Showing posts with label Dumai. Show all posts
Showing posts with label Dumai. Show all posts

Tuesday, August 4, 2015

Wawako Dumai Agus Widayat Serahkan Hadiah Festval Lampu Colok

RiauCitizen.com, Budaya - Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pariwisata mengumumkan pemenang lampu colok dan mobil hias pawai takbir dalam rangkaian menyemarakan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. 

Pengumuman pemenang itu dipusatkan di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung, Selasa (4/8/15) dan secara langsung hadiah kepada pemenang dua lomba itu diserahkan oleh Wakil Walikota Dumai Agus Widayat bersama Plt Kadisparbudpora Dumai, serta pejabat lainnya. 

Hasil keputusan Juara pada perlombaan tersebut ialah merupakan keputusan mutlak yang tak dapat diganggu gugat, sehingga hasil ataupun peserta yang keluar sebagai pemenang pada perlombaan tersebut diyakini ialah memang peserta terbaik dengan kreatifitas tinggi. 

Sesuai pengumuman pemenang lomba, Juara Hiburan 1 dimenangkan oleh Kelurahan Mundam, Juara Hiburan 2 dimenangkan oleh Kelurahan Jaya Mukti, Juara Hiburan 3 dimenangkan oleh Kelurahan Mundam, Juara Hiburan 4 dimenangkan oleh Kelurahan Pangkalan Sesai, sementara Juara Hiburan 5 dimenangkan oleh Kelurahan Pangkalan Sesai. 

Untuk pemenang lomba Lampu Colok, Harapan 3 dimenangkan oleh Kelurahan Mundam, Harapan 2 dimenangkan oleh Kelurahan Tanjung Palas, Harapan 1 dimenangkan oleh Kelurahan Jaya Mukti. Juara 3 diraih oleh Kelurahan Jaya Mukti, Juara 2 diraih oleh Kelurahan Pangkalan Sesai, dan Juara 1 berhasil diraih oleh Kelurahan Teluk Makmur. 

Sementara pemenang Mobil Hias dalam rangka pawai takbir Hari Raya Idul Fitri 1436H yang diikuti oleh seluruh SKPD dilingkungan Pemko Dumai dimenangkan dan diraih oleh; Harapan 3 dimenangkan oleh Kantor Pelayanan Pasar, Harapan 2 dimenangkan oleh BPTPM Kota Dumai, Harapan 1 dimenangkan oleh Kecamatan Dumai Barat

Sementara Juara 3 berhasil diraih oleh Dinas Sosial, Juara 2 diraih oleh Dinas PU, dan Juara 1 diraih oleh BPBD Kota Dumai. Para pemenang yang diumumkan itupun langsung mengambil tempat untuk menerima hadiah dari pihak penyelenggara. Hadiahnyapun jumlahnya cukup menggiurkan. 

Wakil Walikota Dumai H.Agus Widayat yang dalam hal ini secara langsung memberikan hadiah pemenang mengucapkan selamat. Ia berhatap agar anak-anak muda seperti para pemenang dapat terus meningkatkan dan mengasah kemampuan serta kreatifitasnya menjadi lebih bagus lagi dalam memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H. 

"Selamat saya ucapkan pada seluruh pemenang perlombaan lampu colok dan mobil hias, selain mampu menambah semaraknya malam-malam Ramadhan, hal itu juga hal penting adanya hldan harus terus menerus diteruskan adanya dengan menambah kreatifitas pemuda Kota Dumai," pungkasnya.(dow/rtc)

Sunday, August 2, 2015

Kurangi Angka Pengangguran, Wawako Dumai : Perusahaan Wajib Taati Perda Naker

RiauCitizen.com, Hukum - Wakil Walikota Dumai Agus Widayat menghimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di daerah ini untuk taat dan menjunjung tinggi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2014 tentang ketenagakerjaan, hal ini dalam rangka upaya pemerintah mengurangi angka pengangguran. 

"Dalam Perda Nomor 10 tahun 2004 tersebut diatur tentang rekrutmen tenaga kerja yang mensyaratkan perusahaan harus menggunakan perbandingan 70 persen tenaga kerja lokal dan 30 persen boleh diambil dari luar daerah sebagai tenaga ahli," kata Agus Widayat, Sabtu (1/8/15). 

Menurut balon Walikota Dumai yang berpasangan dengan Maman Supriadi ini, Pemerintah Kota Dumai melalui instansi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat telah menandatangani MoU bidang ketenagakerjaan dengan seluruh perusahaan besar di kota Dumai

"Diantara isi MoU-nya adalah perusahaan harus melibatkan Disnakertrans dalam proses penerimaan tenaga kerja baru. Mereka juga diwajibkan melaporkan jumlah tenaga kerja yang sudah bekerja dan kebutuhan tenaga kerja baru. Jangan sampai Perda ini tidak ditaat sebagai mana tertuang dari MoU," paparnya. 

Dikatakan Agus Widayat, MoU tersebut dijadikan alat kontrol pemerintah terhadap kepatuhan perusahaan terhadap Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan dan Perda Nomor 10 Tahun 2004. Karena itu, diharapkan semua perusahaan bisa mematuhi kesepakatan yang tertuang dalam MoU. 

"Padahal langkah yang ada di MoU itu sudah jelas. Misi pemerintah daerah tidak lain yaitu dalam rangka pengentasan angka pengangguran. Kalau MoU itu tidak terlaksana dengan baik, bagaimana angka pengangguran di Kota Dumai bisa berkurang sebagaimana diharapkan bersama," harapnya. 

Secara terpisah, Kepala Disnakertrans Dumai, Amiruddin mengaku terus mengawasi perusahaan agar taat terhadap Perda 10 Tahun 2004 tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan pengecekan ke sejumlah perusahaan untuk mengontrol tenaga kerja yang dipekerjakannya. 

"Jika terbukti ada perusahaan yang tidak taat dengan Perda 10/2004 akan kita berikan teguran. Sebab, kita dari Pemko Dumai sudah jelas dalam MoU itu. Kami harapkan kesadaran seluruh perusahaan untuk jujur dalam memberikan pekerjaan bagi masyarakat tempatan maupun yang didatangkan dari luar daerah," tegasnya.

