkan Kasat Intelkam yang Berbuat Mesum

BERITA RIAU, KEPULAUAN MERANTI - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra Arsyad, SH MSi, Minggu (4/10/2015) menegaskan akan menindak tegas AKP Im jika terbukti melakukan asusila.

Pernyataan ini menyusul diperiksanya AKP Im oleh Provos Polres Kepulauan Meranti, Jumat (2/10/2015) kemarin.


Pandra juga mengungkapkan, saat ini AKP Im telah dinonaktifkan sementara selama pemeriksaan berlangsung. Sedangkan jabatan Kasat Intelkam sementara saat ini diserahkan kepada Ipda Bonardo Purba.

"Jabatannya sudah diserahterimakan pada Jumat kemarin," ujarnya.(dow/tbp).

Friday, October 2, 2015

Mesum di Ruang Kerja, Kasat Intel Polres Meranti Bakal Diperiksa Polda

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Diduga berbuat mesum dengan seorang perempuan di ruang kerjanya, salah seorang Kepala Satuan (Kasat) berinisial AKP I terancam diperiksa Bidang Propam Polda Riau

Informasi yang dihimpun awak media, dugaan perbuatan mesum oknum Kasat ini terjadi pada, Rabu (30/9) malam. Saat itu, personel Propam yang piket menyaksikan perwira tersebut membawa seorang wanita masuk ke dalam ruang kerjanya. Awalnya petugas piket itu tidak menaruh curiga. 

Namun karena perempuan tersebut lama di dalam ruangan, apalagi tidak ada anggota lain di dalam ruangan, anggota Propam ini pun mengintip ke dalam ruang kerja oknum Kasat ini. Ternyata keduanya sedang berbuat mesum. 

Kepala Bidang Propam Polda Riau, AKBP Anggoro Sukartono yang dihubungi wartawan, Jumat (2/10/15) membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia memastikan perempuan itu bukan lah anggota Polisi Wanita (Polwan). 

"Kita akan panggil yang bersangkutan untuk diperiksa. Untuk saksi sudah dilakukan oleh penyidik Provost. Kita juga sudah mengajukan surat ke Kapolda terkait rencana pemeriksaan," tegasnya. 

Ditambahkannya, malam itu AKP I berada di ruangannya. Hanya si wanita sudah pergi. Kabag Sumda juga sempat mengecek sejumlah hal yang ganjil di ruangan itu. "Identitas wanitanya masih kita cari, siapa dia kita belum tahu, dan apa hubungannya serta keperluannya dengan anggota kita, masih diusut Provost," katanya.

Kabid Propam Polda Riau sudah mengirim yang bersangkutan untuk bisa diperiksa di Polda Riau. Suratnya saat ini sudah dalam pengajuan ke Kapolda.(dow/rtm)

Saturday, September 26, 2015

Bawa Sabu, Mahasiswa AMIK Selatpanjang Ditangkap Sat Res Narkoba Meranti

BERITA RIAU, KEPULAUAN MERANTI - atuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, Selasa (22/9/2015) malam kemarin menangkap Mahzarudin alias Dimas (20) warga Jalan Pembangunan III Gang Pak Usu Ali Kelurahan Selatpanjang Timur Kabupaten Kepulauan Meranti

Pemuda yang merupakan mahasiswa semester V di Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) ini ditangkap karena membawa narkoba jenis sabu-sabu. 

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan warga bahwa akan ada transaksi narkoba. Lalu, melakukan pengintaian di TKP yang dimaksud. 

Tepat di Jalan Ismail Kelurahan Selatpanjang Timur, kata laki-laki yang akrab dipanggil Pandra itu, sekitar pukul 20.30 WIB, polisi mengamankan seorang pemuda beserta barang bukti sabu-sabu yang dibuang tepatnya dibawah sepeda motor. 

"Melihat ada polisi datang, tersangka membuang paket sabu-sabu yang dimasukkan dalam kotak Rokok Sampoerna menggunakan tangan sebelah kiri ke bawah sepeda motornya," kata Pandra. 

