Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Sunday, November 15, 2015

Jalankan Praktek Atau Keprofesian, Tenaga Medis Wajib Miliki STR

BERITA RIAU, PEKANBARU - DPD Pormiki Provinsi Riau sukses mengadakan acara seminar Rekam Medis dan informasi Kesehatan, pada Sabtu (14/11/2015) kemarin di Hotel Amaris Pekanbaru.

Ketua Panitia Seminar, Ika Armadila A Md mengatakan judul seminar DPD Pormiki hari itu adalah pentingnya Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Kerja (SIK) dan Jabatan Fungsional dalam meningkatkan kualitas profesi rekam medis dan Informasi Kesehatan (RMIK).

Dimana narasumbernya terdiri dari tiga orang, yakni HM Ridwan SKM MKes dari MTKP Riau, dr Fira dari Dinkes Pekanbaru dan Eman Sulaeman SKM dari DPP Pormiki. Jumlah peserta sebanyak 81 orang dari Riau dan provinsi tetangga seperti Jambi, Sumbar dan Kepri.

Dalam pemaparannya, Ridwan dari MTKP Riau mengatakan sesuai dengan Permenkes nomor 46 tahun 2013 tentang registrasi tenaga kesehatan, setiap tenaga kesehatan yang akan menjalankan praktik atau pekerjaan keprofesiasianya wajib memiliki izin dari pemerintah. Untuk memperoleh izin itu harus memiliki STR.(dow/tbp)

Saturday, November 7, 2015

Tingkatkan Profesionalisme dan Mutu Kesehatan Era JKN, RSAB Taja Simposium Nasional

BERITA RIAU, PEKANBARU - Meningkatkan Profesionalisme dan mutu kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) RS Awal Bros Pekanbaru mengggelar Simposium Nasional Pertama. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (7/11/2015) hotel Pangeran Pekanbaru mendatangkan dokter ternama sekaligus guru besar UI dan Staf Ahli Bidang Mediko Legal Kementerian Kesehatan spesialis forensik dr Budi Sampurna dan Pakar Hukum Pidana dari Universitas Riau, Erdiansyah SH, MH.

Pemateri Hukum Pidana dari UR, Erdiansyah SH, MH 
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Rumah Sakit Awal Bros dr Roswin Rosmin Djafar berpendapat simposium yang membahas profesinalisme dan mutu kesehatan ini sangat penting di ikuti oleh seluruh tenaga kesehatan 

"sebab hal ini menyangkut dengan pelayanan masyarakat di era jaminan kesehatan nasional, sehingga tidak ada lagi masalah dalam pelayanan, penataan yang jelas mengenai BPJS," sebutnya.

Dihadiri lebih dari 300 peserta dari seluruh tenaga kesehatan di provinsi Riau, Ketua Panitia Simposium dr Citra Rahmad mengungkapkan pada dasarnya simposium ini juga berguna bagi tenaga dokter untuk menambah 12 Satuan Kredit Profesi (SKP) dengan kuota yang harus dicapai sekitar 250 SKP,  

"peserta sudah melebihi dari target awal 250 peserta baik itu dari tenaga medis, mahasiswa kedokteran UR dan dokter muda, selain penambahan SKP, peserta yang tidak memperoleh SKP bisa memperoleh ilmunya dan doorprize di sela sela acara," tambahnya


DR Roswin Rosmin Djafar berharap, dengan adanya pembahasan yang mendalam mengenai implementasi pelayanan kesehatan pada era JKN dapat meningkatkan indeks kesehatan.  "Aspek tanggap gawat darurat,menurunkan angka kematian dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di provinsi Riau," sebutnya

Selain mendatangkan, narasumber nasional, simposium juga di hadiri ketua IDI Riau, ketua IDI cabang Pekanbaru, dr Spesialis forensik, Kadis Kesehatan serta dokter dokter spesialis di Pekanbaru.(dow/btp)

Thursday, October 29, 2015

Warga Terkena Dampak Asap Bisa Manfaatkan Rumah Oksigen Pemkab Pelalawan

Rumah Oksigen Pelalawan - RiauCitizen
BERITA RIAU, PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Kamis (29/10/15) mulai mengaktifkan posko evakuasi dan rumah oksigen. Posko ini, diperuntukan bagi masyarakat yang sudah terpapar asap selama tiga bulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Endid Romo Pratiknyo, menjelaskan, rumah oksigen di pusatkan di Gedung Daerah Mangku Dirajat. Diskes telah mempersiapkan segala kelengkapan yang dibutuhkan masyarakat yang mencari udara segar.

"Fasilitasnya antara lain ruangan full AC, oksigen, masker, dan nebulyzer. Jika persiapan sudah tuntas, pelayanan bagi masyarakat akan dimulai," katanya.

Seperti diketahui, Pemkab Pelalawan mempersiapkan lima titik lokasi posko evakuasi. yakni Gedung Daerah Laksmana Mangkudiraja, Gelanggang Olah Raga (GOR) Tengku Pangeran, Gedung DPRD Pelalawan lantai II dan III, Auditorium Kantor Buputi lantai III, dan Kantor Bappeda lantai II.

Selama gedung-gedung itu dipakai sebagai tempat evakuasi, tidak bisa digunakan untuk hal-hal lain. Agar masyarakat dapat leluasa datang mencari Oksigen.(dow/rtm)

Tuesday, October 27, 2015

Plt Gubri Imbau Masyarakat Sukseskan Program KB

Plt Gubri saat Acara Program BKKBN
BERITA RIAU, KAMPAR - Dengan pertumbuhan penduduk di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Kampar yang semakin pesat, kita harus berkomitmen untuk bisa memberikan kontribusi yang jelas pada program Keluarga Berencana (KB) karena, kalau kita tidak bisa sukseskan program ini, dikhawatirkan beberapa tahun ke depan kita akan kewalahan. 

Demikian dikatakan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman pada acara Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB Kes Tingkat Provinsi Riau Tahun 2015 di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Selasa (27/10/15). 