Amiruddin mengatakan sebelumnya Disnakertrans sudah mensosialisasikan Perda 10 Tahun 2004 melalui kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan. Rata-rata perusahaan menyambut baik Perda tersebut, dan seluruh perusahaan juga tetap akan menjunjung tinggi hasil MoU tersebut.(dow/rtc)

Wednesday, July 29, 2015

Akibat Mabuk, Pria Dumai ini Dihajar Massa Hingga Tewas

RiauCitizen.com, Hukum -  Aksi main hakim sendiri oleh masyarakat terjadi di wilayah hukum Polsek Dumai Barat. Seorang pria yang diduga sedang mabuk, tewas dihajar massa tepatnya dihalaman kantor Security PT.Patra SK Jalan Dockyard, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Senin (27/7/15) dini hari. 

Kapolres Dumai AKBP Suwoyo,SH,SIK,M.Si, melalui Kapolsek Dumai Barat Kompol Sasli Rais,SH, berdasarkan keterangan sementara yang diterima dari beberapa saksi mata, sekitar pukul 23.30 WIB, korban awalnya terlihat di Simpang empat antara jalan Dockyard dengan Jalan Wan Amir, berteriak dan menantang serta melempari para pengendara yang melintas.

"Diduga korban sedang mabuk, dan tidak terkontrol, semua orang yang melintas diteriakin dan dilempari olehnya, bahkan ada kendaraan roda empat mengalami kerusakan cukup parah akibat dilempar, sehingga para pengendara yang menjadi korban pelemparan menjadi marah dan mengamuk," tuturnya. 

Tambahnya lagi, korban langsung di kerumuni dan dikepung warga yang marah, melihat massa yang ramai, korban langsung membuka bajunya dan lari ke semak belukar untuk menyelamatkan diri, sekitar setengah jam sembunyi, korban yang mengira massa sudah membubarkan diri, dan suasana sudah aman, kemudian keluar dari persembunyianya, namun naas sebagian massa masih menunggunya. 

"Masyarakat yang marah melihat pelaku langsung menghalaunya dan menghajar. Puluhan masyarakat yang sudah mengepung, panik lihat massa yang marah, korban melarikan diri ke arah kantor Security PT. Patra SK, dengan maksud untuk mencari pertolongan, dan akhirnya korban terpojok karena petugas jaga sedang patroli," jelas Kompol Sasli. 

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, korban yang terkepung tidak dapat berbuat apa-apa lagi, dirinya langsung menerima bogem mentah dari masyarakat yang memang marah padanya, setelah puas menghajar korban ditinggal oleh para pelaku. 

Pukul 02.30 WIB, personil Polsek Dumai Barat yang mendapatkan informasi langsung menuju ke TKP, dan menemukan korban terkapar bergelimangan darah, dengan kondisi kritis, seketika itu juga Polisi membawa korban ke RSUD Dumai guna mendapatkan perawatan medis. Namun, karena kondisi pria tadi sangat memperihatinkan, akhirnya nyawa pria tersebut sudah tak tertolong lagi. 

"Sebelum meninggal korban sempat menyebutkan bahwa namanya adalah Norman Manurung, dan tinggal di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur," tutur Kapolsek Dumai Barat

Sementara itu, untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polisi menurunkan Tim Identifikasi yang dipimpin Oleh kepala Urusan Identifikasi IPDA Rizal, dan hasil sementara yang didapat, korban dihajar dan dipukuli dengan benda tumpul oleh pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang. 

"Di tempat kejadian perkara, sama-sama kita lihat banyak bongkahan batu, kayu serta kaca pintu dan kantor pecah, ditemui juga meja serta kursi berantakan tidak sesuai dengan susunan awal, serta darah yang sudah mengering dilantai, diperkirakan korban terkepung dan terpojok sehingga tidak bisa menyelamatkan diri," jelasnya. 

Masih kata Kaur Identifikasi, untuk memastikan siapa para pelakunya, pihak berwajib telah membawa satu barang bukti, yakni tabung racun api, yang mana nantinya kita akan melakukan pemeriksaan sidik jari terhadap tabung tersebut. 

Pantauan di lapangan, kondisi korban yang sudah meninggal, terdapat 30 jahitan di bagian kepala, dengan kondisi tulang hidung patah, 10 jahitan dibagian lengan sebelah kiri, bagian dada terdapat luka lecet yang cukup parah, diduga korban sempat diseret oleh para pelaku, dan beberapa tulang rusuk bagian sebelah kiri patah, selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIB jenazah korban dimasukan ke dalam peti es oleh petugas kamat mayat. 

Dan kasus ini masih dalam penyelidikan dan ditangani oleh unit Reserse dan Kriminal Polsek Dumai Barat, serta hingga saat ini Polisi masih melakukan pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.(dow/rtc)

Sunday, July 26, 2015

Maju Pilkada, Zulkifli As Resmi Daftarkan Diri ke KPU Dumai

RiauCitizen.com, Politik - Helat pesta demokrasi rakyat dalam menentukan calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai sudah mulai terasa. Buktinya mulai dari masing-masing balon sudah mendaftarkan diri dan mengantar berkas sebagai peserta pilkada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai Darwis, mengatakan bahwa sudah ada tiga balon kepala daerah yang sudah mengatarkan surat resmi untuk mengikuti Pilkada Dumai. Ketiga balon itu diantaranya pasangan Zulkifli As-Eko Suharjo, pasangan Amris-Sakit (Independen) dan pasangan Abdul Kasim-Nuarini. 

"Sampai saat ini kita sudah menerima tiga berkas pendaftaran dari masing-masing calon. Yang sudah lapor duluan adalah pasangan Abdul Kasim dan Nuraini. Sedangkan untuk pasangan lagi sampai sejauh ini belum ada menginfokan," kata Darwis, kepada awak media usai menerima pendaftaran Abdul Kasim-Nuarini, Ahad (26/7/15). 

