Showing posts with label Inhil. Show all posts
Showing posts with label Inhil. Show all posts

Saturday, November 14, 2015

Bupati Wardan Pimpin 700 Peserta Pawai Kafilah Inhil di MTQ Riau di Siak

BERITA RIAU, INDRAGIRI HILIR - Kabupaten Indragiri menurunkan 700 peserta di Pawai Ta'aruf MTQ ke-34 Provinsi Riau, Sabtu (14/11/15). Bupati Inhil HM memimpin langsung barisan kafilah Inhil. 

Tampak kegiatan yang dilepas Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau di depan kompleks kediaman Bupati Siak Syamsuar ini. 

Defile kafilah Inhil menampilkan miniatur masjid dan puri tujuh yang melambangkan simbol kota Ibadah, Gerakan Maghrib Mengaji dan sejarah berdirinya Kabupaten Inhil

Tampak Bupati Inhil HM Wardan didampingi Ketua DPRD Dani M Nursalam dan Plt Sekda Fauzar memimpin langsung kafilah Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini. 

Saat melintas di depan panggung kehormatan, dipersembahkan tari Zikir Shalawat. Juga pemberian cenderamata oleh Bupati Inhil HM Wardan kepada Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Siak Syamsuar.(dow/adv)

Friday, November 13, 2015

Angkat Jembatan Reteh yang Roboh, Pemprov Riau Kucurkan Dana Rp 70 M

BERITA RIAU, INDRAGIRI HILIR - Pemerintah Provinsi Riau akan mengucurkan dana Bantuan Tidak Tetap atau BTT untuk perbaikan jembatan sungai reteh yang roboh. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Keritang dengan Kecamatan Kemuning itu beberapa pekan lalu, ambruk karena kondisinya yang sudah tua.

Jembatan Penghubung Kecamatan Kemuning dan Keritang
di Indragiri Hilir yang Rubuh Beberapa Waktu Lalu
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau, Syafril Tamun mengatakan, sebesar Rp 1,1 miliar anggaran itu dikucurkan untuk mengangkat kembali jembatan itu. Sementara ini, untuk pembangunan secara permanen akan dikucurkan tahun 2016. Dengan pagu anggaran sebesar Rp 70 miliar. Ditargetkan hanya  satu sampai dua bulan jembatan itu sudah bisa digunakan masyarakat. 

"Tahap pertama akan kami kucurkan Rp 50 milyar," katanya.

Asisten II Pemprov Riau, Masperi, menyebutkan bahwa, hingga saat ini, penyaluran anggaran itu tinggal menunggu teken Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman. Jika proses administrasi sudah selesai anggaran itu akan segera dikucurkan. 

"Anggaran yang dibantu Pemprov itu untuk sementara ini hanya untuk mengangkat jembatan itu agar bisa difungsikan oleh masyarakat," sambungnya.

Jika dana tersebut telah ditransfer, PU bisa langsung melakukan penunjukan langsung terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya PL ini khusus untuk fungsionalisasi jembatan saja.  Biaya sebesar Rp 1,1 miliar yang dikucurkan itu hanya sebatas untuk fungsional saja

"Sekarang sedang dalam proses. Kalau selesai hari ini, kita kucurkan dananya. Jembatan akan diperbaiki, kemungkinan satu atau dua bulan sudah bisa difungsikan kembali," kata Masperi.(dow/btp)

Monday, August 17, 2015

Misterius, 11 Kuburan di Desa Kuala Selat, Inhil Terbongkar

RiauCitizen.com, Hukum - Masyarakat Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman dihebohkan kasus pembongkaran makam secara misterius, tanpa diketahui pelaku dan motifnya. 

Berdasarkan informasi yang didapat wartawan, kejadian pembongkaran kuburan di pemakaman umum setempat ini terjadi sekitar dua pekan lalu. 

Diduga, aksi pembongkaran ini dilakukan orang yang mendalami ilmu hitam untuk keperluan tertentu. Dan bisa saja ada bagian tubuh jenazah yang diambil pelaku yang masih misterius sampai saat ini. 

Sampai saat ini diketahui pihak Kepolisian Sektor Kateman masih mendalami kasus pembongkaran kuburan ini, belum diketahui pelaku dan motifnya. 

Camat Kateman, Marlis Syarif membenarkan adanya kejadian pembongkaran kuburan di Desa Kuala Selat tersebut. 

"Memang benar adanya kejadian pembongkaran kuburan tersebut, kejadian sekitar dua minggu lalu," jawabnya, Senin (17/8/15). 

