Sunday, November 15, 2015

Dokter PNS Main Mata dengan Farmasi, Bisa Dibidik KPK Terkait Gratifikasi

BERITA RIAU, JAKARTA - Upaya Kementerian Kesehatan untuk membersihkan praktik kedokteran khusus yang berstatus pegawai negeri sipil dari kegiatan gratifikasi bersama perusahaan farmasi mendapat respon dari kalangan dokter. Sejumlah dokter berstatus pegawai negeri sipil (PNS) telah melaporkan penerimaan gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sudah ada beberapa pelaporan sponsorship," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Ahad (15/11/2015). Dia tidak menyebutkan apa bentuk penerimaan gratifikasi yang dilaporkan. Dia juga enggan mengungkapkan identitas dokter yang telah mematuhi aturan pelaporan gratifikasi tersebut.

Namun, informasi yang diterima wartawan menyebutkan, mayoritas gratifikasi yang dilaporkan berupa akomodasi seminar untuk profesi dokter yang digelar di dalam maupun luar negeri.

Adanya penerimaan laporan gratifikasi dari kalangan dokter juga dibenarkan Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andrianti. Tetapi, Yayuk tidak bisa memastikan apakah sponsorship dimaksud ada yang berbentuk uang.

"Misalnya mau bikin seminar terus sponsornya perusahaan farmasi. Tapi saya belum dapat rincinya," kata Yuyuk. Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan kajian soal pemberian hadiah atau gratifikasi dari perusahaan farmasi kepada dokter. Kajian KPK ini atas permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Kemkes meminta bantuan kerja sama dengan kami terkait dengan parameter pemberian kepada dokter juga bentuk, batasan maupun parameter tertentu gratifikasi," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPKIndriyanto Seno Adji.(dow/jpn)

Kerajinan Anyaman Pandan Khas Inhil jadi Perhatian Plt Gubri

BERITA RIAU, SIAK - Plt Gubernur Riau Arsyasjuliandi Rachman tertarik dan minta dikembangkan kerajinan anyaman pandan khas Inhil. 

Hal ini diungkapkannya saat membuka dan meninjau stand pameran Kabupaten Inhil di arena MTQ XXXIV Riau, Sabtu (14/11/15) sore. 

Saat itu didampingi Bupati Inhil HM Wardan dan Kepala Badan Perizinan Penanaman Modal dan Promosi Daeraha (BPPMPD) Inhil Junaidi Ismail. Cukup lama beliau melihat dan memegang tudung saji dari anyaman daun pandan hasil produksi pengrajin yang dikoordinir Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Inhil. 

"Ini bagus untuk dikembangkan dan dipromosikan," sebut Andi Rachman kepada Wardan. 

Bahkan, saat itu Plt Gubri sempat memanggil Kepala Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif Provinsi Riau Fahmizal Usman dan menunjukkan kerajinan anyaman pandan tersebut. 

Saat itu, Bupati Inhil HM Wardan menerangkan, kerajinan anyaman pandan ini sudah lama menjadi kerajinan khas Inhil, yang dibuat menjadi tempat pakaian, tudung saji, kipas dan lainnya. 

"Ya, tadi Plt Gubri tertarik dengan anyaman pandan dan minta supaya dikembangkan dan dikemas dengan baik. Beliau juga tertarik dengan kuliner khas Inhil yang disuguhkan seperti empek-empek yang dibuat dari sagu," ungkap bupati kepada media, usai Plt Gubri meninjau stand pameran Inhil. Kedepan, melalui instansi terkait akan dilakukan pembinaan bagi para pengrajin ini. 

Sementara itu, Kepala BPPMPD Junaidi Ismail menyampaikan, Plt Gubri menyampaikan ketertarikannya dengan anyaman pandan khas Inhil ini. 