Dikatakannya, sampai sejauh ini KPU masih membuka pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai sampai pukul 16.00 WIB dari tanggal 26 hingga 28 Juli 2015. Tambahnya, ada peraturan baru untuk anggota DPRD aktif harus menyerahkan berkas pengunduran diri. 

"Semenjak 60 hari setelah mendaftar sudah harus menyerahkan surat pengunduran diri daru DPRD Dumai. Bagi yang tidak melengkapi persayaratan itu, maka kami akan menggugurkan calon peserta pilkada Dumai," kata Darwis, di Kantor KPU Dumai, Jalan Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur.(dow/rtc)

Thursday, July 23, 2015

Tak Kunjung Miliki Izin, Pantai Marina Dumai Justru Telan Korban Jiwa

RiauCitizen.com, Hukum - Pantai Marina Dumai yang terletak di Kecamatan Medang Kampai terindikasi belum memiliki izin pariwisata dari instansi pemerintah setempat, kendati sudah pernah diresmikan oleh Dinas Pariwisata bersama mitra. 

Ironisnya, belum lama diresmikan, pantai yang terletak berdekatan dengan rumah pribadi Walikota Dumai Khairul Anwar itu sudah memakan korban jiwa yang tak lain adalah pengelola Pantai Marina Zulfadli Karim, sekaligus Direktur BUMD Pembangunan Dumai. 

Dimana untuk mengembangkan objek pariwisata Pantai Marina ini, Dinas Pariwisata dengan PT. Dumai Marina Bahari baru sebatas penjajakan kerjama sama. Lantaran kepala Dinas Pariwisata Taufik Ibrahim, tersandung masalah hukum, kerjasama itu urung dilaksanakan hingga akhirnya melahirkan izin pariwisata. 

Kemudian mengenai masalah memakan korban, seorang warga jalan Paus, Kelurahan Pangkalan Sesai, Ahad (19/7) lalu, meninggal dunia, usai kendaraan Jetski yang ia gunakan terbalik di kawasan wisata pantai Marina Dumai

Diduga korban tenggelam lantaran tidak menggunakan pelampung, sedangkan istri dan anaknya berhasil selamat. Informasi yang dirangkum dari kepolisian, korban ini bernama Zulfadli (45). Ia juga Direktur BUMD Dumai ini tak berhasil selamat dalam kecelakaan Jeski yang ia kemudikan. 

"Kecelakaan ini pada Sabtu sore kemarin sekitar pukul 16.30 WIB, di kawasan wisata pantai Marina Dumai. Korban menaiki jetski bertiga dengan istri dan anaknya," sebut Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto, kepada sejumlah awak media. 

Sebelum kejadian, almarhum Zul berangkat dari Pelabuhan H Abu Dumai menggunakan jetski menuju pantai Marina, bersama istri dan anak nya. Saat itu korban tidak menggunakan Let Jaket (pelampung), sementara istri dan anaknya menggunakan Let Jaket. 

Sesampainya di pantai Marina, korban terlihat melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya terjatuh. Ia pun tenggelam, sementara istri dan anaknya terapung karena memakai pelampung. Warga yang melihat peristiwa tersebut langsung menyelamatkan Korban dan membawanya kerumah sakit Umum. 

Sebagai data tambahakan, bahwa korban bernama Zulfadli Karim tersebut merupakan pengelola Pantai Marina Dumai, yaitu dari PT. Dumai Marina Bahari. Korban selain menjabat sebagai orang penting di perusahaan itu, dia juga menjabat sebagai Direktur BUMD PT. Pembangunan Dumai.(dow/rtc)

Tuesday, July 14, 2015

Buruknya Layanan Pelabuhan Dumai, Kadishub Riau Berang

RiauCitizen.com, Ekonomi - Dinas Perhubungan Provinsi Riau mengkritisi PT Pelabuhan Indonesia I karena lalai memperbaiki pelayanan di Pelabuhan Klas I Dumai menjelang Idul Fitri 1436 H.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Riau, Rahmad Rahim, saat melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Dumai, Selasa. Pemicunya adalah karena saat mengecek terminal kedatangan kapal fery, Rahmad Rahim menemukan alat pendingin udara (AC) di area tersebut dalam kondisi rusak.

Rusaknya AC banyak dikeluhkan oleh pengguna jasa fery karena terminal kedatangan menjadi pengap dan panas, apalagi dalam kondisi ramai penumpang saat arus mudik Lebaran. Rahmad Rahim makin terlihat emosi karena mendapat laporan bahwa kerusakan mesin AC sudah berlangsung lama dan telah menjadi temuan oleh Dinas Perhubungan Kota Dumai, namun pihak Pelindo tidak kunjung memperbaikinya.

"Ini sudah H-3 (Lebaran), harus secepatnya AC diperbaiki di terminal kedatangan," ujar Rahmad.

Ia menjelaskan dirinya mewakili Gubernur Riau melakukan Sidak untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas perhubungan menjelang Lebaran. Ia mengaku terkejut mendapati pelayanan di Pelabuhan Dumai, yang juga melayani pelayaran internasional, dalam kondisi kurang diperhatikan oleh Pelindo selaku operator pelabuhan.

Menurut dia, seharusnya Pelindo selaku perusahaan negara yang memiliki pengalaman panjang dalam industri pelayaran bisa lebih memperhatikan aspek keselamatan dan pelayanan untuk penumpang.

"Bukan hanya keselamatan yang oke, tapi pelayanannya tidak diperhatikan. Kondisi ini sudah tidak layak untuk pelabuhan internasional," katanya.

Ia menyayangkan pihak Pelindo tidak kooperatif memberikan klarifikasi terkait buruknya pelayanan di terminal kedatangan. Menurut dia, apabila Pelindo tidak segera memperbaiki layanannya di Pelabuhan Dumai, maka pemerintah daerah akan mencari cara untuk mengambilalihnya. 

"Kalau secara aturan bisa diambil alih, kita siap untuk mengelolanya. Pada prinsipnya kita ingin pelayanan terbaik untuk masyarakat, dan kalau Pelindo tidak mampu lebih baik Pemda yang mengelolanya," katanya.