Namun sepengetahuannya, jumlah kuburan yang dibongkar hanya 6 buah, bukan 11. Namun, ia juga tidak berani menjawab lebih jauh dan menyarankan menghubungi Kades Kuala Selat.(dow/rtc)

Saturday, August 15, 2015

70 Persen Tanaman Kelapa di Inhil, Milik Masyarakat

RiauCitizen.com, Lingkungan - Dari 427 hektar Tanaman kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 70 persennya milik masyarakat, dan hanya sebagian kecil milik perusahaan. Secara utuh, Inhil merupakan penghasil kelapa terbesar di Indonesia. 

Dengan potensi kelapa yang begitu besar ini,  membuat Pemerintah Kabupaten Inhil di bawah kepemimpinan Bupati HM Wardan, menjadikan perkebunan kelapa dalam sebagai produk unggulan kabupaten, mencanangkan revitalisasi dan pelestariannya sebagai sumber utama perekonomian rakyat.

Untuk mendukung langkah merevitalisasi perkelapaan di Inhil, Pemkab berencana membangun parit-parit dan tanggul mekanik di area perkebunan masyarakat. Tujuan ini tidak lain tidak bukan merupakan upaya merespon keinginan masyarakat, yang meminta bantuan dari pemerintah mengatasi permasalahan mereka.

 Oleh sebab itu pamerintah Kabupaten Inhil mendapat bantuan ekscavator bagi petani kelapa karena perkebunan kelapa merupakan sumber mata pencaharian utama masayarakat Inhil.

"70 persen perkebunan kelapa  itu milik masyarakat. Mereka memilik kebebasan menjual kelapa ke siapa saja. Agar tidak ada kerugian bagi petani kelapa harus ada peraturan daerah yang mengatur itu, agar sama-sama menguntungkan petani, pengusaha dan pemerintah dalam menambah  anggaran PAD. Selama ini petani menjual hasil kelapa ke luar negeri karena harganya bisa lebih mahal, dibanding menjual di dalam negeri," ujar HM Wardan.

"Saya berharap agar pengushaa, bisa memperhatikan kebun kelapa masyarkat, jangan hanya mengambil hasilnya saja. Harus ada perawatan peremajaan dan saat ini fokus menyelamatkan kebun kelapa," terangnya.(dow/rip)

Sunday, August 9, 2015

Distribusi Air PDAM Tirta Indragiri Macet Akibat Pemadaman Listrik PLN Inhil

RiauCitizen.com, Ekonomi - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri , Agustian Rasmanto, melalui Kepala Bagian (Kabag) produksi dan distribusi, Kamsuni mengatakan bahwa kemacetan aliran air PDAM  disebabkan oleh matinya aliran listrik PLN Rayon Tembilahan yang menjadi salah satu penunjang kinerja PDAM Tirta Indragiri.

Dengan adanya pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PLN Rayon Sembilanan meskipun dengan kurun waktu beberapa jam saja akan sangat berpengaruh besar terhadap distribusi air yang akan dialirkan kepada pelanggan PDAM.

"Pemadaman listrik selama tiga jam perharinya, jadi kami tidak bisa mengalirkan air, apalagi kita tidak punya mesin sendiri untuk pasokan listrik," sebut Kamsuni saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (7/8/2015).

Dijelaskannya bahwa pasokan listrik sangat berpengaruh besar terhadap kelancaran aliran air PDAM kerumah-rumah warga atau pelanggannya dan dengan adanya pemadaman listrik tersebut, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena hanya bergantung terhadap aliran listrik dari PLN Rayon Tembilahan saja.

"Jangankan tiga jam, mati (listrik, red) 1 jam saja sudah susah kita, karena akibat matinya listrik itu bisa membuat pengaliran air jadi terhenti, sementara masyarakat menyedot terus dan dengan begitu air yang didalam pipa akan kosong, kalau sudah kosong itu perlu waktu lagi untuk mengisinya dari Pulau Palas sana yang jaraknya jauh itu,"jelaskannya.

Sebelumnya, kemacetan itu memang banyak membuat sejumlah pelanggan PDAM Tirta Indragiri yang berada di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau merasa tidak puas dengan pelayanan yang mereka dapat karena membuat segala aktivitas yang menggunakan air menjadi terhambat.

Sebagian pelanggan juga ada yang memposting keluhannya ke Media Sosial.(dow/btp)

Saturday, July 25, 2015

Kejari Tembilahan Tetapkan 1 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Enok, Inhil

RiauCitizen.com, Hukum - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tembilahan, saat ini tengah menangani kasus korupsi terhadap pembangunan jembatan di Kecamatan Enok. Dimana, 1 orang telah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus tersebut.

Seperti yang disampaikan Kepala Kejari Tembilahan, Lulus Mustofa kepada awak media usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 55, Rabu (22/7/2015), bahwa satu orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu berinisial T.