"Beliau menyebutkan biasanya hiasan anyaman pandan seperti ini menjadi hiasan di hotel dan apartemen, maka sebaiknya dikembangkan dan dipromosikan lebih luas," imbuhnya.(dow/rls)

Saturday, November 14, 2015

Rentan Dikorupsi, Reydonnyzar Moenek : Hibah dan Bansos tak Mungkin Dihapus

BERITA RIAU, JAKARTA - Direktur Jenderal Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek menegaskan, pihaknya tidak mungkin menghapus dana hibah atau bansos dari anggaran di daerah.

"Tidak mungkin kami menghapus dana hibah atau bansos. Karena masyarakat tetap butuh dana itu," kata Donny di Jakarta, Sabtu (14/11/15).

Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Reydonnyzar Moenek
Donny mengakui pelaksanaan distribusi dana bansos atau hibah rentan tindak pidana Korupsi, tetapi tidak bisa dipungkiri dana itu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat jika pelaksanaannya tepat sasaran.

"Seperti untuk pendirian rumah ibadah atau ada kegiatan mendadak yang perlu anggaran, jadi tidak bisa ditiadakan begitu saja. Yang kita perlu lakukan adalah penajaman aturan," ujar Donny.

Ke depan, Kemendagri akan merevisi aturan yang mengatur tentang penggunaan dana hibah atau bansos. Kemendagri akan mengatur besaran dana hibah atau bansos di seluruh pemerintah daerah secara teknis agar tetap sasaran.

"Nanti akan dibuat clusternys, daerah dengan kapasitas fiskal besar boleh mengganggarkan bansos berapa, sedang berapa dan kecil boleh berapa," ungkap Donny.

Kemendagri akan berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi aturan tersebut.(dow/kmp)

Bupati Wardan Pimpin 700 Peserta Pawai Kafilah Inhil di MTQ Riau di Siak

BERITA RIAU, INDRAGIRI HILIR - Kabupaten Indragiri menurunkan 700 peserta di Pawai Ta'aruf MTQ ke-34 Provinsi Riau, Sabtu (14/11/15). Bupati Inhil HM memimpin langsung barisan kafilah Inhil. 

Tampak kegiatan yang dilepas Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau di depan kompleks kediaman Bupati Siak Syamsuar ini. 

Defile kafilah Inhil menampilkan miniatur masjid dan puri tujuh yang melambangkan simbol kota Ibadah, Gerakan Maghrib Mengaji dan sejarah berdirinya Kabupaten Inhil

Tampak Bupati Inhil HM Wardan didampingi Ketua DPRD Dani M Nursalam dan Plt Sekda Fauzar memimpin langsung kafilah Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini. 

Saat melintas di depan panggung kehormatan, dipersembahkan tari Zikir Shalawat. Juga pemberian cenderamata oleh Bupati Inhil HM Wardan kepada Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Siak Syamsuar.(dow/adv)

Ketua Panwaslu Kuansing Terancam Dilaporkan

BERITA RIAU, KUANTAN SINGINGI - "Mulutmu Harimaumu, Yang akan menerkam lehermu" pepatah ini sepertinya bisa disematkan kepada ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi. Pasalnya, akibat perkataannya yang menyebutkan Satgas PDIP anti Pilkada Curang yang dibentuk oleh partai berlambang benteng bermoncong putih itu abal-abal. Kini politisi PKB Kuansing itu dilaporkan oleh PDIP Ke Polda Riau.

Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi
Seperti di kutip disalah satu media online belum lama ini, Musliadi menyebutkan, Satgas PDIP anti Pilkada curang merupakan lembaga yang diragukan independensinya. Bahkan kata Musliadi, lembaga yang dibentuk oleh PDIP itu terkesan memata-matai kandidat lain atau pemerintah.

Tak senang dengan sebutan Musliadi itu, kader PDIP berang. Sehingga Ketua DPD PDIP Provinsi Riau, Kordias Pasaribu melaporkan langsung kasus pencemaran nama baik partai itu ke Polda Riau pada hari Kamis(12/11/15).

Menanggapi laporan PDIP tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu(14/11/15) seputar laporan DPD PDIP Riau ke Polda Riau, mengaku siap menghadapi laporan tersebut. Bahkan Musliadi mempersilakan pihak-pihak yang kurang senang atas ucapannya itu untuk melaporkan. 