Selama ini Pelindo mendapat kepercayaan dari Kementerian Perhubungan untuk mengelola Pelabuhan Dumai. Namun, ia menyayangkan pengawasan dari pihak kementerian kurang kuat sehingga pelayanan yang buruk masih sering terjadi.(dow/anr)

Monday, July 13, 2015

Dialokasikan Rp 100 Miliar, Dumai Paling Kecil Terima Bantuan Dana APBD Riau

RiauCitizen.com, Ekonomi - Kota Dumai selama ini mendapat dana bantuan dari Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau paling kecil ketimbang kabupaten-kota lainnya. Untuk tahun 2015 sendiri, Kota Dumai mendapat bantuan kurang dari Rp100 miliar. 

"Kota Dumai mendapat bantuan paling kecil ketimbang daerah lainnya untuk APBD Riau. Bantuan paling besar di wilayah Riau Pesisir itu didapat oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah Rp400 miliar lebih di tahun 2015 ini," kata Waka DPRD Riau Sunaryo, kepada awak media, baru-baru ini. 

Dengan minimnya bantuan dana yang bersumber dari APBD Riau itu, Sunaryo, berjanji kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Dumai untuk meningkatkan anggaran di APBD Riau 2016 mendatang. Sebab, sejauh ini pembangunan Kota Dumai dan kesejahteraan masyarakat masih perlu perhatian. 

"Saya sudah duduk dengan beberapa anggota DPRD Riau dapil Dumai-Bengkalis-Meranti, untuk memperjuangkan daerahnya masing-masing. Kalau Dumai sudah jelas ada dua anggota DPRD Riau yang sudah duduk, termasuk saya dan Eko Suharjo. Kita akan mendukung program pembangunan Pemko Dumai," katanya. 

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, juga akan berusaha memaksimalkan kinerjanya sebagai wakil rakyat di DPRD Riau. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungking menampung aspirasi baik dari masyarakat maupun Pemko Dumai, tentunya mewujudkan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Dumai

"Kemarin Dumai belum memiliki wakil rakyatnya yang duduk di DPRD Riau, kini Kota Dumai sudah memiliki dua orang. Tentu dua orang yang duduk ini akan memaksimalkan kinerjanya demi kepentingan dan kemajuan pembangunan Kota Dumai, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Sunday, July 12, 2015

Konsumsi Sabu, Oknum PNS Dumai Ditangkap Polisi

RiauCitizen.com, Hukum - Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota Dumai kembali ditangkap polisi. Penangkapan itu dilakukan bukan karena skandal dugaan korupsi, tapi masalah mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. 

Kapolres Dumai AKBP Suwoyo, kepada wartawan, Sabtu (11/7/15) petang membenarkan penangkapan seorang oknum PNS berinisial BK, warga Jalan Soekarno-Hatta. Penangkapan itu dilakukan oleh anggota Polsek Bukit Kapur. 

"Benar kita berhasil mengamankan seorang oknum PNS yang sedang mengonsumsi sabu. Saat diamankan polisi, tersangka diduga bersama seorang pengedar yang berhasil kabur dari sergapan petugas," katanya. 

Dalam operasi penggrebekan, lanjut Suwoyo, tersangka BK diamankan petugas di kediaman rekannya di di Jalan Soekarno-Hatta Dumai dan tidak dapat mengelak karena terdapat barang bukti sabu-sabu dan langsung disita. 

"Alat bukti yang disita yaitu alat hisap bong dan 1 paket kecil sabu, serokan sabu, pipet penghisap, aluminium foil, pemantik api dan gunting. Penangkapan ini berawal informasi dari masyarakat yang masuk ke kita," jelasnya. 

Ditambahkan mantan Kapolres Indragiri Hilir ini, narkoba jenis sabu itu diduga berasal dari tersangka kabur berinisial TH yang kini terus diburu anggota dan sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang dalam kasus ini. 

Ditempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Dumai Sepranef Syamsir menegaskan bahwa jika terbukti terlibat narkoba maka bersangkutan terancam dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. 

Menurutnya, sanksi terberat yakni terancam dicabut statusnya sebagai PNS, terlebih lagi jika divonis diatas tiga tahun kurungan penjara. "Oknum tersebut bakal diberhentikan sementara dari jabatan atau terancam tidak memperoleh kenaikan pangkat," jelasnya. 

Penangkapan BK ini menambah daftar panjang penyalahgunaan narkotika di kalangan PNS Pemerintah Kota Dumai dengan total ada enam tersangka mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Masalah ini menjadi cambuk bagi Pemerintah Kota Dumai. (dow/rtc)

Tuesday, July 7, 2015

Ketekunan Selama 10 Tahun, Aktivis Lingkungan Wujudkan Wisata Bandar Bakau Dumai

RiauCitizen.com, Lingkungan - Seorang aktivis lingkungan di Kota Dumai Darwis Saleh, berhasil mewujudkan suatu objek wisata alam bandar bakau di tepi pantai berkat perjuangan bersama yang keras dan gigih selama hampir 10 tahun. 

"Sejak 2005 silam saya berjuang dari nol untuk mewujudkan suatu kawasan pelestarian tumbuhan pesisir pantai hingga akhirnya terbentuk menjadi salah satu objek wisata alam di Dumai," kata Darwis, Senin (6/7/15). 

Dia menjelaskan, wisata alam yang berdiri diatas lahan PT Pelindo seluas 20 hektar ini sudah memiliki koleksi 24 jenis tanaman mangrove dari seluruh Indonesia untuk kepentingan pelestarian lingkungan pantai dan riset mahasiswa. 

Berbagai unggulan dan kegiatan peduli lingkungan diterapkan di kawasan konservasi mangrove ini, seperti mengadakan sekolah alam setaraf sekolah dasar, pustaka, pembersihan sampah pantai dan bank mangrove serta satwa ular bakau. 

"Kita ingin menjadikan wisata alam bandar bakau ini sebagai pusat tumbuhan mangrove terlengkap di Indonesia dan tempat mendidik anak sejak dini untuk peduli dan cinta terhadap lingkungan," jelasnya. 

Kawasan yang terus dikembangkan menjadi wisata alam unggulan daerah di pesisir Propinsi Riau ini setiap harinya mendapat kunjungan masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa sedikitnya 30 hingga 40 orang. 