''Inisialnya T, ia merupakan rekanan'' sebut Lulus.

Selain T, dikatakannya lagi, bahwa dalam waktu dekat ini, pihaknya kembali akan menetapkan 2 tersangka baru.

''Dalam waktu dekat, akan bertambah 2 lagi tersangkanya, tunggu saja,'' tambahnya lagi.

Dijelaskannya juga, untuk pembangunan jembatan Enok sepanjang 600 meter tersebut dilakukan pada tahun 2011 lalu, namun hingga kini pembangunannya belum terselesaikan.

Sementara, dana sebesar Rp44 miliar, telah terpakai untuk pembangunan jembatan yang dimaksud.

''Untuk kerugian negara, kita belum dapat pastikan berapa tepanya, yang jelas kasus ini masih dalam proses penyidikan kita di Kejaksaan,'' tukas Lulus Mustofa.(dow/ink)

Sunday, July 12, 2015

Tahun ini Kecamatan GAS Inhil Peroleh Dana Pembangunan Rp 20,7 Miliar

RiauCitizen.com, Ekonomi - Tahun ini, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mendapatkan anggaran pembangunan sebesar Rp 20,7 miliar. Dana ini diluar dana Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ). 

"Guna meningkatkan pembangunan di Kecamatan Gaung Anak Serka, Pemkab Inhil telah menganggarkan Rp 20,7 miliar diluar anggaran DMIJ," ungkap Bupati Inhil, HM Wardan. 

Ditambahkan, dana tersebut untuk berbagai kegiatan yang sudah di bahas dalam Musrembang. Diharapkan, anggaran APBD Inhil ini dapat direalisasikan semaksimal mungkin bagi pembangunan berbagai infrastruktur bagi kepentingan publik. 

"Tapi, dikarenakan anggaran kita terbatas dalam pengerjaannya, maka hanya bisa dilakukan secara bertahap, dengan kemampuan APBD Kabupaten, dan kita terus melakukan upaya lobi-lobi ke Provinsi untuk mendapatkan anggaran," imbuh Wardan. 

Dari program kegiatan yang diprioritaskannya, guna memudahkan jangkauan antara desa, kelurahan, ke kecamatan hingga kota kabupaten untuk menopang lajunya perputaran perekonomian masyarakat di Inhil

"Tahun lalu jugs sudah dianggarkan sebesar 2 miliar untuk peningkatan kualitas jalan IKK GAS, hanya saja kegiatan tersebut tidak terlaksana," katanya. 

Dilanjutkan, program-program yang sudah direncanakan tersebut untuk dapat diselesaikan, dan diaplikasikan, agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Inhil," tandasnya.(rls/dow)

Saturday, July 11, 2015

DPRD Inhil Gelar Silaturrahmi Buka Bersama Pemkab dan Masyarakat

RiauCitizen.com, Budaya - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Silaturrahmi dan Buka Bersama Keluarga Besar DPRD Kabupaten Inhil, Sabtu (11/7/15). 

Kegiatan yang digelar di Kantor DPRD Inhil Jalan Subrantas Tembilahan ini dihadiri Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, Wakil Ketua DPRD Ferryandi dan Syahruddin, Sekwan Fauzan Hamid, Wakil Bupati Inhil Rosman Malomo, Dandim 0314, Letkol Inf Jarot Suprihanto, Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, M Nur, beberapa anggota DPRD Inhil, pejabat Pemkab Inhil dan elemen masyarakat Inhil

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menyampaikan, kegiatan buka bersama ini menjadi media dalam upaya meningkatkan silaturrahmi dengan seluruh elemen masyarakat Inhil

"Karena kegiatan seperti ini sudah lama tidak diadakan, maka saat ini baru dapat digelar kembali," ungkap Dani. 

Lanjutnya, dalam upaya menunjang kelancaran dan efektifitas tugas legislasi, maka pihaknya berkepentingan melaksanakan tugas sebagai legislatif dan eksekutif dan tokoh masyarakat sangat penting membangun kebersamaan yang baik dalam memajukan negeri ini. 

Menjelang waktu berbuka puasa, diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Suhaidi. Dalam tausiyahnya menyampaikan berbagai hal dan manfaat puasa bagi kaum muslimin.(rls/dic)

Thursday, July 9, 2015

RT Ditunjuk oleh Lurah, Warga Kirim Surat Penolakan ke Bupati Inhil

RiauCitizen.com, Politik - Masyarakat RT 005/ RW 009 Tembilahan Hulu mengirimkan surat kepada Bupati Inhil, mereka menolak Ketua RT yang ditunjuk secara sepihak oleh Lurah Tembilahan Hulu, Saini Hamzah. 