Ditambahkan Plt Gubri bahwa Program KB ini harus kita mulai dari lingkungan terkecil, dari lingkungan rumah tangga sampai ketingkat Kabupaten dan provinsi, kita harus bertekat untuk sukseskan program ini. 

"Kita berharap, melalui program KB Kes, kegiatan msyarakat makin bertambah, meski dengan berbagai kendala yang dihadapi, karena jika kehidupan yang kita jalani kurang berencana, maka keluarga kita tidak akan bahagia," ujar pria yang akrab disapa Andi tersebut. 

Pada kesempatan tersebut, Andi mengatakan kepada para bidan agar jangan putusasa dalam menghadapi masyarakat yang terkadang tidak mengerti dan memahami tentang program KB Kes, tetaplah ikhlas, tabah dan sabar dengan kondisi yang seperti ini, agar program yang kita inginkan dapat tercapai. 

Sementara itu, Bupati Kampar H Jefri Noer dalam arahannya mengatakan, Kabupaten Kampar membangun dengan 5 pilar pembangunan, dengan dijalankannya program Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi, anak-anak masyarakat tidak akan lebih dari 2, karena mereka sudah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, oleh karena itu program KB yang kita harapkan akan bisa sukses. 

Sementara itu, Mike Silvia Sangian dari BKKBN Pusat mengatakan bahwa, kita akan jadikan Kabupaten kampar sebagai contoh di tingkat Nasional dengan ide-ide cemerlang dari Bapak Bupatinya dalam menyejahterakan masyarakat dan mensukseskan program KB. 

"Kabupaten Kampar menjadi teladan di tingkat Nasional, tentang konseling remaja, dengan demikian, akan bisa menyiapkangenerasi berencana, generasi yang sehat, cerdas dan ceria," ujar mike.(dow/rls)

Friday, October 16, 2015

Persatuan Dokter Gigi Indonesia Riau Bantu Korban Asap

BERITA RIAU, PEKANBARU -  Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Riau membantu korban asap di daerah itu dalam bentuk pembagian masker, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, dan dua unit penjernih udara untuk pos kesehatan.

"Bantuan ini sebagai bagian dari bhakti sosial PDGI peduli bencana asap Riau yang melanda daerah itu sejak dua bulan terakhir dan menimbulkan banyak korban mengalami penyakit terpapar asap," kata Ketua PDGI Riau, Sri Asih Gahayu di Pekanbaru, Jumat.

Bantuan tersebut diberikan Sri Asih Gahayu diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril.

Menurut Asih, masker yang dibagikan sebanyak 18.000 lembar,  N95 sebanyak 1.500 lembar,  yang dibagikan kepada pelajar pada  14 sekolah SD, 4 SMP dan satu sekolah SMA.

PDGI, kata Asih, juga memberikan  penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, dan penyuluhan tentang dampak asap.

"Aksi lainnya adalah pemberian bantuan masker kepada Dinas Kesehatan Provinsi sebanyak 95.00 masker untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah di Riau. Serta 2 unit "air purifier" untuk dimanfaatkan di Pos Kesehatan," katanya.

Asih mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian para dokter gigi terhadap bencana asap di Riau sekaligus merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional.

Andra Sjafril berharap aksi yang sama dapat diikuti oleh organisasi profesi lainnya sebagai bentuk kepedulian dengan bencana asap yang terjadi di Riau.

"Kita berharap bantuan yang sama juga bisa diberikan oleh organisasi profesi lainnya agar korban terpapar asap di daerah ini bisa terbantu, "katanya.(dow)

Monday, October 12, 2015

Istri Plt Gubri Pimpin Pelayanan Kesehatan Gratis Akibat Asap

BERITA RIAU, PEKANBARU - Untuk menanggulangi dampak kesehatan akibat kabut asap Istri Plt Gubernur Riau Sisilita Arsyadjuliandi, menggelar kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis di jalan Uka RT 7 RW 22, Kecamatan Tampan, Ahad (11/10/15).

Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pengobatan massal secara gratis, pembagian masker, susu, biskuit anak dan makanan tambahan bagi ibu hamil, terlaksana berkat kerjasama Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, istri pejabat pratama, dan pejabat tinggi pratama perempuan, dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, IDI serta dibantu oleh Dokter Spesialis dari RS Fatmawati dan RS Adam Malik. 

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kadiskes Riau Andra Syafril, Kepala Biro Humas setda prov Riau Darusman, Camat Tampan serta sejumlah kepala dinas terkait. Kegiatan Bakti sosial yang digelar di kecamatan Tampan ini, dibuka secara resmi oleh Ibu Sisilita Arsyadjuliandi Rachman, yang ditandai dengan pemberian masker dan biskuit kepada anak-anak. 

"Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat dalam penanggulangan kesehatan akibat dampak kabut asap yang terjadi di Provinsi Riau," kata Sisilita. 

Kegiatan Bakti sosial yang diselenggarakan pada hari minggu,11/10/2015 berjalan lancar, dimulai jam 08.00 pagi sampai dengan jam12.00 siang, dari 500 orang yang ditargetkan 258 telah mendaftar untuk berobat yang terdiri dari orang dewasa, anak-anak dan Ibu Hamil.(dow/rls)

Thursday, October 1, 2015

Puskesmas di Pekanbaru 'Tidur', Maklumat Walikota Firdaus MT Tak Ada Artinya

BERITA RIAU, PEKANBARU - Masyarakat kota Pekanbaru sangat kecewa dengan pelayanan Puskesmas-Puskesmas kota Pekanbaru‎, pasalnya dikondisi kabut asap yang menyelimuti kota Pekanbaru keberadaan Puskesmas sebagai tempat layanan kesehatan masyarakat lebih banyak tidur/ tutup dari pada buka. 

Hal ini diungkapkan Warga kecamatan Tampan, Ramli kepada Awak media, Kamis (01/10/2015). 