Tidak menunggu lama, tersangka dan barang bukti langsung diamankan di Mapolres untuk pemeriksaan lanjut. 

Berdasarkan introgasi polisi, Dimas mengaku paket sabu itu Ia dapatkan dari Ek, warga Jalan Rambutan Alahair Selatpanjang

Dicerita Dimas, sekitar pukul 19.30 WIB Ia mengambil uang pembeli sabu-sabu sebesar Rp400 ribu dari seorang laki-laki yang tak dikenal. Kemudian, uang tersebut diserahkan ke Ek di Jalan Pusara Selatpanjang. Selanjutnya Dimas disuruh mengantarkan satu paket kecil sabu-sabu yang dimasukkan dalam kotak rokok Sampoerna. 

Ketika menunggu pembeli itulah Ia langsung ditangkap polisi. 

"Tersangka dan BB dibawa ke Polres Kepulauan Meranti guna penyidikan lebih lanjut. Terhadap Ek, sedang dilakukan pencarian," ujar Pandra pula.(dow/rtm)

Tuesday, September 15, 2015

Rasionalisasi Anggaran, Pemkab Meranti Stop Beasiswa Perguruan Tinggi

BERITA RIAU, KEP MERANTI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti tahun 2015 tidak bisa menjalankan program beasiswa bagi tamatan SLTA untuk berkuliah di perguruan tinggi. Hal tersebut diakibatkan rasionalisasi anggaran di Disdik senilai Rp26 miliar.

Kepala Disdikbud Kepulauan Meranti, M Arif MN menjelaskan sejak tahun 2011 hingga tahun 2014, pemerintah kabupaten telah menguliahkan 110 orang anak daerah di berbagai perguruan tinggi. Program tersebut merupakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan yang dilaksanakan melalui dinas tersebut. 

"Untuk tahun ini tidak ada program yang sama karena ketersediaan dana. Akibat rasionalisasi anggaran dengan pemotongan lebih kurang Rp26 miliar," kata Arif, Senin (14/9/2015). 

Oleh karena itu, kata Arif, beberapa Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan Pemkab Kepulauan Meranti bersama beberapa perguruan tinggi seperti dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Batam Tourism Polytechnic (BTP) belum bisa dijalankan. 

"Untuk program tersebut dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Oleh karena itu kita utamakan program yang lebih diprioritaskan," ucapnya. 

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikbud Kepulauan Meranti, Suandi, untuk program peningkatan SDM di berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu memakan biaya hingga miliaran rupiah setiap tahunnya. 

Dengan rincian setiap tahunnya, 24 mahasiswa D3 jurusan akuntansi di Universitas Riau sebesar Rp 1,8 miliar, Rp 2 miliar untuk 25 mahasiswa pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB), Rp 1,04 miliar untuk 29 mahasiswa di Politeknik Bandung, dan Rp 1,19 miliar bagi 32 mahasiswa yang belajar di Universitas Gajah Mada (UGM). 

"Itu mulai dari biaya pendidikan (kuliah), asrama, transportasi, buku hingga biaya hidup selama kuliah," sebut Suandi. 

Menurutnya anak-anak daerah yang diseleksi dari berbagai kecamatan di Meranti itu diwajibkan untuk kembali mengabdi di daerah jika telah menyelesaikan perkuliahan. Terkait penempatannya, Suandi, menjelaskan akan digunakan oleh masing-masing dinas ataupun badan yang membutuhkan. 

"Kita (Disdik) hanya bertanggungjawab menguliahkan mereka hingga selesai. Seperti tamatan IPB akan digunakan oleh Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan. Lulusan akuntansi akan dipakai oleh Dispenda," pungkasnya.(dow/rtm)

Monday, August 24, 2015

Modus Lipat Ganda Uang, Dukun ini Tipu Warga Hingga Puluhan Juta Rupiah

KEPULAUAN MERANTI, RIAUCITIZEN.COM - Sejumlah Warga Kabupaten Kepulauan Meranti,Riau menjadi korban penipuan bermodus ritual melipatgandakan uang. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pelaku sudah diamankan pihak Kepolisian.