Dalam surat pernyataan tertanggal 23 Juni lalu ini, masyarakat menyatakan tidak setuju/ menolak pemberhentian M Rasidi (Ketua RT lama) dan penunjukan penggantinya, H Abdurrahman oleh lurah tersebut. Anehnya, Ketua RT lain yang masa baktinya sudah lebih 3 tahun tidak dibuatkan SK perpanjangan jabatan atau pemberhentian. 

Menurut warga, tindakan semacam ini mengindikasikan tidak pahamnya Lurah Tembilahan Hulu aturan mengenai pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) yang seharusnya lewat pembentukan panitia pemilihan dan dilakukan secara demokratis dan langsung oleh masyarakat, bukan ditunjuk langsung. 
bilan, karena jabatan atau kedudukannya dengan melakukan perbuatan semena-mena kepada orang lain atau masyarakat dan merasa diri paling berkuasa," diantara bunyi surat yang disampaikan masyarakat kepada bupati ini. 

Sehingga perbuatannya tersebut dapat merugikan masyarakat, seharusnya sebagai sesepuh, aparat pemerintah dan pengayom masyarakat hanya mengukuhkan/ mengesahkan SK Ketua RT saja atas usulan dan panitia pemilihan, bukan malah membuat masalah dengan melakukan pemberhentian/ pengangkatan semena-mena Ketua RT 005/ RW 009 tanpa melalui mekanisme yang ditentukan. 

"Akibat pemberhentian dari Ketua RT 005/ RW 009 secara sepihak dan tanpa musyawarah dengan masyarakat, akan menimbulkan keresahan dan memecah-belah kerukunan serta ketentraman antar masyarakat yang selama ini telah terjalin dengan baik. Juga menghambat kelancaran tugas-tugas pemerintahan dan kemasyarakatan," jelas surat tersebut. 

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, Yulizal menyatakan akan menindaklanjuti pengaduan masyarakat tersebut. 

"Seharusnya tidak boleh begitu, saya akan tindaklanjuti permasalahan (pengaduan) masyarakat ini," ungkap Yulizal ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (9/7/15). (dic/rtc)

Monday, July 6, 2015

Pengamanan Mudik, Polres Inhil Sudah Lakukan Kesiapan

RiauCitizen.com, Hukum - Kepala Kepolisian Resort (Kalpolres) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau, AKBP Hadi Wicaksono SIK mengatakan bahwa kesiapan Operasi Ketupat Siak 2015 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 2015 sudah mencapai 90 persen.

"Setelah kita lakukan rapat bersama lintas sektor, kesiapannya sudah mencapai 90 persen," sebut Hadi kepada awak media saat dijumpai di kantor Mapolres Inhil, Senin (6/7/2015).

Meski demikian, Kapolres yang baru bertugas di Inhil ini juga tidak menampik bahwa saat ini masih ada beberapa kendala yang dihadapi untuk kelancaran operasi ketupat tersebut, diantaranya adalah buruknya kondisi jalan provinsi yang sebagian besar banyak digunakan pengendara sebagai jalur lalu lintas darat.

"Masih banyak memprihatinkan di bagian Inhil Selatan yang dikhawatirkan menjadi daerah rawan lakalantas," ungkapnya.

Lebih jauh ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama dengan instansi yang dilibatkan masih mengupayakan agar segala kendala untuk melakukan operasi ketupat pada tahun ini dapat diselesaikan.

"Insya Allah, pada H-5 persoalan tersebut sudah bisa kita atasi sehingga tidak terjadi lakalantas," tandasnya. (dic/btp)

Staf Disdik Inhil Nekad Pungli Rp250 Ribu untuk SK Sertifikasi

RiauCitizen.com, Pendidikan - Para Pengawas Sekolah mempertanyakan dan kegunaan pungutan uang sebesar Rp 250 ribu untuk mengambil SK pembayaran uang sertifikasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil

Informasi yang diperoleh riauterkinicom, para Pengawas Sekolah yang belum membayar pungutan sebesar Rp 250 ribu itu kepada Bagian Mutu Tenaga Kependidikan (Mutendik) Disdik Inhil tidak diberikan SK pembayaran sertifikasi tersebut. 

Akibatnya, banyak Pengawas Sekolah yang belum mengambil SK pembayaran sertifikasi itu, dikarenakan adanya pungutan yang tidak jelas dasar hukum dan penggunaannya tersebut. 

Infonya, jumlah Pengawas Sekolah yang sudah valid datanya dan memiliki SK pembayaran sertifikasi ini sebanyak 108 orang. Artinya, kalau semua Pengawas Sekolah itu sebesar Rp 250 ribu, maka terkumpul uang sebesar Rp 27 juta dari hasil pungutan tersebut. 