"Saya sangat kecewa dengan pelayanan di puskesmas. Tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB saya hendak cek kesehatan anak saya, namun ‎pihak puskesmas tidak menerimanya dengan alasan perawatan rawat jalan sudah tutup dan meminta untuk datang besok pagi," keluhnya. 

Padahal berdasarkan Maklumat Walikota Pekanbaru tentang tanggap darurat asap, seluruh Puskesmas harus buka dan siaga 24 jam melayani masyarakat. 

"Harusnya Posko darurat asap juga dibuka di Puskesmas-puskesmas, sehingga akses masyarakat lebih dekat. Saya sangat mendukung dibukanya posko penanggulangan asap sehingga masyarakat lebih mudah dan cepat mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya lagi. 

Ketika dikonfirmasi ke salah satu Puskesmas di kecamatan Tampan, petugasnya menjelaskan bahwa puskesmas tetap buka 24 jam namun ini sifatnya emergensi (gawat darurat) seperti ada pasien yang mau melahirkan, kecelakaan dan sebagainya. 

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemko Pekanbaru, Alek Kurniawan menghimbau kepada kepala Dinas Kesehatan untuk mensiagakan dan memfungsikan puskesmas lebih optimal lagi. Pasalnya puskesmaslah tempat pertama masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. 

"Saya berharap di puskesmas juga dibuka Posko Darurat Asap seperti di Kantor Walikota Pekanbaru, sehingga aksesnya lebih dekat dan lebih mudah terjangkau," singkatnya. (dow/rtm)

Terdata 1.391 Kasus HIV/AIDS ada di Kota Pekanbaru

BERITA RIAU, PEKANBARU - Jumlah warga Pekanbaru yang terjangkit penyakit HIV/AIDS terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data kumulatif pada triwulan pertama rentang Januari-Maret 2015 saja terdata sebanyak 1.391 kasus HIV/AIDS.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Gustiyanti SKM MKes pada Wartawan Kamis (1/9/2015).

"Di Kota Pekanbaru data kumulatif HIV 717 kasus meninggal dunia 10 orang. Sedangkan AIDS ada 674 kasus dan yang meninggal dunia 158 orang," kata Yanti.

Lebih lanjut Yanti menyampaikan, tingginya kasus HIV/AIDS pada triwulan pertama berdasarkan jenis kelamin tahun 2015 ini didominasi oleh kaum hawa dengan persentasi 55 persen atau 409 kasus dan laki-laki dengan persentase 45 persen atau 309 kasus.

"Karena penyakit HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es yang berbanding terbalik. Maksudnya, jika setiap tahunnya bertambah, maka kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri apakah seseorang itu terkena virus HIV/AIDS atau tidak artinya pelayanan puskesmas atau rumah sakit sudah semakin bagus. Karena setiap orang pasti tidak tahu, siapa saja yang mengidap HIV/AIDS. Nah, dengan adanya data valid tadi itulah penilaian puskesmas bisa dikatakan berjalan sesuai harapan," jelasnya.

Di samping itu upaya Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru untuk penderita HIV/AIDS, pihaknya juga menyediakan sarana pelayanan kesehatan semisal pelayanan konseling di 20 puskemas yang ada di Kota Pekanbaru.

"Jadi masyarakat tak perlu malu untuk melakukan tes kesehatan terkait HIV/AIDS ini, karena puskesmas selain melayani konseling juga menyediakan alat rapid tes yang berguna untuk memeriksakan apakah seseorang itu terkena HIV/AIDS atau tidak," katanya lagi.

Berdasarkan pada kelompok risiko HIV/AIDS, heteroseksual berada pada tingkatan paling tinggi yakni HIV 564 kasus dan AIDS 505 kasus. Kelompok risiko heteroseksual ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemakaian jarum suntik, tatto, dan golongan penyuka sesama jenis.

"Kenapa kasus heteroseksual pada angka paling tinggi? Itu umumnya terjadi pada laki-laki yang suka melakukan hubungan seks lebih dari satu pasangan, baik dengan laki-laki atau perempuan," katanya.

"Namun demikian, akhir-akhir ini kasus HIV/AIDS yang paling marak terjadi pada kaum perempuan yaitu penularan melalui ibu hamil ke bayinya. Jadi setiap ibu hamil yang memeriksakan diri ke puskesmas wajib diberlakukan tes HIV/AIDS. Karena itu juga merupakan upaya Dinas Kesehatan melakukan penjaringan terhadap masyarakat yang memang berisiko untuk terjangkitnya HIV/AIDS," sambung Yanti.

Selain itu, kata dia, dengan terdatanya ribuan kasus HIV/AIDS yang ada di Kota Pekanbaru, artinya penting bagi seluruh lapisan masyarakat menyadari kesehatan itu mahal dan sangat berharga dan semakin tinggi kasus penyakit menular ini setiap tahunnya, maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran individu terhadap kesehatan, khususnya HIV/AIDS.

"Jadi jangan jauhi atau mendiskriminasi penderita HIV/AIDS. Karena tidak semua penderita HIV/AIDS terjangkit lewat hubungan seks," tutup Yanti.(dow/tbp)

Wednesday, September 30, 2015

42 Warga Rohil Terkena Penyakit Kaki Gajah

BERITA RIAU, ROKAN HILIR - 42 warga Rokan Hilir terkena penyakit filariasis (kaki gajah). Pemkab setempat memasuki empat tahap pengobatan mulai tahun 2012, dan akan melaksanakan pencanangan makan obat serentak 1 Oktober 2015. 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Suyatno, Rabu (30/9/15) ketika meninjau dua pasien filariasis di Posyandu Bunga Tanjung, Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, didampingi Ketua DPRD Nasrudin Hasan. 

Dua penderita bernama Mahidin dan Ahmad Dahlan, sempat berdialog dengan Suyatno dan Nasrudin, ternyata mereka sudah terkena penyakit itu sejak usia muda, dan keluarganya tidak ada yang tertular. 