Sebagian besar pengunjung datang, menurut budayawan Dumai ini, selain untuk sekedar menikmati panorama alam pantai di tengah tumbuhan mangrove, juga menjadi lokasi riset berbagai perguruan tinggi. 

"Sekolah alam kini memiliki 67 peserta didik dan kita baru saja melepaskan tiga orang alumni yang telah menyelesaikan pendidikan dengan sertifikat ilmu lingkungan untuk keperluan masuk ke perguruan tinggi," terangnya. 

Kedepan, pihaknya akan terus memperjuangkan berbagai fasilitas publik dan sarana umum untuk melengkapi objek wisata alam ini menjadi unggulan dan dikunjungi banyak masyarakat. 

Diketahui, jelang musim libur sekolah dan lebaran, Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Dumai terus mempercantik Pantai Marina Indah Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai sebagai objek wisata andalan lainnya. 

Kabid Pariwisata Disbudparpora Dumai Suwandi menyebutkan, pantai dengan pemandangan alam mempesona itu akan diupayakan dilengkapi berbagai aneka permainan air agar pada saat lebaran menjadi kunjungan pilihan bagi masyarakat Dumai. 

"Pantai ini mulai dikembangkan 2013 lalu dan pemerintah akan menjadikan sebagai objek wisata andalan agar masyarakat tidak lagi harus keluar kota mencari sarana rekreasi keluarga," sebut dia. 

Pantai marina kini sudah memiliki fasilitas permainan seperti banana boat, flying fish, donat, mega mambo dan lainnya dengan dua unit speed boat disiagakan sebagai pendukung. 

Selain itu, dari areal pantai dibangun juga fasilitas gazebo, mushalla, toilet, kantin dan areal parkir serta akses infrastruktur jalan yang sudah semenisasi oleh pemerintah. (dow/rtc)

Sunday, July 5, 2015

Acuan Cuti Bersama, Pemko Dumai Keluarkan Surat Edaran Libur Lebaran

RiauCitizen.com, Politik - Pemerintah Kota Dumai mengeluarkan surat edaran tentang hari libur dan cuti bersama bertepatan pada perayaan hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Surat edaran itu secara langsung dikelurkan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Dumai

"Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Dumai diminta mematuhi Surat Edaran (SE) Nomor 800/BKD-PK/SE/523 tersebut. Hari libur jatuh pada tanggal 17 dan 18 Juli 2015. Sedangkan cuti bersama jatuh pada tanggal 16, 20 dan 21 Juli 2015," ujarnya Kepala BKD Dumai Sepranef Syamsir, kemarin. 

Dikatakan Sepranef, dengan dikeluarkannya SE tersebut maka ASN Pemerintah Kota Dumai yang akan mudik jangan lupa memperhatikan hari libur dan cuti bersama yang mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri Repbulik Indonesia. 

"Ini acuannya SKB tiga menteri yaitu Menteri Agama Nomor 5 tahun 2014, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 3/SKB/Men/V/2014 dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 02/SKB/MENPAN/V2014," tambahnya. 

Sedangkan tentang libur dan cuti bersama ini, katanya, sudah diedarkan kepada seluruh Satker di lingkungan Pemko Dumai. Sehubungan dengan hal tersebut, setiap pimpinan SKPD diminta melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan hari libur dan cuti bersama di lingkunganya. 

"Jangan sampai ASN dan honorer menambah hari libur. Untuk Satuan Kerja yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat luas, seperti rumah sakit, puskesmas, Dinas Perhubungan dan lainnya, pimpinan SKPD agar mengatur pelaksanaan hari libur nasional dan cuti bersama," pungkasnya.(dow/rtc)

Saturday, July 4, 2015

Lakukan Verifikasi, Panwaslu Dumai belum Temukan Adanya Permasalahan Calon Independen

RiauCitizen.com, Politik - Proses verifikasi faktual yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Dumai sampai saat ini belum menemukan dukungan masyarakat yang bermasalah terhadap pasangan jalur independen. 

Ketua Panwaslu Kota Dumai Yossi Rinaldi, kepada sejumlah awak media mengatakan karena tidak ada laporan resmi, jadi di anggap belum ada temuan dukungan yang bermasalah dalam verifikasi faktual terhadap dukungan pasangan perorangan. 

"Belum ada temuan, meski di tengah masyarakat mulai berkembang tanggapan dan bantahan penolakan dukungan terhadap pasangan calon perseorangan Dumai yaitu Amris dan Sakti. Kita akan mersepon apabila dilaporkan secara resmi," ujarnya, Jumat (3/7/15). 

Dijelaskan Yossi, reaksi yang mengemuka di masyarakat tersebut dianggap bukan temuan karena secara resmi belum ada laporan masuk ke pihak Panwas. "Proses verifikasi faktual dukungan masih berjalan dan sejauh ini kami belum ada temuan," ungkapnya. 

Dilanjutkan Yossi, Panwaslu Kota Dumai siap mengawal dan mengawasi proses verifikasi faktual dukungan calon perseorangan yang dilakukan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dumai. Panwas Kecamatan sebanyak 21 orang, resmi memulai pengawasan verifikasi faktual dukungan sejak Rabu 1 Juli lalu usai dilantik 30 Juni 2015 kemarin. 

Sejumlah warga RT 05 Kelurahan Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur kaget saat didatangi petugas verifikasi karena merasa tidak pernah mendukung pasangan calon independen Amris-Sakti dan keberatan ketika mengetahui KTP dan tanda tangan ada dalam berkas dukungan. 

Ketua RT 05 Kelurahan Buluh Kasap Maswardi menyebutkan, warga di kawasan itu awalnya mengumpulkan KTP karena diberi harapan menerima hadiah menarik, bukan untuk mendukung calon walikota. 