Tak tanggung-tanggung para korban rugi hingga Puluhan Juta Rupiah, diketahui pelaku yakni Irwan (31) warga Desa Braja Yekti Kecamatan Braja Selebah dari Kabupaten Lampung Timur. 

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra Arsyad melalui Kasatreskrim, AKP Antoni L Gaol mengatakan, Pelaku menjalankan aksinya di rumah kediaman M Arifin (53) di Jalan Sentosa Sei Kulu Tanjung RT 03 RW 02 Desa Tanjung Kecamatan Tebingtinggi Barat. 

Kedok penipuan ini diketahui pihak Kepolisian setelah salah seorang korban, Saman Hudi (41) Warga Selatpanjang melaporkan pelaku, Warga Tionghoa ini dirugikan para pelaku dengan modus melipatgandakan uang hingga 30 Juta Rupiah. 

Dari cerita Saman Hudi kepada penyidik Kepolisian, Pada Minggu (7/6/2015) pukul 15.00 WIB, Dia dihubungi oleh seorang yang bernama M Arifin (53). Waktu itu M Arifin memberitahukan kepada Saman Hudi bahwa ada orang yang bisa melipatgandakan uang dengan cara ritual sesajian. Saman Hudi sempat menjawab bahwa ia belum ada uang. 

Meski begitu, M Arifin tak habis akal. Ia mengoda Saman Hudi untuk menggadaikan surat tanah guna mendapatkan uang. Di samping itu, M Arifin juga berusaha mencari dana, sebab menurut si pengganda uang, modal yang harus dikeluarkan Rp30 juta untuk dijadikan Rp7 Miliar. 

Berselang tiga hari, tepatnya pada hari Rabu (10/6/2015) Saman Hudi kembali dihubungi M Arifin yang mana waktu itu M Arifin mengabarkan bahwa si pengganda uang telah berada di rumahnya. Mendengar hal tersebut, Saman Hudi bergegas ke rumah M Arifin dengan membawa uang Rp30 juta. 

Setibanya di kediaman M Arifin, Saman Hudi langsung diperkenalkan dengan sipengganda uang bernama Iwan (31) warga Dusun IV RT 24 RW 10 Desa Braja Yekti Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur

Tak menunggu lama, Iwan langsung menjalankan modus penipuannya. Iwan mengatakan ke Saman Hudi bahwa untuk menggandakan uang tidak bisa menggunakan uang rupiah, melainkan harus uang dollar. Saat itu, Iwan mengatakan bahwa uang tersebut tidak jadi Rp7 miliar, melainkan Rp10 Miliar. Angka yang sangat fantastis, mendengar perkataan dari Iwan itu, Saman Hudi bergegas menukarkan uang rupiah untuk dijadikan uang dollar. 

Setelah mendapatkan uang dollar itu, Saman Hudi kembali ke kediaman M Arifin untuk menemui Iwan dan menyerahkan uang untuk digandakan itu. Kemudian Iwan mengatakan bahwa ritual penggandaan uang akan dilakukan pada malam hari dengan syarat, uang harus dimasukkan dalam amplop berikut fotocopy KTP. Apabila ritual itu tidak berhasil, Iwan memberikan jaminan. Dimana dalam 3 bulan uang yang digandakan itu akan dikembalikan lagi dengan utuh. 

Setelah pihak yang ingin menggandakan uang mengerti, selanjutnya ritual tersebut dilakukan dalam kamar di rumah M Arifin. Setelah ritual selesai, kemudian pelaku keluar dan meminta M Arifin untuk mengunci pintu dengan gembok dan tidak membukanya sebelum mendapat izin dari Irwan. 