“Khusus pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sudah empat tahap, mulai dari tahun 2012, sudah melakukan gerakan-gerakan bersifat sosial kemasyarakatan, khususnya, masyarakat terkena penyakit filariasis ini. Data terakhir yang kita peroleh dari Dinas Kesehatan, mencapai 42 orang se-Kabupaten Rokan Hilir. Insya Allah besok (1/10/15), pencanangan secara serentak di Kabupaten Rokan Hilir,” kata Bupati Suyatno. 

Tidak hanya sekedar pencanangan makan obat massal filariasis, Bupati Suyatno juga diagendakan melakukan teleconference dengan Presiden Jokowi terkait filariasis. 

Disamping itu, Bupati Suyatno juga minta melalui tenaga medis senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar yang sudah terkena penyakit itu, melakukan pengobatan secara kontiniu agar tidak merebak kemana-mana. 

Dia juga minta masyarakat membersihkan lingkungan, karena salah satu penyebab filariasis berasal dari cacing yang ditularkan melalui nyamuk, akibat lingkungan kurang bersih. 

Sehingga melalui camat, datuk penghulu, agar memotori masyarakat melaksanakan gotong royong bersama. 

Sementara itu, Eriani, Bidan Desa, Lenggadai Hilir menjelaskan, pembagian obat filariasis memasuki tahap keempat, dan menunggu tahap kelima saja, agar mampu membunuh penyebab filariasis sampai kesel-sel kulit. 

“Lima tahun itu, nanti kita ambil darah tepi, dijari, nanti kita lihat, apabila dia sudah negatif. Kalau masih positif masih ada kumannya, berobat sendiri. Sekarang dibiayai dunia, kalau juga terdapat, kita kena embargo, ngak bisa melakukan perjalanan keluar negeri, karena dianggap membawa kuman,” ujarnya. 

Untuk dua pasien Mahidin, Ahmad Dahlan, sudah membesar kakinya, apabila timbul gejala demam, diobati demamnya, namun untuk sembuh sebagaimana awalnya, tidak bisa lagi. 

“Makanya begitulah kerasnya pemerintah, khususnya orang kesehatan untuk memberantas kumannya Pak. Kan kasihan Pak, sampai cacat permanen seperti itu,” tutupnya.(dod/adv)

Wednesday, September 16, 2015

Aneh, Bukan Izin dari Mendagri Firdaus MT Justru Bisa Pelesir ke Tiongkok

BERITA RIAU, PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT melakukan kunjungan ke Tiongkok atas undangan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat. Kunjungan di tengah kabut asap parah yang menyelimuti Pekanbaru itu disebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Saat dikonfirmasi, Mendagri Tjahjo Kumolo menerangkan jika persetujuan kunjungan Wali Kota tidak melalui dirinya. Ia hanya mengeluarkan izin untuk Gubernur dan Wakil Gubernur. 

"Kepala daerah tingkat II tidak melalui izin Mendagri. Hanya Gubernur dan Wakil Gubernur yang izinnya lewat Mendagri, demikian," kata Tjahjo, dalam pesan singkat yang diterima awak media, Rabu (16/9/2015) malam.

"Tanyakan saja surat izinnya siapa yang mengeluarkan," lanjutnya. Pihak Pemkot belum memberi keterangan saat dihubungi terkait hal ini.

Sebelumnya, menurut Kabag Humas Pemkot Pekanbaru Alex Kurniawan, maksud kedatangan Firdaus ke Tiongkok untuk memaparkan peluang investasi di Pekanbaru. Kunjungan sudah dijadwalkan sebelum Pekanbaru dinyatakan darurat asap.

"Pak Wali memenuhi undangan resmi dari BKPM. Di sana akan ada pertemuan dengan sejumlah pengusaha. Jadi Pak Wali akan memaparkan peluang investasi di Pekanbaru," ujar Alex, Rabu (16/9).

"Pak Plt Gubernur Riau juga diundang ke tampat yang sama, cuma tak dapat izin dari Mendagri. Pak Wali kita ke Tiongkok sudah mendapat izin dari Mendagri," imbuhnya.(dow/dtk)

Tuesday, September 1, 2015

Inilah 10 Hal yang Bisa ‘Menyakiti’ Organ Intim Wanita

BERITA RIAU, LIFESTYLE - Bagi seorang wanita, vagina merupakan organ intim yang paling berharga di tubuhnya. Namun, terkadang wanita tak menyadari, apa yang dilakukannya untuk merawat maupun memperindah area organ intim justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan ‘Miss V’.

Berikut 10 hal yang bisa ‘menyakiti’ vagina Anda seperti dikutip dari Boldsky


Tindik pada bagian tubuh tentu menyakitkan, apalagi jika dilakukan di area genital. Sejumlah wanita diketahui pernah melakukan tindik vagina. Tindik pada area tersebut akan menyakiti vagina Anda saat berhubungan seksual dan bisa menyebabkan infeksi serius pada vagina.


Penggunaan pelumas saat berhubungan seksual bisa meninggalkan bakteri jahat berkembang di vagina. Apalagi jika menggunakan pelumas berbahan dasar minyak. Jika memiliki masalah dalam bercinta, sebaiknya hanya menggunakan pelumas yang tidak mengandung minyak.


Krim khusus untuk menghilangkan rambut di area kemaluan bisa berdampak buruk bagi kesehatan ‘Miss V’. Bahan kimia pada krim tersebut dapat membuat organ intim Anda mengalami infeksi.


Mencuci vagina dengan air atau larutan khusus dengan cara disemprotkan atau biasa disebut douching dapat merugikan kesehatan vagina Anda. Douching dinilai hanya membuat area intim mengering dan bisa menimbulkan infeksi.


Sama halnya seperti douching, terlalu sering membersihkan vagina menggunakan sabun wangi juga dapat membuat vagina megering dan infeksi. Pembersihan yang berlebihan justru bisa membunuh bakteri baik pada vagina.