Kepala Seksi Mutu Tenaga Kependidikan (Mutendik) Disdik Inhil, Jamuarlis ketika dikonfirmasi wartawan tidak mau mengangkat teleponnya, walaupun aktif. Demikian juga dengan SMS yang dikirimkan tidak dibalasnya. 

Tindakan pungutan semacam ini tentu saja 'melawan' himbauan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D yang menegaskan tidak boleh oknum Disdik yang mengambil keuntungan dalam hal yang berkaitan dengan tugasnya. 

"Saya menghimbau seluruh guru dan pengawas sekolah agar tidak melayani oknum di Disdik yang meminta uang saat pengurusan administrasi, khususnya saat pengambilan SK pembayaran uang sertifikasi," ungkap Kadisdik Helmi D seperti disampaikan, baru-baru ini. 

Beliau meminta pihak guru dan pengawas sekolah yang mengetahui adanya pungutan yang dilakukan oknum di Disdik Inhil ini, untuk melaporkan langsung kepadanya dengan membawa bukti adanya pungutan tersebut.(dow/rtc)

Thursday, July 2, 2015

Kadisdik Inhil : Tak ada Uang Administrasi Pengambilan SK

RiauCitizen.com, Pendidikan - Seluruh guru dan pengawas sekolah (PS) tidak melayani adanya oknum yang meminta uang saat pengurusan administrasi, khususnya SK pembayaran sertifikasi. 

Himbauan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D, ditegaskan jangan dilayani oknum seperti ini yang mengambil keuntungan dalam hal yang berkaitan dengan tugasnya. 

"Saya menghimbau seluruh guru dan pengawas sekolah agar tidak melayani oknum di Disdik yang meminta uang saat pengurusan administrasi, khususnya saat pengambilan SK pembayaran uang sertifikasi," ungkap Kadisdik Helmi D seperti disampaikan melalui awak media, Kamis (2/7/15). 

Beliau meminta pihak guru dan pengawas sekolah yang mengetahui adanya pungutan yang dilakukan oknum di Disdik Inhil ini, untuk melaporkan langsung kepadanya dengan membawa bukti adanya pungutan tersebut. 

"Kalau terbukti ada oknum yang melakukan pungutan tersebut, saya akan ambil tindakan tegas. Oknum seperti ini tidak boleh dibiarkan," katanya.(dow/rtc)

Wednesday, October 24, 2012

Inilah Daftar 12 Kabupaten / Kota di Provinsi Riau

Provinsi Riau
BERITA RIAU, RIAU - Riau (Jawi :رياو) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota besar lainnya antara lain Dumai, Selat Panjang, Bagansiapiapi, Bengkalis, Bangkinang dan Rengat.

Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. 

Berikut Daftar Kabupaten / Kota di Provinsi Riau :

No. Kabupaten/Kota         Ibu kota

1 Kabupaten Bengkalis         Bengkalis
2 Kabupaten Indragiri Hilir Tembilahan
3 Kabupaten Indragiri Hulu Rengat
4 Kabupaten Kampar         Bangkinang
5 Kabupaten Kuantan Singingi         Taluk Kuantan
6 Kabupaten Pelalawan         Pangkalan Kerinci
7 Kabupaten Rokan Hilir         Bagan Siapi-api
8 Kabupaten Rokan Hulu         Pasir Pengaraian
9 Kabupaten Siak         Siak Sri Indrapura
10 Kabupaten Kepulauan Meranti Selatpanjang
11 Kota Dumai
12 Kota Pekanbaru

KOTA PEKANBARU

Nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama "Senapelan" yang pada saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin. Daerah yang mulanya sebagai ladang, lambat laun menjadi perkampungan. Kemudian perkampungan Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi muara sungai Siak.

Nama Payung Sekaki tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan. Perkembangan Senapelan berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Diperkirakan istana tersebut terletak di sekitar Mesjid Raya sekarang. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mempunyai inisiatif untuk membuat Pekan di Senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu disekitar pelabuhan sekarang.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 21 Rajah 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi "Pekan Baharu" selanjutnya diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Mulai saat itu sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer sebutan "PEKAN BAHARU", yang dalam bahasa sehari-hari disebut PEKANBARU.