"Silahkan saja lapor, kalau saya dipanggil nanti, saya akan datang," ujar Musliadi.

Kendatipun Musliadi mengakui penyebutan abal-abal itu, namun maksud Musliadi bukanlah menyoroti PDIP. Melainkan mengkritisi Satgas anti Pilkada Curang yang dibentuk oleh partai tersebut.

(baca juga : Dugaan Kecurangan Di Pilkada Kuansing, Satgas Serahkan Bukti Ke Bawaslu)

"Pengertian abal-abal itu kan banyak, saya mengartikannya antara independen dan tidak dalam pengawasan Pilkada. Lagian, organisasi ini juga tidak memenuhi kriteria organisasi pemantau seperti yang diamanatkan PKPU," jelas Musliadi.

Untuk itu, ia meminta pengurus PDIP Riau agar lebih cermat dalam membaca berita, sehingga informasi yang diterima tidak salah. "Saya tidak pernah bilang Ilegal, kalau abal-abal iya," tuturnya.

Dikatakan Musliadi, sebagai Ketua Komisi A yang membidangi pemerintah, hukum dan politik, sudah sewajarnya untuk menyorot kinerja dari Satgas. Karena, ia tidak ingin ada kerusuhan dalam proses demokrasi di Kuansing.

Ketua Panwaslu Kuansing Terancam Dilaporkan

Katua BP Pemilu DPC PDIP Kuansing Asnaldi juga menuturkan, dalam kasus pencemaran nama baik partai itu dalam membentuk Satgas anti Pilkada curang, tidak menutup kemungkinan akan berbuntut panjang. Karena ada beberapa pihak yang ikut menghujat kinerja Satgas PDIP tersebut. " Ketua Panwaslu Kuansing juga terancam akan dilaporkan ke Bawaslu. Karena telah menyebut Satgas lembaga ilegal," Asnaldi menjelaskan.

Namun dilaporkan atau tidaknya Ketua Panwaslu itu ujarnya, tergantung kepada DPD PDIP Riau. Karena proses hukum telah diambil alih oleh DPD PDIP untuk menindaklanjuti.

Selain itu, Kepala Kesbangpol Kuansing, Linskar juga menyebutkan kepada media jika Keberadaan Satgas) Anti Pilkada Curang yang dibentuk PDIP di Kuansing belum terdaftar di Kesbangpol Kuansing. Sehingga pemerintah sulit untuk mendeteksi organisasi ini bergerak dibidang apa dan untuk apa.

Kata Linskar, Kesbangpol sebagai instansi pemerintah yang bertugas membina Partai Politik, pihaknya selalu berupaya agar tidak terjadi gesekan di masyarakat, baik antara Parpol maupun masing-masing tim sukses.

"Sebaiknya mendaftar ke Kesbang, biar kami tahu organisasi ini apa, bergerak dalam bidang apa," kata Linskar. Sebagai Desk Pilkada, Kesbangpol selalu memantau pelaksanaan Pilkada Kuansing. Ia menilai, Satgas Anti Pilkada merupakan organisasi liar.

"Sepanjang tidak mendaftar di lembaga terkait, berarti ini jelas organisasi liar," tutur Linskar.(dow/rtm)

KPU Meranti Taja Debat Kandidat Kepala Daerah 28 November 2015

BERITA RIAU, MERANTI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Meranti akan menggelar debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati pada 28 November 2015 mendatang.

Kegiatan ini akan mempertemukan Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti antar Pasangan ProBisa (Irwan Nasir - Said Hasyim) dan Pasangan Bermutu (Tengku Mustafa - Amyurlis alias Ucok). 

"Rencananya akan kita gelar debat kandidat ini di Gedung Aula RSUD Meranti, tapi tergantung kondisinya nanti. Bisa saja kami menggelarnya di tempat yang lain," ujar Yusli, Jumat (13/11/2015) siang. 