Menato bagian tubuh mungkin menurut Anda adalah seni. Akan tetapi, jika menato di area organ intim tak akan mempercantik vagina Anda. Seperti tindik, tato juga memicu peradangan pada vagina dan membuat kulit menjadi sensitif.


Siapa sangka, memakai celana jeans ketat seperti skinny jeans juga dapat merugikan kesehatan vagina. Bahan jeans yang sangat rapat membuat kurangnya udara bagi vagina sehingga memungkinkan bakteri untuk tumbuh.


Terlalu sering bersepeda dengan sadel yang tidak nyaman bisa membuat area organ intim nyeri. Untuk itu, pastikan menggunakan sadel yang empuk dan nyaman sehingga dapat melindungi organ intim ketika bersepeda.


Jangan terlalu sering lama-lama berendam saat mandi. Pertumbuhan bakteri bisa terjadi dalam air yang mungkin saja akan menginfeksi area genital.


Pernahkah vagina terasa nyeri setelah masturbasi? Dalam berhubungan intim dengan suami, masturbasi dilakukan untuk merangsang kepuasan seksual. Namun, masturbasi juga bisa memicu infeksi pada vagina. Gesekan pada area vagina bisa menyebabkan lecet hingga infeksi jika tidak higienis. (dow)

Friday, August 21, 2015

Tebus Obat Harus Bayar, BPJS dan RSUD Dumai Saling Lempar Kesalahan

RiauCitizen.com, Dumai - Kalangan masyarakat yang sudah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kini harus rela membayar obat-obatan ketika berobat di rumah sakit mitra instansi jaminan sosial tersebut. 

Sebelumnya Kepala BPJS Kesehatan Dumai Asrul Lukman, menegaskan bahwa segala tindakan medis kepada peserta BPJS Kesehatan tidak bayar. Jika terbukti melakukan pungutan kepada peserta BPJS Kesehatan, Klinik maupun rumah sakit akan diberi sanksi. 

"Segala pelayanan medis bagi peserta BPJS Kesehatan gratis, termasuk obat. Bagi rumah sakit maupun klinik yang sudah menjadi mitra kita dan ketahuan memungut uang kepada peserta, maka kita berikan sanksi," tegas Asrul Lukman, beberapa waktu lalu. 

Penegasan mengejutkan datang dari Direktur RSUD Kota Dumai Syaiful. Dirinya meminta BPJS Kesehatan mensosialisasikan hak dan kewajiban peserta terkait tanggungan obat dalam perawatan intensif. Selain itu, diharapkan juga pihak pemberi jaminan kesehatan ini untuk transparan. 

"Harus transparanlah, jangan gara-gara ini kami terus disalahkan masyarakat. Kepada peserta BPJS Kesehatan supaya memahami prosedur dan ketentuan lain yang berlaku sesuai UU nomor 24 tahun 2011. Kepada pihak asuransi maupun BPJS Kesehatan agar memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban peserta terkait obatan yang ditanggung untuk menghindari keluhan dari masyarakat," kata Direktur RSUD Dumai Syaiful kepada wartawan, pekan kemarin. 

Menurutnya, pelayanan rumah sakit kerap dikeluhkan masyarakat peserta jaminan kesehatan karena obat yang didapat jauh berbeda dibanding pasien dengan jalur umum.Sebab, pasien dengan BPJS Kesehatan sering menebus resep obat dokter dengan cara membeli diluar apotek RSUD atau harus mengeluarkan biaya tambahan. 

"Bagi pasien dari BPJS Kesehatan hanya ditanggung obat yang bersifat generik, sedangkan untuk obat kategori paten tentu saja harus membeli diluar dengan biaya sendiri," jelasnya. 

Jenis obat yang bersifat generik, lanjut dia, seperti Parasetamol, Antalgin, Amoksisilin, Asam Mefenamat serta lainnya yang mudah didapati di apotek dan sudah berstandar nasional. 

Pihak rumah sakit sejauh ini juga terus memberikan informasi dan sosialisasi terkait hak dan kewajiban peserta jaminan kesehatan dengan cara menempeli pengumuman di beberapa tempat agar masyarakat bisa memahami ketentuan. 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Paisal menyebutkan, kepesertaan BPJS Kesehatan di kota pelabuhan kini sudah mencapai sekitar 60 ribu jiwa dan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp10 miliar untuk mendukung program berobat gratis tersebut. "Serapan anggaran sudah lebih dari separuh, dan anggaran ini diperuntukkan juga bagi program jaminan kesehatan kota," ujarnya. 

Munculnya persoalan ini anda peserta BPJS Kesehatan jangan berharap semua pelayanan medis gratis. Tak jarang justru wajib merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah. Lantaran tak memiliki uang sebesar itu, pasien penderita penyakit batu ginjal tersebut urung menebus obat. 

Jonsia (55), warga Kelurahan Telukbinjai Dumai yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Mandiri kecewa ketika dirujuk klinik Tunas Muda Medika Jalan Merdeka Dumai ke Poliklinik Bedah di RSUD Dumai, Rabu (19/8) kemarin. 

Setelah dokter spesialis Bedah melakukan pemeriksaan berkas tanpa diagnosa dan pemeriksaan pasien, karyawan swasta tersebut diberi resep, ternyata di apotik RSUD Dumai disuruh menebus obat seharga Rp 4.40 ribu rupiah. 

Karena Jonsia merasa terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan tak bayar kalau berobat dia tak ada persiapan. Akhirnya bisa ditebak, empat jenis obat tambahan tak jadi ditebus. “Saya sangat kecewa, katanya segala pelayanan medis bagi peserta BPJS kesehatan tak bayar, tapi kenyetaaannya disuruh bayar,” keluhnya. 

Dijelaskan, Jonsia datang ke RSUD Dumai setelah dirujuk dari Klinik Muda Medika dengan surat pengantar tujuan piliklinik Bedah. Setelah mendaftar di loket 1 BPJS Kesehatan di RSUD Dumai, Jonsia kemudian diarahkan mendaftar di loket II. 