Berikut Daftar Kecamatan di Kotamadya Pekanbaru :

1. Bukit Raya, 
2. Lima Puluh, 
3. Marpoyan Damai, 
4. Payung Sekaki, 
5. Pekanbaru Kota, 
6. Rumbai, 
7. Rumbai Pesisir, 
8. Sail, 
9. Senapelan, 
10. Sukajadi, 
11. Tampan, 
12. Tenayan Raya

KOTA DUMAI

Nama Dumai menurut cerita rakyat tentang Puteri Tujuh, berasal dari kata di lubuk dan umai (sejenis binatang landak) yang mendiami lubuk tersebut. Karena sering diucapkan cepat, lama kelamaan kata-kata tersebut bertaut menjadi d´umai dan selanjutnya menjadi dumai.

Pada era tahun 1930-an, Dumai merupakan suatu dusun nelayan kecil yang terdiri atas beberapa rumah nelayan. Penduduknya bertambah ketika Jepang mendatangkan kaum romusha (pekerja paksa jaman penjajahan Jepang) dari Jawa.

Berikut Daftar Kecamatan di Kotamadya Dumai :

1. Dumai Kota, 
2. Dumai Selatan, 
3. Sungai Sembilan, 
4. Medang Kampai, 
5. Bukit Kapur, 
6. Dumai Timur, 
7. Dumai Barat


Kabupaten Bengkalis dengan ibukota Bengkalis merupakan salah satu dari 11 kabupaten/kota di Propinsi Riau. Wilayahnya mencakup daratanbagian pesisirTimur pulau Sumatera. Secra Geografis, posisi wilayah Kabupaten Bengkalis pada posisi 2º30´-0º17´ Lintang Utara dan 100º52´-102°10´ Bujur Timur, Wilayah Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulai dan daratan serta memiliki kawasan pesisir dan laut dengan garis pantai sepanjang 446 Km.

Kabupaten Bengkalis memiliki letak yang sangat strategis, berada di tepi alur pelayaran internasional, yang paling sibuk di dunia, yakni Selat Malaka serta berada pada kawasan segotoga pertumbuhan ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT).

Berikut Daftar Kecamatan di Kotamadya Dumai :

1. Sekodi, 
2. Kelemantan, 
3. Ketam Putih, 
4. Pematang Duku, 
5. Penebal, 
6. Tameran, 
7. Penampi, 
8. Sungai Alam, 
9. Air Putih, 
10. Senggoro, 
11. Rimba Sekampung, 
12. Bengkalis Kota, 
13. Wonosari, 
14. Damon, 
15. Kelapapati, 
16. Pedekik, 
17. Pangkalan Batang, 
18. Sebauk, 
19. Teluk Latak, 
20. Meskom, 
21. Kuala Alam, 
22. Kelebuk, 
23. Palkun, 
24. Sungai Batang, 
25. Prapat Tunggal, 
26. Simpang Ayam, 
27. Senderak, 
28. Kelemantan Barat, 
29. Damai, 
30. Pangkalan Batang Barat, 
31. Pematang Duku Timur

KABUPATEN INHIL

Kabupaten Indragiri Hilir resmi menjadi Daerah Tingkat II berdasarkan Undang-undang No. 6 Tahun 1965 tanggal 14 Juni 1965 ( LN RI No. 49 ).

Kabupaten Indragiri Hilir terletak di pantai Timur pulau Sumatera, merupakan gerbang selatan Propinsi Riau, dengan luas daratan 11.605,97 km² dan peraiaran 7.207 Km² berpenduduk kurang lebih 683.354 jiwa yang terdiri dari berbagai etnis, Indragiri Hilir yang sebelumnya dijuluki ”Negeri Seribu Parit” yang sekarang terkenal dengan julukan “NEGERI SERIBU JEMBATAN” dikelilingi perairan berupa sungai-sungai besar dan kecil, parit, rawa-rawa dan laut, secara fisiografis Kabupaten Indragiri Hilir beriklim tropis merupakan sebuah daerah dataran rendah yang terletak diketinggian 0-4 meter di atas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Inhil :

1. Reteh, 
2. Kuala Enok, 
3. Kuindra, 
4. Tembilahan, 
5. Tempuling, 
6. Gaung Anak Serka, 
7. Mandah, 
8. Kateman, 
9. Keritang, 
10. Tanah Merah, 
11. Batang Tuaka, 
12. Gaung, 
13. Tembilahan Hulu, 
14. Kemuning, 
15. Pelangiran, 
16. Teluk Belengkong, 
17. Kempas, 
18. Pulau Burung, 
19. Concong, 
20. Sungai Batang

KABUPATEN KAMPAR

Berdasarkan surat keputusan Gubernur Militer Sumatera Tengah Nomor : 10/GM/STE/49 tanggal 9 Nopember 1949, Kabupaten Kampar merupakan salah satu Daerah Tingkat II di Propinsi Riau terdiri dari Kawedanaan Palalawan, Pasir Pangarayan, Bangkinang dan Pekanbaru Luar Kota dengan ibu kota Pekanbaru. Kemudian berdasarkan Undang-undang No. 12 tahun 1956 ibu kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang dan baru terlaksana tanggal 6 Juni 1967.