"Banyak warga kami yang tidak bersedia memberi dukungan kepada pasangan calon independen tersebut karena mereka sama sekali tidak diberitahu soal mendukung dalam pilkada nanti," jelasnya.(dow/rtc)

Thursday, July 2, 2015

Ambil Sampel Takjil, Diskes Dumai Temukan Boraks

RiauCitizen.com, Kesehatan - Hasil pemeriksaan laboraturium jajanan pasar Ramadhan yang diambil dari beberapa hari diambil sampelnya oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai menemukan kandungan berbahaya seperti boraks dan rodamin B. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Paisal, mengatakan zat berbahaya tersebut ditemukan pada mie basah atau mie kuning, cincau dan buah delima. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh pedagang untuk berlaku curang dalam menjajakan makanannya. 

"Hasil pemeriksaan di laboratorium mie kuning dan cincau positif mengandung boraks dan delima mengandung Rodamin B. Ini sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia. Apalagi bertepatan dengan bulan puasa seperti ini," kata Paisal, kepada sejumlah awak media, Kamis (2/7/15). 

Ditambahkan Paisal, pengambilan sampel jajanan di pasar ramadhan itu dilakukan sejak 21 Juni 2015 lalu. Tim Diskes Dumai telah melakukan pengambilan sampel terhadap makanan dan minuman yang dijajakan di pasar-pasar ramadhan. 

"Sampel kita ambil di sepuluh titik pasar ramadhan, mulai dari Pasar Sudirman, Jaya Mukti, Sukajadi, Anggur, Pulau Payung, Simpang Dock Yard, Marlan Jaya, Kelapa, Bagan Besar dan Pasar Ramadhan Janur Kuning, dan hasilnya ditemukan kandung berbahaya," tambahnya. 

Setelah mengambil sampel, kata dia, Tim Diskes Dumai langsung melakukan pemeriksaan sampel di Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Dumai. Hasilnya, sampel dari Pasar Ramadhan Sudirman dan Anggur, Pulau Payung positif mengandung boraks itu dari makanan jenis mie. 

Sedangkan buah delima yang diambil dari pasar Pulau Payung juga ditemukan mengandung boraks dan rodamin B, begitu juga cincau setelah diperiksa dilaboratorium hasilnya positif mengadnung boraks dan mie pecal dari Marlan jaya juga positif mengandung boraks. 

"Makanan yang mengandung Borax rata-rata terbuat dari mie kuning. Kami imbau kepada seluruh konsumen untuk berhati-hati membeli makanan sebagai tambahan menu berbuka puasa di Pasar Ramadhan. Jadilah konsumen yang pintar setiap membeli makanan," pungkasnya.(dic/rtc)

Wednesday, October 24, 2012

Inilah Daftar 12 Kabupaten / Kota di Provinsi Riau

Provinsi Riau
BERITA RIAU, RIAU - Riau (Jawi :رياو) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota besar lainnya antara lain Dumai, Selat Panjang, Bagansiapiapi, Bengkalis, Bangkinang dan Rengat.

Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. 

Berikut Daftar Kabupaten / Kota di Provinsi Riau :

No. Kabupaten/Kota         Ibu kota

1 Kabupaten Bengkalis         Bengkalis
2 Kabupaten Indragiri Hilir Tembilahan
3 Kabupaten Indragiri Hulu Rengat
4 Kabupaten Kampar         Bangkinang
5 Kabupaten Kuantan Singingi         Taluk Kuantan
6 Kabupaten Pelalawan         Pangkalan Kerinci
7 Kabupaten Rokan Hilir         Bagan Siapi-api
8 Kabupaten Rokan Hulu         Pasir Pengaraian
9 Kabupaten Siak         Siak Sri Indrapura
10 Kabupaten Kepulauan Meranti Selatpanjang
11 Kota Dumai
12 Kota Pekanbaru

KOTA PEKANBARU

Nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama "Senapelan" yang pada saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin. Daerah yang mulanya sebagai ladang, lambat laun menjadi perkampungan. Kemudian perkampungan Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi muara sungai Siak.

Nama Payung Sekaki tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan. Perkembangan Senapelan berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Diperkirakan istana tersebut terletak di sekitar Mesjid Raya sekarang. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mempunyai inisiatif untuk membuat Pekan di Senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu disekitar pelabuhan sekarang.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 21 Rajah 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi "Pekan Baharu" selanjutnya diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Mulai saat itu sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer sebutan "PEKAN BAHARU", yang dalam bahasa sehari-hari disebut PEKANBARU.

Berikut Daftar Kecamatan di Kotamadya Pekanbaru :

1. Bukit Raya, 
2. Lima Puluh, 
3. Marpoyan Damai, 
4. Payung Sekaki, 
5. Pekanbaru Kota, 
6. Rumbai, 
7. Rumbai Pesisir, 
8. Sail, 
9. Senapelan, 
10. Sukajadi, 
11. Tampan, 
12. Tenayan Raya

KOTA DUMAI

Nama Dumai menurut cerita rakyat tentang Puteri Tujuh, berasal dari kata di lubuk dan umai (sejenis binatang landak) yang mendiami lubuk tersebut. Karena sering diucapkan cepat, lama kelamaan kata-kata tersebut bertaut menjadi d´umai dan selanjutnya menjadi dumai.

Pada era tahun 1930-an, Dumai merupakan suatu dusun nelayan kecil yang terdiri atas beberapa rumah nelayan. Penduduknya bertambah ketika Jepang mendatangkan kaum romusha (pekerja paksa jaman penjajahan Jepang) dari Jawa.

Berikut Daftar Kecamatan di Kotamadya Dumai :

1. Dumai Kota, 
2. Dumai Selatan, 
3. Sungai Sembilan, 
4. Medang Kampai, 
5. Bukit Kapur, 
6. Dumai Timur, 
7. Dumai Barat


Kabupaten Bengkalis dengan ibukota Bengkalis merupakan salah satu dari 11 kabupaten/kota di Propinsi Riau. Wilayahnya mencakup daratanbagian pesisirTimur pulau Sumatera. Secra Geografis, posisi wilayah Kabupaten Bengkalis pada posisi 2º30´-0º17´ Lintang Utara dan 100º52´-102°10´ Bujur Timur, Wilayah Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulai dan daratan serta memiliki kawasan pesisir dan laut dengan garis pantai sepanjang 446 Km.