Penantian panjang pun dilalui Saman Hudi. Setibanya waktu yang ditentukan, pintu kamar dibuka. Saman Hudi terkejut bukan main. Bukannya uang Rp10 Miliar yang ia dapatkan, melainkan amplop yang berisi uang hanya tersisa fotocopy KTP. 

Tanpa pikir panjang, Saman Hudi langsung melaporkan Irwan ke polisi karena merasa telah menjadi korban penipuan. 

Rupanya, bukan saja Saman Hudi yang menjadi korban penipuan. Warga lain atas nama Sihabudin (40) warga RT 01 RW 03 Kelurahan Tebingtinggi, Hasan wargaJalan Sentosa Maini Tanjung RT 03 RW 02 Desa Tanjung Kecamatan Tebingtinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, dan M Arifin pun menjadi salah satu korban. Sihabuddin mengalamani kerugian Rp28.500.000,-, dan Hasan Rp7 juta. 

Mendapat laporan itu, pihak kepolisian langsung memburu pelaku dan berhasil mengamankan barang bukti berupa, satu buah amplop yang berisikan KTP korban atas nama Saman Hudi, satu buah gelas yg berisikan air, satu buah gelas yang berisikan dupa, satu buah kotak dupa, dan satu gembok dan kunci.(dow/rtc)

Thursday, August 20, 2015

Pelanggan Menunggak hingga Rp. 531 Juta, PLN Selatpanjang : Segera Diputus

RiauCitizen.com, Ekonomi - Sambungan listrik ratusan pelanggan umum PT PLN Rayon Selatpanjang terancam diputus. Pemutusan ini hanya berlaku untuk pelanggan umum yang menunggak pembayaran lewat dari 3 bulan.

Informasi itu sebagaimana disampaikan Kepala PLN Rayon Selatpanjang, Asmardi, ketika ditemui, Rabu (19/8/2015) malam. Kata Asmardi, lewat tanggal 20 Agustus 2015 ini, mereka akan melakukan pemutusan aliran listrik di rumah pelanggan umum yang menunggak lebih dari 3 bulan.

"Kita melaksanakan tugas, mau tidak mau ya harus kita lakukan. Ini job desk kita," kata Asmardi.

Kata Asmardi lagi, pemutusan itu sebagaimana diinstruksikan dari pihak atasan. Mengingat, hingga saat ini (pertengahan Agustus 2015, red) untuk tunggakan pelanggan umum di Rayon Selatpanjang mencapai Rp531 juta.

"Kalau pelanggan tidak ingin dilakukan pemutusan, segeralah untuk melunasi tunggakan listrik," tambah Asmardi.

Disampaikan Asmardi juga, mereka setiap bulan sering mengirimkan laporan pemakaian listrik kepada semua pelanggan yang menunggak. Namun, terkesan tidak ada niat baik pelanggan untuk melunasinya.

"Tiap bulan kita sampaikan laporan pemakaian listrik itu ke pelanggan. Namun, mereka tidak juga melunasinya," beber Asmardi.

"Untuk itu, setelah tanggal 20 Agustus ini kita akan melakukan pemutusan terhadap pelanggan yang menunggak lebih 3 bulan. Kita harap masyarakat mengerti atas apa yang kita lakukan ini," tuturnya juga.(dow/gor)

Monday, August 17, 2015

Banyak Pemohon SIM di Meranti tak Lulus Akibat tak Mengerti Rambu

RiauCitizen.com, Budaya - Karena banyaknya masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti tidak paham akan rambu-rambu lalu lintas dan sopan santun mengemudi menyebabkan banyaknya pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak lulus dalam ujian teori maupun tes mengemudi.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra Arsyad melalui Kasat Lantas AKP Amir Husin pekan kemarin mengatakan, sejak diresmikan Satpas SIM sebulan yang lalu, pendaftar pembuat SIM di Meranti sudah mencapai 747 pemohon. Bahkan setiap harinya mencapai 25-30 orang. Namun, belum tentu semua yang lulus tes tertulis dan tes mengemudi. 