Dari situ diarahkan perawat untuk membawa berkas ke Piliklinik Bedah. Setelah lumayan lama, seorang perawat memanggil agar masuk ke dalam, lalu menghadap dr Nursal Hasbi SpB. 

Tak ada pemeriksaan dokter, hanya saja berkas dan hasil USG yang sudah ada dalam berkas diperiksa. “Ini kasus batu ginjal juga,” kata Jonsia kepada KR mengutip pembicaraan dr Nursal Hasbi kepada perawat yang mendampinginya. 

Tak lama berselang, dr Nursal menulis resep dua lembar untuk dibawa apotik RSUD Dumai. Setelah resep diperiksa, petugas apotik menyurus si pasien menyerahkan selembar ke Apotik di sebelahnya. “Obat ini tidak tanggungan BPJS Kesehatan silahkan ditebus di apotik sebelah,” kata seorang perempuan di apotik RSUD Dumai itu. 

Namun ternyata setelah resep tersebut diserahkan ke sebelah yang bertuliskan ‘apotik pelengkap’, seorang petugas apotik menjelaskan bahwa empat macam obat tambahan tersebut harus ditebus sebesar Rp 4.40 ribu. Mendengar itu, kata Jonsia, dia langsung lemas. Berhubungan tak tak ada persiapan, obat yang dimaksud pun tak jadi ditebus. “Saya sangat kecewa, sudahlah antre lama, bayar pula lagi obat,” sesalnya. 

Kata Jonsia, seorang pasien laki-laki paruh baya juga mengeluh di apotik karena harus merogoh kocek untuk membayar obat sebesar Rp 180 ribu rupiah. “Ada juga karyuawan perusahaan peserta BPJS Kesehatan membayar obat saat berobat di RSUD Dumai,” kata Jonsia.(dow/rtc)

Thursday, August 20, 2015

Terbengkalai, Pemkab Rohil akan Benahi Bekas Kantor Camat jadi Puskemas

RiauCitizen.com, Kesehatan - Eks kantor Camat Batu Hampar Rokan Hilir bakal dialihkan menjadi Puskesmas Rawat Inap. Bangunan terbengkalai itu akan dibenahi, dengan harapan pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik. 

“Itu awalnya bukan untuk puskesmas. Itu untuk pembangunan kantor camat, sekarang kantor camat yang baru kan sudah dibangun. Alangkah baiknya, bangunan yang terbangkalai itu, kita jadikan, kita benahi kembali, kita renovasi kembali, untuk puskesmas Batu Hampar,” kata Bupati Suyatno, Kamis (20/8/15) usai menghadiri Pelantikan IDI Cabang Rokan Hilir di Hotel Lion Bagansiapiapi. 

Bangunan dimaksud menurut Suyatno satu hamparan, dijadikan puskesmas rawat inap, kondisi sekarang masih bagus, tinggal merehap sedikit-sedikit saja. 

Junadi Saleh, Kepala Dinas Kesehatan Rohil, menambahkan, Bupati Suyatno sehari sebelumnya meninjau gedung itu. 

“Dengan adanya rawat inap nantinya, pelayanan akan lebih baik. Di puskesmas, satu hari dua hari, baru kita rujuk, kalau sembuh, ya udah. Kalau udah siap, baru pengalihan, (penambahan), belum tau, konsultan yang tahu, menghitungnya.,” ujar Junaidi Saleh.(him/adv)

Keracunan Makanan Kantin, 10 Siswa SDN 138 Marpoyan Damai Dilarikan ke RS

RiauCitizen.com, Hukum - Aktifitas belajar mengajar di SDN 138 Jalan Handayani, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai mendadak berubah menjadi kepanikan, Kamis (20/08/15) siang. Bagaimana tidak, sebanyak 10 siswa kelas V di sekolah tersebut langsung muntah-muntah usai menyantap jajanan mie goreng di kantin sekolah. 

Peristiwa itupun sangat mengejutkan seluruh murid dan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Apalagi, siang itu sekitar pukul 11.30 WIB, sejumlah murid baru saja selesai mengikuti jam pelajaran olahraga. 

"Setelah mengikuti pelajaran olahraga, para siswa lalu pergi ke kantin sekolah untuk membeli jajanan mie goreng. Tapi tidak berapa lama usai menyantap jajanan yang mereka beli, 10 orang siswa tiba-tiba saja mendadak pusing dan muntah-muntah," ujar Kapolsek Bukit Raya, Kompol Bochi melalui Kanit Reskrim Ipda M Bahari Abdi, Kamis (20/08/15). 

Abdi menambahkan, pihak sekolah yang mengetahui kejadian itu langsung bergegas membawa para siswa ke RS Sansani di Jalan Soekarno Hatta untuk mendapat perawatan. Terkait hal itu, mantan Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir ini juga mengatakan jika pihaknya sudah menerima laporan langsung dari pihak sekolah. 

"Diduga para siswa itu keracunan karena mie yang dijual di kantin sekolah mereka sudah basi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, siswa yang dirawat di RS Sansani, hari ini juga sudah diperbolehkan pulang. Kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut," tuturnya. 

Terpisah, Pancaida (58) salah seorang guru di sekolah tersebut mengatakan jika peristiwa keracunan yang menimpa anak didiknya itu baru pertama kalinya terjadi. Ia pun mengaku kaget begitu melihat 10 siswanya muntah-muntah dan pusing sesaat setelah menyantap mie goreng di kantin sekolah. 