Ia menjelaskan, pemilihan waktu pelaksanaan debat kandidat ini pada siang hari, mengingat untuk mempermudah pengamanan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian di sekitar lokasi pelaksanaan debat kandidat berlangsung. 

Mengenai tema yang akan diangkat pada debat nanti, pihaknya telah menentukan tema yang menarik, yakni tentang peningkatan ekonomi masyarakat daerah dan infrastruktur wilayah kepulauan. "Tentu saja tema ini sangat sesuai dengan letak geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau," jelasnya. 

Selain itu, panelis yang terlibat dalam debat ini didatangkan dari Universitas Riau, yaitu Dosen Ekonomi, Fisipol dan Perikanan. 

Mengingat pelaksanaan debat kandidat ini di dalam gedung dan tamu undangan yang hadir dibatasi, Yusli mengimbau kepada masyarakat Meranti untuk tidak perlu khawatir, karena debat kandidat ini akan disiarkan di radio dan juga siaran tunda di RTV. 

Yusli berharap, debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati ini bisa dijadikan sebagai sarana sosialisasi tentang Pilkada dan juga sebagai pembelajaran politik bagi masyarakat Kepulauan Meranti.(dow/rtm)

Luna Maya Berang Dikelompokkan Jadi Artis 'Video Mesum'

BERITA RIAU, LIFESTYLE - Kasus video hubungan intim antara vokalis Ariel "NOAH" (34), pembawa acara Cut Tari (38), dan artis peran Luna Maya (32) sudah terjadi hampir lima tahun silam.

Namun, waktu tak lantas membuat masyarakat lupa akan kejadian yang sempat menghebohkan dunia hiburan Tanah Air itu.

Baru–baru ini, Cut Tari dan Luna Maya kembali diperbincangkan lantaran keduanya tampak akur dalam sebuah foto yang diunggah oleh Tari.

Foto tersebut menyiratkan bahwa ketegangan di antara mereka sudah tak lagi ada. Kehebohan itu membuat beberapa media online dan cetak memberitakannya.

Salah satunya sebuah tabloid hiburan ternama yang menjadikan foto Luna–Tari sebagai sampul depan.

Tak hanya foto, tabloid yang terbit mingguan itu juga memilih judul "Reuni Artis Pelaku Video Mesum" untuk headline edisi 11-17 November 2015 itu.

Luna pun berkomentar berkait dengan judul headline tersebut melalui akun Twitter @LunaMaya26.
"Siapa pun yang menulis headline Dan berita di tabloid cek and ricek pasti org Nya sangat berpendidikan," tulisnya.

Sayangnya, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/11/2015), redaktur pelaksana tabloid bersangkutan mengatakan bahwa dirinya tidak berkapasitas untuk berkomentar atas masalah ini.

"Wah... kalau itu soal headline urusan pemred (pemimpin redaksi), saya enggak dikasih mandat untuk bicara tuh," katanya.

Video porno itu bocor ke publik, hubungan Luna Maya dan Cut Tari merenggang dan memanas. Bahkan sampai bermusuhan. Dikutip dari Tabloidnova.com yang terjadi kini adalah keduanya akur, kompak dan tak berjarak. Aw!

Setidaknya, hal itu terlihat dalam dua foto yang memperlihatkan kekompakan Cut Tari dengan Luna Maya.

Foto itu diunggah dalam sebuah akun Instagram oleh seorang fotografer, di sebuah acara yang digelar oleh ayahanda produser kenamaan, Manoj Punjabi.

Sebenarnya, dalam acara yang sama, hadir pula Sophia Latjuba, yang saat ini tengah dipacari oleh Ariel ‘Noah’.

Kembali ke momen keakraban Luna Maya dan Cut Tari. Luna memang mengakui sudah tak memiliki masalah apapun dengan Tari.

Perasaan saling benci yang pernah menghantui Luna dan Tari pun diakuinya telah sirna.