"Dalam sehari itu belum tentu ada yang lulus. Kebanyakan mereka tidak mengerti dengan rambu-rambu lalu lintas. Dari awal diresmikan hingga Agustus ini baru 470 masyarakat yang lulus tes SIM C. Sedangkan untuk SIM A hanya 108 orang," ujar Amir. 

Mantan, Kbo Lantas di Polres Taluk Kuantan Singingi ini juga mengungkapkan, tes dalam pengurusan SIM sudah menggunakan sistem komputerisasi. Tes tertulis ini dilaksanakan di Kantor Satpas SIM Jalan Merdeka Selatpanjang. Bagi yang lulus tes tertulis, akan dilanjutkan dengan tes drive atau tes mengemudi di lapangan Kantor Mapolres Kepulauan Meranti

Sementara, pihak Satlantas mengaku telah berupaya memberikan sosialisasi di setiap sekolah-sekolah. Bahkan, rencananya pihak Satlantas Polres Kepulauan Meranti akan melakukan sosialisasi tertib lalulintas di setiap kecamatan. Hanya saja, fasilitas yang telah diberikan itu, terkesan diabaikan oleh masyarakat. 

"Kalau di tingkat SMA, kami sosialisasikan tentang cara mengemudi yang baik, tapi kalau untuk SMP, kami sosialisasikan tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas. Agustus ini kami juga akan melanjutkan sosialisasi ke Pulau Merbau," ungkapnya. 

Kasatlantas juga mengungkapkan, bagi pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas dan tidak memiliki SIM, akan diarahkan agar segera mengurus SIM. Meskipun hanya memiliki 25 personil, Kasatlantas mengaku masih bisa mengendalikan tata tertib lalulintas. 

"Pada umumnya pengendara belum paham dengan sopan santun berlalu lintas, seperti putar arah tanpa isyarat dan tidak memperlambat kecepatan kendaraan di persimpangan jalan," ujarnya.(dow/rtc)

Tuesday, July 28, 2015

Nurhayati Siswi SD Meranti Wakili Riau Baca Puisi dan Bercerita ke Jakarta

RiauCitizen.com, Pendidikan - Nurhayati siswi SD 11 Bantar Seberang Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti wakili Provinsi Riau lomba siswa SD/MI Negeri/Swasta membaca puisi dan cerita rakyat ke Jakarta. 

Terpilihnya Nurhayati mewakili Riau setelah berhasil menjadi pemenang pada lomba membaca puisi tentang pahlawan dan cerita rakyat Riau auditorium Perpustakaan Soeman Hs. 

"Pemenang nanti akan kita kirim ke Jakarta sebagai perwakilan Riau. Untuk pemenang pertama ada hadiah berupa uang sebesar Rp3,5 juta serta piala,\" kata Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Riau Yoserizal Zein, Senin (27/7/15). 

Nurhayati membawakan cerita rakyat dari Bengkalis berjudul Dedap Durhaka. Cerita ini tidak jauh berbeda dengan cerita rakyat Malin Kundang. Bedanya Dedap yang merupakan anak durhaka karena tak mengakui orang tuanya setelah berhasil dirantau orang, dikutuk lalu menjadi pulau. 

Sebelum diberangkatkan ke Jakarta pada September mendatang, terlebih dahulu akan diberi pelatihan bagaimana tekhnis membaca puisi dan bercerita yang baik. Diharapkan, Nurhayati nantinya akan mampu mengharumkan nama Riau dikancah nasional. 

"Tentunya harapan kita bukan hanya sebatas mencari bibit semata, tetapi juga menggemakan membaca puisi serta cerita rakyat Riau dikalangan anak-anak serta umum. Kita harapkan, kegiatan serupa akan bisa lebih menggema lagi ditahun mendatang,\" ujar Yoserizal. 