"Ini pertama kalinya, sebelumnya nggak pernah terjadi. Saya kaget lihat murid saya muntah-muntah, kami pun langsung mebawa mereka ke Sansani. Mudah-mudahan tidak terulang lagi. Kami pasti lebih berhati-hati," singkatnya.(dow.rtc)

Sunday, July 26, 2015

Sodorkan BPJS, Pasien Lambat Ditangani di RSUD Selasih

RiauCitizen.com, Kesehatan - Seorang pasien BPJS di Pelalawan, harus ditangani cepat ketika berobat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Hanya saja, dokter di RS milik pemerintah daerah itu, tidak bersemangat melayani pasien BPJS ini. Lambannya, penanganan terpaksa pihak keluarga memilih jalur umum. Tak pelak, pihak dokter dengan sigap menangani pasien ini.

Begitu yang dialami Iksan Ramadhan Alfitra, warga desa Betung Dua Kecamatan Bunut ketika dirujuk di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Jumat pagi kemarin. Sakit yang diderita warga ini, adalah patah tulang graham dan butuh secepatnya, dilakukan operasi.

Namun ketika menunggu sekian lama, tidak digubris oleh dokter RSUD. Pasalnya pada saat itu, pasien menunjukkan kartu BPJS. Bahkan paman pasien, sempat mencak-mencak, meminta si dokter secepatnya menangani pasien.

Berselang beberapa jam kemudian, tidak juga ditangani si dokter. Kondisi pasien yang sudah mengkhawatirkan, memaksa paman pasien mendaftarkan ke jalur umum. Dengan sigap, para petugas medis ini, baru menangani sang pasien.

"Tadi ketika ditunjukkan kartu BPJS tidak direspon oleh pihak dokter. Namun ketika dipilih melalui jalur pasien umum, baru mereka cepat. Saya sangat kecewa dengan kondisi ini," papar dia.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD Selasih Ahmad Krinen, belum bisa dihubungi, sudah mencoba menghubungi melalui telepon genggam dia tidak aktif. Begitu juga blackberry masengger tidak berbalas(dow/rtc)

Wednesday, July 8, 2015

Hadapi Mudik, Dinkes Rohil Siagakan Tenaga Kesehatan

RiauCitizen.com, Kesehatan - Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir siapkan tenaga kesehatan diposko sepanjang jalur mudik. Selain itu, ada 15 Puskesmas yang sudah di intruksikan agar Standby 24 jam.

"Kemarin kita sudah rapat dengan Kapolres, "kata Kepala Dinas Kesehatan Rohil Dr HM Junaidi Shaleh, M.Kes kepada wartawan diruang kerjanya, rabu (08/07/2015).

Seperti yang disampaikan Junaidi, pihaknya menyediakan tenaga kesehatan di beberapa titik posko pelayanan kesehatan yang telah disediakan seperti di Rantau Bais, simpang Ujung Tanjung, Bangko Jaya, Balai Jaya, Bagan Batu, depan Polres Rohil dan pusat kota Bagan Siapiapi.

"Kita sudah menyiapkan tenaga kesehatan dan buat 3 sift. Kalo ada terjadi laka, kita siap antisipasi. Tapi kita berharap para pemudik dapat mudik dengan lancar dan selamat, "harap Kadiskes.

Untuk Puskesma perawatan buka 24 jam khusunya jalan lintas mudik. Puskesmas tersebut akan beroperasi selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalur mudik. Selain itu, Dinas kesehatan Kab Rohil juga menyiapkam 1 unit mobil Ambulan di setiap posko

"Kami juga menyiapkan mobil Ambulan disetiap posko yang bekerjasama dengan Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana, "tukasnya. (dow/btp)

Tuesday, July 7, 2015

Diselimuti Asap, Diskes Pelalawan Data 22 Kasus Terjangkit ISPA

RiauCitizen.com, Kesehatan - Sudah sepekan ini Kabupaten Pelalawan diselimuti kabut asap yang merupakan akibat dari pembakaran lahan. Musim panas yang saat ini masih berlangsung di Riau hingga beberapa waktu mendatang membuat munculnya titik api dan kabut asap yang muncul di Kabupaten Pelalawan.

Saat ini, jumlah kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun penyakit yang timbul dari asap ini sudah mencapai 22 kasus, yang terdiri dari 20 terkena ISPA dan 2 kasus iritasi kulit.

"Berdasarkan data yang saat ini masuk ke kita memang untuk kasus ISPA di Pelalawan mencapai 20 kasus, sedangkan penyakit lain seperti iritasi kulit mencapai 2 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan melalui Sekretaris Diskes Asril kepada wartawan, Rabu (8/7/2015).

Berdasarkan data yang diterima dari Diskes Pelalawan, masyarakat yang terkena dampak ISPA sendiri sudah ada pada tanggal 30 Juni 2015 dengan jumlah penderita 3 orang. Pada tanggal 1 Juli yang terkena ISPA mencapai 5 orang, tanggal 2 Juli 7 orang terkena ISPA dan 2 orang terkena iritas kulit 2, dan tanggal 3 Juli penderita ISPA mencapai 5 orang.

"Itu merupakan data sementara baru masuk ke kita. Data itu baru dari Kecamatan Kerumutan. Karena disana itu merupakan salah satu sumber titik api yang ada di Pelalawan," jelasnya.

Untuk menindaklanjuti surat Diseks Riau no 242/III/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Penetapan Perpanjangan Status siaga darurat bencana asap akibat karhutla di riau dan meningkatnya hotspot di daerah, maka Diskes Pelalawan rutin mengirimkan data penyakit karhutla sepertu ISPA, Pneumonia, Asma, iritasi mata dan kulit.

"Setiap hari kita melapor ke dinas provinsi riau mengenai data yang kita terima dari puskesmas secara terpadu menggunakan sistem online," ujarnya.

Maka dari itu Asril menghimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker ketika keluar rumah. "Kalau sudah membahayakan jangan ke tempat terbuka, dan tidak menambah titik api karena berdampak kepada secara keseleruhan apalagi kesehatan tubuh," tutupnya. (dic/btp)

Temukan Makanan Berborak, Tim Gabungan BBPOM hanya Berikan 'Teguran'

RiauCitizen.com, Kesehatan - Tim gabungan yang terdiri Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas), Dinas Kesehatan (Diskes) dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru melakukan sidak untuk melakukan pengecekan makanan takjil yang mengandung zat berbahaya.