“Dia sudah baik sama gue. Kan sudah lama baiknya, sudah dua tahun sebelumnya sudah baik,” kata Luna seperti dikutip oleh tabloidnova.com.

Buktinya, dalam dua foto yang ada di Instagram, Luna dan Tari tak sungkan untuk foto bersebelahan.
Mereka memang tak hanya foto berdua, ada pula pasangan Teuku Zacky dan istrinya, Ilmira.

“Aku sudah harus membuat perdamaian sama diri aku sendiri dulu dan orang-orang yang aku anggap pernah menyakiti aku,” kata Luna.

Sebenarnya, pertemuan Luna Maya dan Cut Tari ini bukanlah yang pertama kali. Belum lama ini, Luna dan Cut Tari bertemu di ajang Jakarta Fashion Week 2016.

Saat itu, Luna yang kini merambah bisnis fashion, memamerkan karyanya, sementara Cut Tari sendiri diminta untuk menjadi model sepatu karya artis transgender Dena Rachman bertema Midnight Bloom. (dow)

sumber : Tribunnews

Ditembak Karena Lakukan Perlawanan, Rampok Gagal Dapatkan Rp 408 Juta

BERITA RIAU, PEKANBARU - Dua rampok bersenpi kembali beraksi di Kota Pekanbaru, Jumat (13/11/15). Korbannya kali ini adalah dua warga Bunga Raya, Kabupaten Siak yang baru saja menarik uang sebesar Rp408 juta dari Bank Mandiri Cabang Jalan Riau, Pekanbaru.

Namun perampok yang menggunakan sepeda motor Honda Supra X tanpa memakai plat nomor polisi itu gagal merampas uang yang dibawa korban yang waktu itu singgah untuk membeli minuman di toko Alfamart Pekanbaru tersebut. Karena melawan pelaku lalu menembak bahu kanan salah satu korban, bernama Wagiran (50).

Informasi yang diperoleh awak media dari pihak kepolisian, Wagiran yang merupakan bendahara Koperasi Mitra Karya, Bunga Raya Siak bersama M Haris (45), ketua koperasi bersangkutan, Jumat pagi berangkat ke Pekanbaru menggunakan mobil Honda CRV warna putih. Kedua korban lalu menarik uang sebesar Rp408 juta di Bank Mandiri Jalan Riau, Pekanbaru.

Usai melakukan penarikan uang, korban kembali ke Bunga Raya, Siak. Dalam perjalanan, mobil yang dikemudikan korban M Haris singgah sebentar di Toko Alfamart, Jalan Parit Indah Pekanbaru untuk membeli minuman.

Ketika Haris berada dalam toko tersebut, dia mendengar suara letusan menyerupai senjata api. Korban Haris pun bergegas keluar dan menghampiri mobil mereka. Dari dalam mobil dia melihat rekannya, Wagiran berlumuran darah karena di tembak satu dari dua perampok yang memakai senjata api (senpi).

Ternyata karena tidak menemukan uang yang disimpan di dalam kantong plastik kresek di dalam mobil, pelaku lalu mencoba menggeledah bangku di belakang setir.Tetapi Wagiran lalu melakukan perlawanan. Korban yang waktu itu masih menunggu rekannya M Haris membeli minuman di toko Alfamart itu pun ditembak perampok dan mengalami luka tembak di bagian bahu sebelah kiri.

Haris masih sempat melihat kedua perampok kabur tanpa membawa uang hasil rampokan berbelok ke arah kiri menuju Jalan Harapan Raya Pekanbaru dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125 tanpa plat nopol.

Melihat bendaharawannya Wagiran bersimbah darah, M Haris lalu melarikan mobil ke Puskesmas Maredan. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban Wagiran lalu dirujuk ke RSUD Siak. 

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK, MM yang dikonfirmasikan melalui telepon genggamnya, membenarkan peristiwa percobaan pencurian dengan kekerasan (curas). Kasus tersebut kini dalam penyelidikan pihak Polres Siak dan Polda Riau.