Kabupaten Bengkalis memiliki letak yang sangat strategis, berada di tepi alur pelayaran internasional, yang paling sibuk di dunia, yakni Selat Malaka serta berada pada kawasan segotoga pertumbuhan ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT).

Berikut Daftar Kecamatan di Kotamadya Dumai :

1. Sekodi, 
2. Kelemantan, 
3. Ketam Putih, 
4. Pematang Duku, 
5. Penebal, 
6. Tameran, 
7. Penampi, 
8. Sungai Alam, 
9. Air Putih, 
10. Senggoro, 
11. Rimba Sekampung, 
12. Bengkalis Kota, 
13. Wonosari, 
14. Damon, 
15. Kelapapati, 
16. Pedekik, 
17. Pangkalan Batang, 
18. Sebauk, 
19. Teluk Latak, 
20. Meskom, 
21. Kuala Alam, 
22. Kelebuk, 
23. Palkun, 
24. Sungai Batang, 
25. Prapat Tunggal, 
26. Simpang Ayam, 
27. Senderak, 
28. Kelemantan Barat, 
29. Damai, 
30. Pangkalan Batang Barat, 
31. Pematang Duku Timur

KABUPATEN INHIL

Kabupaten Indragiri Hilir resmi menjadi Daerah Tingkat II berdasarkan Undang-undang No. 6 Tahun 1965 tanggal 14 Juni 1965 ( LN RI No. 49 ).

Kabupaten Indragiri Hilir terletak di pantai Timur pulau Sumatera, merupakan gerbang selatan Propinsi Riau, dengan luas daratan 11.605,97 km² dan peraiaran 7.207 Km² berpenduduk kurang lebih 683.354 jiwa yang terdiri dari berbagai etnis, Indragiri Hilir yang sebelumnya dijuluki ”Negeri Seribu Parit” yang sekarang terkenal dengan julukan “NEGERI SERIBU JEMBATAN” dikelilingi perairan berupa sungai-sungai besar dan kecil, parit, rawa-rawa dan laut, secara fisiografis Kabupaten Indragiri Hilir beriklim tropis merupakan sebuah daerah dataran rendah yang terletak diketinggian 0-4 meter di atas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Inhil :

1. Reteh, 
2. Kuala Enok, 
3. Kuindra, 
4. Tembilahan, 
5. Tempuling, 
6. Gaung Anak Serka, 
7. Mandah, 
8. Kateman, 
9. Keritang, 
10. Tanah Merah, 
11. Batang Tuaka, 
12. Gaung, 
13. Tembilahan Hulu, 
14. Kemuning, 
15. Pelangiran, 
16. Teluk Belengkong, 
17. Kempas, 
18. Pulau Burung, 
19. Concong, 
20. Sungai Batang

KABUPATEN KAMPAR

Berdasarkan surat keputusan Gubernur Militer Sumatera Tengah Nomor : 10/GM/STE/49 tanggal 9 Nopember 1949, Kabupaten Kampar merupakan salah satu Daerah Tingkat II di Propinsi Riau terdiri dari Kawedanaan Palalawan, Pasir Pangarayan, Bangkinang dan Pekanbaru Luar Kota dengan ibu kota Pekanbaru. Kemudian berdasarkan Undang-undang No. 12 tahun 1956 ibu kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang dan baru terlaksana tanggal 6 Juni 1967.

Semenjak terbentuk Kabupaten Kampar pada tahun 1949 sampai tahun 2006 sudah 21 kali masa jabatan Bupati Kepala Daerah. Sampai Jabatan Bupati yang keenam (H. Soebrantas S.) ibu kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang berdasarkan UU No. 12 tahun 1956.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Kampar :

1. Bangkinang, 
2. Bangkinang Barat, 
3. Bangkinang Seberang, 
4. Gunung Sahilan, 
5. Kampar, 
6. Kampar Kiri, 
7. Kampar Kiri Hilir, 
8. Kampar Kiri Hulu, 
9. Kampar Timur, 
10. Kampar Utara, 
11. Perhentian Raja, 
12. Rumbio Jaya, 
13. Salo, 
14. Siak Hulu, 
15. Tambang, 
16. Tapung, 
17. Tapung Hilir, 
18. Tapung Hulu, 
19. XIII Kota Kampar, 
20. Kampar Kiri Tengah, 
21. Koto Kampar Hulu

KABUPATEN KUANSING

Kabupaten Kuantan Singingi secara geografis, geoekonomi dan geopolitik terletak pada jalur tengah lintas sumatera dan berada dibagian selatan Propinsi Riau, yang mempunyai peranan yang cukup strategis sebagai simpul perdagangan untuk menghubungkan daerah produksi dan pelabuhan, terutama pelabuhan kuala enok. Dengan demikian Kabupaten Kuantan Singingi mempunyai peluang untuk mengembangkan sektor-sektor pertanian secara umum, perdagangan barang dan jasa, transportasi dan perbankan serta pariwisata. Kabupaten Kuantan Singingi merupakan pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 53 tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Natuna, Karimun, Kuantan Singingi dan Kota Batam. Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari 12 (dua belas) kecamatan dengan luas wilayah 7,656,03 km2, yang berada pada posisi antara 0000 -10 00 Lintang Selatan dan 1010 02 -  1010 55 Bujur Timur.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Kuansing :

1. Benai, 
2. Cerenti, 
3. Gunung Toar, 
4. Hulu Kuantan, 
5. Inuman, 
6. Kuantan Hilir, 
7. Kuantan Mudik, 
8. Kuantan Tengah, 
9. Logas Tanah Darat, 
10. Pangean, 
11. Singingi, 
12. Singingi Hilir

KABUPATEN PELALAWAN

Kabupaten Pelalawan dibentuk berdasarkan UU. No. 53 Tahun 1999, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kampar, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 12 Oktober 1999. Sementara peresmian operasionalnya dilakukan oleh Bapak Gubernur Riau pada tanggal 5 Desember 1999, dimana Pangkalan Kerinsi sebagai Ibu Kota Kabupaten Pelalawan. 