Pengawasan makanan yang dilakukan oleh tim gabungan ini dilakukan di empat titik, untuk pagi harinya, tim gabungan melakukan pemeriksaan di pasar baru Pangkalan Kerinci, sedangkan sore harinya dilakukan di pasar bedug lapangan bola jalan Lintas Timur, pasar kaget di jalan Arbes, dan pasar bedug di jalan Akasia.

"Sampel yang diuji dari lokasi yang diambil ada 61 sampel dari enam lokasi," ujar Kepala BBPOM di Pekanbaru melalui Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM di Pekanbaru Adrizal, Senin (6/7/2015) kemarin.

61 sampel tersebut lanjut Adrizal, berasal dari 31 sampel dari Pasar Baru Pangkalan Kerinci yang diambil pada pagi hari dan 30 sampel dari pasar bedug dilokasi berbeda di Pangkalan Kerinci.

"Yang pagi kita ambil 31 sampel, dua makanan positif mengandung Rodamin B pada minuman cendol. Sedangkan untuk pemeriksaan di sore hari yang telah diperiksa sementara ini satu sampel positif mengandung borak," jelas Adrian.

Dirinya menambahkan, bagi masyarakat harus selalu berhati-hati dalam membeli makanan takjil. Karena makanan yang mengandung zat berbahaya sangat membahayakan bagi tubuh.

"Karena itu, untuk para pedagang jangan lakukan lagi penambahan zat-zat berbahaya pada makanan, dan pembeli juga harus jeli dalam memilih makanan takjil," ujarnya.

Sebelumnya BBPOM bersama Disperindag baik dari Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru sempat melakukan hal yang sama dan menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya. Selain di Pekanbaru, BBPOM juga melakukan pengawasan di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.(dow/btp)

Thursday, July 2, 2015

Ambil Sampel Takjil, Diskes Dumai Temukan Boraks

RiauCitizen.com, Kesehatan - Hasil pemeriksaan laboraturium jajanan pasar Ramadhan yang diambil dari beberapa hari diambil sampelnya oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai menemukan kandungan berbahaya seperti boraks dan rodamin B. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Paisal, mengatakan zat berbahaya tersebut ditemukan pada mie basah atau mie kuning, cincau dan buah delima. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh pedagang untuk berlaku curang dalam menjajakan makanannya. 

"Hasil pemeriksaan di laboratorium mie kuning dan cincau positif mengandung boraks dan delima mengandung Rodamin B. Ini sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia. Apalagi bertepatan dengan bulan puasa seperti ini," kata Paisal, kepada sejumlah awak media, Kamis (2/7/15). 

Ditambahkan Paisal, pengambilan sampel jajanan di pasar ramadhan itu dilakukan sejak 21 Juni 2015 lalu. Tim Diskes Dumai telah melakukan pengambilan sampel terhadap makanan dan minuman yang dijajakan di pasar-pasar ramadhan. 

"Sampel kita ambil di sepuluh titik pasar ramadhan, mulai dari Pasar Sudirman, Jaya Mukti, Sukajadi, Anggur, Pulau Payung, Simpang Dock Yard, Marlan Jaya, Kelapa, Bagan Besar dan Pasar Ramadhan Janur Kuning, dan hasilnya ditemukan kandung berbahaya," tambahnya. 

Setelah mengambil sampel, kata dia, Tim Diskes Dumai langsung melakukan pemeriksaan sampel di Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Dumai. Hasilnya, sampel dari Pasar Ramadhan Sudirman dan Anggur, Pulau Payung positif mengandung boraks itu dari makanan jenis mie. 

Sedangkan buah delima yang diambil dari pasar Pulau Payung juga ditemukan mengandung boraks dan rodamin B, begitu juga cincau setelah diperiksa dilaboratorium hasilnya positif mengadnung boraks dan mie pecal dari Marlan jaya juga positif mengandung boraks. 

"Makanan yang mengandung Borax rata-rata terbuat dari mie kuning. Kami imbau kepada seluruh konsumen untuk berhati-hati membeli makanan sebagai tambahan menu berbuka puasa di Pasar Ramadhan. Jadilah konsumen yang pintar setiap membeli makanan," pungkasnya.(dic/rtc)

YLKI Pekanbaru : Temukan Parsel Tak Layak, Silahkan Lapor

RiauCitizen.com, Kesehatan - Penjual parcel jelang lebaran sudah mulai bermunculan di Pekanbaru. Meskipun banyak parcel yang dibuat menarik sedemikian rupa oleh penjual, namun pembeli dihimbau untuk untuk jeli dalam membeli parcel.

Hal ini perlu dilakukan karena adanya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memasukkan produk-produk kadaluwarsa maupun kemasan rusak ke dalam parcel tersebut.

Ketua YLKI Kota Pekanbaru, Sukardi, Rabu (1/7/2015)  mengatakan bahwa masyarakat harus selalu waspada dan aktif mengadukan apabila menemukan produk-produk kedaluarsa.

"Makanan dan minuman yang dikemas dalam bentuk parsel sangat rentan untuk diselipkan makanan yang sudah kadaluarsa. Kita minta masyarakat waspada dan teliti memilih parsel lebaran," ujar Sukardi.

Untuk itu, dirinya menghimbau jika menemukan
kemasan makanan yang tak layak konsumsi segera lapor ke YLKI atau pihak-pihak terkait lainnya.

"Sebelum peringatan hari raya Idul Fitri, kita juga minta Desperindag untuk turun ke lapangan cek barang-barang yang dijual, karna dugaan kita ada oknum yang berbuat curang," pintanya.

"Dan penjual juga seharusnya bisa memberikan informasi yang jelas bagi konsumen mengenai produk yang dijual. Selain itu, distributor memiliki peranan penting dalam menyalurkan barangnya kepada konsumen," tutupnya.(dic/btp)