Semenjak terbentuk Kabupaten Kampar pada tahun 1949 sampai tahun 2006 sudah 21 kali masa jabatan Bupati Kepala Daerah. Sampai Jabatan Bupati yang keenam (H. Soebrantas S.) ibu kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang berdasarkan UU No. 12 tahun 1956.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Kampar :

1. Bangkinang, 
2. Bangkinang Barat, 
3. Bangkinang Seberang, 
4. Gunung Sahilan, 
5. Kampar, 
6. Kampar Kiri, 
7. Kampar Kiri Hilir, 
8. Kampar Kiri Hulu, 
9. Kampar Timur, 
10. Kampar Utara, 
11. Perhentian Raja, 
12. Rumbio Jaya, 
13. Salo, 
14. Siak Hulu, 
15. Tambang, 
16. Tapung, 
17. Tapung Hilir, 
18. Tapung Hulu, 
19. XIII Kota Kampar, 
20. Kampar Kiri Tengah, 
21. Koto Kampar Hulu

KABUPATEN KUANSING

Kabupaten Kuantan Singingi secara geografis, geoekonomi dan geopolitik terletak pada jalur tengah lintas sumatera dan berada dibagian selatan Propinsi Riau, yang mempunyai peranan yang cukup strategis sebagai simpul perdagangan untuk menghubungkan daerah produksi dan pelabuhan, terutama pelabuhan kuala enok. Dengan demikian Kabupaten Kuantan Singingi mempunyai peluang untuk mengembangkan sektor-sektor pertanian secara umum, perdagangan barang dan jasa, transportasi dan perbankan serta pariwisata. Kabupaten Kuantan Singingi merupakan pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 53 tahun 1999, tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Natuna, Karimun, Kuantan Singingi dan Kota Batam. Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari 12 (dua belas) kecamatan dengan luas wilayah 7,656,03 km2, yang berada pada posisi antara 0000 -10 00 Lintang Selatan dan 1010 02 -  1010 55 Bujur Timur.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Kuansing :

1. Benai, 
2. Cerenti, 
3. Gunung Toar, 
4. Hulu Kuantan, 
5. Inuman, 
6. Kuantan Hilir, 
7. Kuantan Mudik, 
8. Kuantan Tengah, 
9. Logas Tanah Darat, 
10. Pangean, 
11. Singingi, 
12. Singingi Hilir

KABUPATEN PELALAWAN

Kabupaten Pelalawan dibentuk berdasarkan UU. No. 53 Tahun 1999, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kampar, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 12 Oktober 1999. Sementara peresmian operasionalnya dilakukan oleh Bapak Gubernur Riau pada tanggal 5 Desember 1999, dimana Pangkalan Kerinsi sebagai Ibu Kota Kabupaten Pelalawan. 

Pembentukan Kabupaten Pelalawan atas dasar Kesepakatan dan Kebulatan Tekad bersama yang dilakukan melalui musyawarah besar masyarakat Kampar Hilir pada tanggal 11 s/d 13 April 1999 di Pangkalan Kerinci. Rapat tersebut menghadirkan seluruh komponen masyarakat yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Lembaga-Lembaga Adat, Kaum Intelektual, Cerdik Pandai dan Alim Ulama. Dari musyawarah besar tersebut ditetapkan Pelalawan yang bermula dari Kerajaan Pekantua, yang melepaskan diri dari Kerajaan Johor tahun 1699 M, kemudian berkuasa penuh atas daerah ini. 

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Pelalawan :

1. Langgam, 
2. Pangkalan Kerinci, 
3. Bandar Sei Kijang, 
4. Pangkalan Kuras, 
5. Ukui, 
6. Pangkalan Lesung, 
7. Bunut, 
8. Pelalawan, 
9. Bandar Petalangan, 
10. Kerumutan, 
11. Teluk Meranti dan 
12. Kuala Kampar

KABUPATEN ROHUL

Kabupaten Rokan Hulu, merupakan sebuah kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kampar, yang berdiri pada tanggal 12 Oktober 1999 berdasarkan kepada UU Nomor 53 tahun 1999 dan UU No 11 tahun 2003 tentang perubahan UU RI No 53 tahun 1999, yang diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004.

Kabupaten yang diberi julukan sebagai Negeri Seribu Suluk ini mempunyai penduduk sebanyak 515.724 jiwa dengan luas wilayah 7.449,85 km2, dimana 85% terdiri dari dataran dan 15% rawa-rawa dan perairan. 