Pembentukan Kabupaten Pelalawan atas dasar Kesepakatan dan Kebulatan Tekad bersama yang dilakukan melalui musyawarah besar masyarakat Kampar Hilir pada tanggal 11 s/d 13 April 1999 di Pangkalan Kerinci. Rapat tersebut menghadirkan seluruh komponen masyarakat yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Lembaga-Lembaga Adat, Kaum Intelektual, Cerdik Pandai dan Alim Ulama. Dari musyawarah besar tersebut ditetapkan Pelalawan yang bermula dari Kerajaan Pekantua, yang melepaskan diri dari Kerajaan Johor tahun 1699 M, kemudian berkuasa penuh atas daerah ini. 

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Pelalawan :

1. Langgam, 
2. Pangkalan Kerinci, 
3. Bandar Sei Kijang, 
4. Pangkalan Kuras, 
5. Ukui, 
6. Pangkalan Lesung, 
7. Bunut, 
8. Pelalawan, 
9. Bandar Petalangan, 
10. Kerumutan, 
11. Teluk Meranti dan 
12. Kuala Kampar

KABUPATEN ROHUL

Kabupaten Rokan Hulu, merupakan sebuah kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kampar, yang berdiri pada tanggal 12 Oktober 1999 berdasarkan kepada UU Nomor 53 tahun 1999 dan UU No 11 tahun 2003 tentang perubahan UU RI No 53 tahun 1999, yang diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004.

Kabupaten yang diberi julukan sebagai Negeri Seribu Suluk ini mempunyai penduduk sebanyak 515.724 jiwa dengan luas wilayah 7.449,85 km2, dimana 85% terdiri dari dataran dan 15% rawa-rawa dan perairan. 

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Rohul :

1. Bangun Purba, 
2. Bonai Darussalam,
3. Kabun, 
4. Kepenuhan, 
5. Kepenuhan Hulu, 
6. Kunto Darussalam, 
7. Pagaran Tapah Darussalam,  
8. Pendalian V Koto,  
9. Rambah,
10. Rambah Hilir,  
11. Rambah Samo,  
12. Rokan IV Koto,  
13. Tambusai,  
14. Tambusai Utara, 
15. Tandun, 
16. Ujung Batu

KABUPATEN ROHIL

Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Kerajaan Siak. Distrik pertama didirikan Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1980. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Cina berkembang pesat, maka Belanda memindahkan Pemerintahan Kontroleur-nya ke Kota Bagansiapiapi pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap dikota Bagansiapiapi guna mengimbangi pelabuhan lainya di Selat Malaka hingga Perang Dunia Pertama usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan kedalam Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. 

Bekas wilayah kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangko serta kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kabupaten Baru di Provinsi Riau sesuain dengan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999. Selanjutnya dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 ditetapkan Bagansiapiapi sebagai Ibukota Kabupaten Rokan Hilir.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Rohil :

1. Bangko, 
2. Sinanboi, 
3. Rimba Melintang, 
4. Bangko Pusako, 
5. Tanah Putih Tg Melawan, 
6. Tanah Putih, 
7. Bagan Sinembah, 
8. Pujud, 
9. Simpang Kanan, 
10. Pasir Limau Kapas, 
11. Batu Hampar, 
12. Rantau Kopar, 
13. Pakaitan, 
14. Kubu Babussalam.
Bentang alam Kabupaten Siak sebagian besar terdiri dari dataran rendah di bagian Timur dan sebagian dataran tinggi di sebelah barat. Pada umumnya struktur tanah terdiri dan tanah podsolik merah kuning dan batuan, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah. Lahan semacam ini subur untuk pengembangan pertanian, perkebunan dan perikanan. Daerah mi beriklim tropis dengan suhu udara antara 25° -- 32° Celsius, dengan kelembaban dan curah hujan cukup tinggi. 
       
Selain dikenal dengan Sungai Siak yang membelah wilayah Kabupaten Siak, daerah ini juga terdapat banyak tasik atau danau yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

Sungai Siak sendiri terkenal sebagai sungai terdalam di tanah air, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, terutama sebagai sarana transportasi dan perhubungan. 
Namun potensi banjir diperkirakan juga terdapat pada daerah sepanjang Sungai Siak, karena morfologinya relatif datar.

Selain Sungai Siak, daerah ml juga dialiri sungai-sungai lain, yaitu: Sungai Mandau, Sungai Gasib, Sungai Apit, Sungai Tengah, Sungai Rawa, Sungai Buantan, Sungai Limau, dan Sungai Bayam. Sedangkan danau-danau yang tersebar di daerah ini adalah: Danau Ketialau, Danau Air Hitam, Danau Besi, Danau.

Berikut Daftar kecamatan di Kabupaten Siak :

1. Siak, 
2. Sungai Apit, 
3. Pusako, 
4. Bungaraya, 
5. Dayun, 
6. Sungai Mandau, 
7. Sabak Auh, 
8. Mempura, 
9. Koto Gasib, 
10. Tualang, 
11. Kerinci Kanan, 
12. Minas, 
13. Kandis
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas nama Presiden Susilo Bambang Yudoyono secara resmi melantik enam bupati dan satu walikota daerah pemekaran, Selasa (26/05/2009) ini di Jakarta . Salah satu yang menjabat bupati daerah pemerkan baru tersebut adalah Drs Syamsuar untuk Plt Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. 

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Menteri Dalam Negeri itu secara langsung juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Asistem I Setdaprov Riau Abdul Latif, Asisten III M Ramli Walid.

Mendagri Mardiyanto dalam amanatnya mengatakan, pemekaran wilayah diharapkan akan meningkatkan segala percepatan pembangunan, pemerataan pembbangunan serta pelayanan yang selama ini dikeluhkan akan tercapai. Sehingga pejabat yang telah dilantik ini kiranya mampu memanfaatkan tugas tersebut dengan baik.

Berikut Daftar kecamatan di Kabupaten Kep Meranti :

1. Tebing Tinggi, 
2. Tebing Tinggi Barat, 
3. Rangsang, 
4. Rangsang Barat, 
5. Merbau, 
6. Pulau Merbau, 
7. Tebing Tinggi Timur, 
8. Putri Puyu, 
9. Rangsang Pesisir