Selain Nurhayati, pemenang kedua adalah Muhammad Erik Laksamana siswa SD 01 Bengkalis. Erik membawakan cerita rakyat berjudul Lancang Kuning dan berhak mendapatkan piala dan uang sebesar Rp3 juta. 

Sementara pemenang ketiga jatuh kepada Ikhlalusul Muzaki siswa SD 10 Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Ikhlasus yang dulunya sempat menjadi pemenang kedua pada lomba yang sama tahun lalu, kini membawakan judul cerita Sibujang Asal Burung Punai, serta berhak mendapatkan piala dan uang sebesar Rp2,5 juta. 

Sementara Hangkafrawi, salah seorang dewan juri menyatakan penilaian berdasarkan pemahaman bercerita, tekhnik bercerita, intonasi yang disampaikan peserta lomba.(dow/rls)

Friday, July 24, 2015

Pemuda di Meranti Bunuh Pacar Akibat Selalu Dibanding-Bandingkan

RiauCitizen.com, Hukum - Terbakar api amarah karena dibanding-bandingkan dengan lelaki lain, Novan Kurniawan (21th) gelap mata, Ia tega membunuh mantan pacarnya Ira Suryanti (20th) warga Desa Bina Maju, Rangsang Barat

Pemuda Kelahiran Selatpanjang 13 Nopember 1993 ini membunuh mantan pacarnya itu dengan hujaman pisau berkali-kali dibagian dada, perut, tangan dan kaki korban dengan sadis hingga Korban meregang nyawa. 

Sekitar pukul 23:00 Wib, Rabu (22/7/15) Tersangka lanngsung menyerahkan diri kekantor Polres Kepulauan Meranti diantar oleh keluarganya dengan membawa dompet korban berisi identitas dan hp milik korban. 

Kepada Polisi tersangka menjelaskan perbuatan tersebut dilakukan di sekitar kuburan baru borot-Selatpanjang arah ke jalan Lingkar pelabuhan dorak pada Rabu sore sekira pukul 17.00 Wib. 

"Kita melakukan cek TKP dan benar ditemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa (meninggal dunia) dalam disemak-semak dipinggir jalan dengan baju berlumuran darah, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk dilakukan visum,"Jelas Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra Arsyad melalui Kasat Reskrim, AKP Antoni L Gaol kepada sejumlah wartawan. 

Pemuda Jalan Pembangunan III Selatpanjang Timur ini menusuk tubuh korban berulang-ulang dengan menggunakan sebilah pisau yang ada di dalam jok sepeda motor R-2 milik korban, Novan mengaku karena tersinggung dibanding-bandingkan degan pacar baru korban (pacar baru korban lebih baik dari tersangka).

Saat ini, tersangka pembunuhan sadis itu telah diamankan di Sel Tahanan Polres Kepulauan Meranti untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada korban.(dow/rtc)

Saturday, July 11, 2015

Terbitkan SKT Hingga 30 Hektar, Wabup Meranti Larang untuk Hindari Konflik

RiauCitizen.com, Lingkungan - Wakil bupati Kepulauan Meranti, Masrul Kasmy, Jumat (10/7) melarang para kepala desa, maupun sekretaris desa di wilayahnya mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT).

Hal itu untuk menghindari penyalahgunaan kepemilikan lahan oleh oknum tertentu serta menghindari konflik dengan pihak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Konflik lahan di Meranti saat ini menjadi permasalah utama yang harus ditangani agar tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat, karenanya aparat desa jangan lagi mengeluarkan SKT sampai seluas 300 hektar," ujar Masrul. (dow/btp)

Monday, July 6, 2015

Sebelum Berakhir Jabatan Irwan-Masrul, Pemkab Meranti Gelar MTQ ke- VI

RiauCitizen.com, Budaya - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke VI tingkat Kabupaten Meranti bakal disetting pelaksanaannya sebelum berakhir masa jabatan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Irwan-Masrul. 