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Rohul :

1. Bangun Purba, 
2. Bonai Darussalam,
3. Kabun, 
4. Kepenuhan, 
5. Kepenuhan Hulu, 
6. Kunto Darussalam, 
7. Pagaran Tapah Darussalam,  
8. Pendalian V Koto,  
9. Rambah,
10. Rambah Hilir,  
11. Rambah Samo,  
12. Rokan IV Koto,  
13. Tambusai,  
14. Tambusai Utara, 
15. Tandun, 
16. Ujung Batu

KABUPATEN ROHIL

Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Kerajaan Siak. Distrik pertama didirikan Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1980. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Cina berkembang pesat, maka Belanda memindahkan Pemerintahan Kontroleur-nya ke Kota Bagansiapiapi pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap dikota Bagansiapiapi guna mengimbangi pelabuhan lainya di Selat Malaka hingga Perang Dunia Pertama usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan kedalam Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. 

Bekas wilayah kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangko serta kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kabupaten Baru di Provinsi Riau sesuain dengan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999. Selanjutnya dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 ditetapkan Bagansiapiapi sebagai Ibukota Kabupaten Rokan Hilir.

Berikut Daftar Kecamatan di Kabupaten Rohil :

1. Bangko, 
2. Sinanboi, 
3. Rimba Melintang, 
4. Bangko Pusako, 
5. Tanah Putih Tg Melawan, 
6. Tanah Putih, 
7. Bagan Sinembah, 
8. Pujud, 
9. Simpang Kanan, 
10. Pasir Limau Kapas, 
11. Batu Hampar, 
12. Rantau Kopar, 
13. Pakaitan, 
14. Kubu Babussalam.
Bentang alam Kabupaten Siak sebagian besar terdiri dari dataran rendah di bagian Timur dan sebagian dataran tinggi di sebelah barat. Pada umumnya struktur tanah terdiri dan tanah podsolik merah kuning dan batuan, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah. Lahan semacam ini subur untuk pengembangan pertanian, perkebunan dan perikanan. Daerah mi beriklim tropis dengan suhu udara antara 25° -- 32° Celsius, dengan kelembaban dan curah hujan cukup tinggi. 
       
Selain dikenal dengan Sungai Siak yang membelah wilayah Kabupaten Siak, daerah ini juga terdapat banyak tasik atau danau yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

Sungai Siak sendiri terkenal sebagai sungai terdalam di tanah air, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, terutama sebagai sarana transportasi dan perhubungan. 
Namun potensi banjir diperkirakan juga terdapat pada daerah sepanjang Sungai Siak, karena morfologinya relatif datar.

Selain Sungai Siak, daerah ml juga dialiri sungai-sungai lain, yaitu: Sungai Mandau, Sungai Gasib, Sungai Apit, Sungai Tengah, Sungai Rawa, Sungai Buantan, Sungai Limau, dan Sungai Bayam. Sedangkan danau-danau yang tersebar di daerah ini adalah: Danau Ketialau, Danau Air Hitam, Danau Besi, Danau.

Berikut Daftar kecamatan di Kabupaten Siak :

1. Siak, 
2. Sungai Apit, 
3. Pusako, 
4. Bungaraya, 
5. Dayun, 
6. Sungai Mandau, 
7. Sabak Auh, 
8. Mempura, 
9. Koto Gasib, 
10. Tualang, 
11. Kerinci Kanan, 
12. Minas, 
13. Kandis
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas nama Presiden Susilo Bambang Yudoyono secara resmi melantik enam bupati dan satu walikota daerah pemekaran, Selasa (26/05/2009) ini di Jakarta . Salah satu yang menjabat bupati daerah pemerkan baru tersebut adalah Drs Syamsuar untuk Plt Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. 

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Menteri Dalam Negeri itu secara langsung juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Asistem I Setdaprov Riau Abdul Latif, Asisten III M Ramli Walid.

Mendagri Mardiyanto dalam amanatnya mengatakan, pemekaran wilayah diharapkan akan meningkatkan segala percepatan pembangunan, pemerataan pembbangunan serta pelayanan yang selama ini dikeluhkan akan tercapai. Sehingga pejabat yang telah dilantik ini kiranya mampu memanfaatkan tugas tersebut dengan baik.

Berikut Daftar kecamatan di Kabupaten Kep Meranti :

1. Tebing Tinggi, 
2. Tebing Tinggi Barat, 
3. Rangsang, 
4. Rangsang Barat, 
5. Merbau, 
6. Pulau Merbau, 
7. Tebing Tinggi Timur, 
8. Putri Puyu, 
9. Rangsang Pesisir