Pelaksanaan pembukaan kegiatan keagamaan ini yakni pada tanggal 25 Juli 2015 atau lima hari sebelum masa jabatan kepemimpinan pasangan Berirama itu berakhir pada 31 Juli 2015. 

"Iya, MTQ akan dilaksanakan sesudah Idul Fitri, pembukaan akan dilaksanakan 25 Juli. Sementara penutupan akan dilaksanakan pada 29 Juli,"Ungkap Kepala Bagian Kesra Setdakab, Rosdaner SPd. 

Untuk lokasi pelaksanaan, Kata Rondaner, bakal dilaksanakan di Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Meranti (Kota Selatpanjang) tepat dihalaman Kantor LAMR sebelah Komplek Perkantoran Pemkab Meranti.

"Kalau persiapan saat ini baru sekitar 40 persen. Kalau untuk astaka pengerjaannya terus digesa dan memakai tenaga kontruksi dari Batam. Mudah-mudahan persiapan bisa terus dikejar sampai hari pelaksanaan MTQ nantinya,"Tutur Kabag Kesra tersebut. (dic/rtc)

Thursday, July 2, 2015

Proyek Multiyears Pelabuhan Dorak Selatpanjang Dianggarkan Rp.92 Miliar

RiauCitizen.com, Ekonomi - Proyek pembangunan pelabuhan Dorak, Kepulauan Meranti melalui proyek multi-year 2012-2014 menelan dana sekitar Rp. 92 milyar. Proyek ini sampai 2013 sudah terealisasi 40,7 persen dengan dana sebesar Rp. 41,66 milyar. Proyek yang bernilai strategis ini tetap dilanjutkan tahun depan. 

Kabag Humas Pemkab Kepulauan Meranti, Ery Suhairi didampingi Musa Albakri Kabid Pengairan Dinas PU Meranti/PPTK Pelabuhan Dorak, menjelaskan hal itu kepada pers guna meluruskan informasi yang kurang pas terkait proyek dermaga tersebut yang disebut mencapai R. 650 milyar.

“Angka Rp. 650 milyar ini sama sekali tidak benar dan bisa menimbulkan persepsi yang keliru di kalangan masyarakat. Saya perlu pastikan bahwa proyek ini secara rinci hanya dengan anggaran Rp. 92.930.784 000 dan bila ditambahkan dengan CCO (addendum) menjadi sekitar Rp. 102 milyar,” kata Musa Albakri. 

Menurut Musa, proyek pembangunan pelabuhan Dorak dikerjakan oleh PT Gelinding Mas Wahana Nusa yang sebelumnya dinyatakan lolos dalam lelang terbuka. Proyek yang kontrak kerjanya tertanggal 11 Oktober 2012 ini sejak awal dimulai dengan kegiatan pembangunan fasilitas darat berupa ruang tunggu terminal beserta fasilitas-fasilitas lain. 

“Secara riil di lapangan kini sudah dilakukan pekerjaan persiapan (kantor lapangan, pengukuran, block plant, infrastruktur (penahan tanah,material pemasangan sheet pile), pemancangan, pekerjaan tanah (timbunan pasir urug, pemasangan PVD, pembentangan geotektil) dan lain-lain,” sebut Musa. 

Suhairi selanjutnya menjelaskan, proyek pembangunan pelabuhan Dorak yang berlokasi di desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi yang berjarak sekitar 5 km dari dermaga lama di Tanjung Harapan merupakan proyek strategis sebagai pintu gerbang bagi pelayaran di Kabupaten Kepulauan Meranti. Apalagi kondisi pelabuhan Tanjung Harapan sudah tidak memadai lagi dalam menampung kegiatan pelayaran dan arus masuk dan keluar di wilayah ini. 

Keunggulan pelabuhan Dorak, kata Suhairi, terkait letaknya yang agak masuk ke perairan sungai sehingga aman dari gelombang bagi kapal-kapal yang bersandar. Selain itu, adanya pelabuhan telah membuka daerah baru dan cukup berpotensi menarik investasi.(dow/rls)