Sebentara korban Wagiran baru saja menjalani operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di bagian bahu sebelah kiri di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.(dow/rtm)

Tiga Nama Ramaikan Bursa Ketua Umum IKMR Gantikan Basrizal Koto

BERITA RIAU, PEKANBARU - Setelah sempat tertunda karena kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru sejak beberapa bulan terakhir, pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-IV Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Provinsi Riau akhirnya dipastikan digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru, 14-15 November akhir pekan ini. Acara lima tahunan tersebut dijadwalkan akan dibuka oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. 

Mubes IKMR Riau
"Tidak elok rasanya kalau diselenggarakan saat kabut asap lalu, sehingga jadwal pelaksanaannya pun sempat kami undur. Weekend nanti, (Mubes IV IKMR Riau) dijadwalkan akan dibuka oleh Plt Gubernur Riau. Melalui mubes itulah, kami juga akan melangsungkan pemilihan sekaligus pengukuhan Ketua Umum IKMR Riau untuk periode 2015-2020 beserta kepengurusannya yang baru," kata Ketua Umum IKMR Provinsi Riau, H Basrizal Koto disela jumpa persnya, Jum'at (13/11/15). 

Pria yang akrab disapa Basko ini mengatakan, tiga kandidat calon juga dipastikan akan maju untuk bersaing memperebutkan kursi ketua umum tersebut. Ketiga kandidat itu adalah Jon Erizal, Edi Tanjung dan Marjoni Hendri. 

"15 tahun jabatan saya sebagai Ketua Umum IKMR Riau di tiga periode sebelumnya seharusnya sudah berakhir. Dalam tradisi orang Minang, IKMR harus bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat. Selama kepemimpinan saya, hal itu selalu kami prioritaskan. Tidak membeda-bedakan agama, miskin ataupun kaya. Dalam IKMR, kami semua sudah melebur menjadi satu dunsanak (saudara). Untuk itulah saya berharap, siapapun kandidat yang terpilih lewat mubes nanti harus bisa memperjuangkan tradisi tersebut," tegasnya didampingi Ketua Harian IKMR Riau Adismar dan Sekretaris Umum IKMR Riau, H Marjoni Hendri. 

Sementara itu, Sekretaris Umum IKMR Riau, H Marjoni Hendri menuturkan, acara Mubes IV dan Pelantikan Pengurus IKMR Riau bakal dihadiri pula oleh Ketua DPD RI, Irman Gusman, cagub dan cawagub Sumatera Barat serta sejumlah anggota DPR RI asal Riau dan beberapa pejabat-pejabat negara lainnya. Dengan total tamu undangan mencapai 400 orang, baik dari IKMR, Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR), Ikatan Pemuda Minang Riau (IPMR) dan lain sebagainya.(dow/rls)

Darusman : Maksimalkan Potensi Pariwisata Dibutuhkan Peran Media Untuk Menginformasikan

BERITA RIAU, PEKANBARU - Karo Humas Pemprov Riau, Darusman mengatakan banyak potensi pariwisata di Riau yang berbasis budaya belum tergali secara maksimal, untuk itulah dibutuhkan peran peting media dalam mempromosikannya.

Karo Humas Setdaprov Riau, Darusman
"Sesuai dengan yang dicanangkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bahwa "The Homeland of Melayu, Tanah Tumpah darah Melayu"pariwisata berbasis budaya agar terus ditingkatkan promosinya dan diketahui oleh masyarakat luas," katanya.

Jika potensi wisata berbasis budaya tersebut bisa dikembangkan  kata Darusman, tentu akan menarik wisatawan datang, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.

"Kita sangat berharap dengan kedatangan Kementrian pariwisata ke Riau dengan menggelar dikusi dengan para awak media bisa memberikan secercah harapan pemerintah daerah tentang bagaimana cara strategi pengembangan promosi pariwisata yang ada di Riau," sebutnya.

Kata Darusman, melihat banyak bentuk dari kerajinan-kerajinan tangan yang selama ini tidak terpasarkan secara maksimal, diharapkan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Riau pemasarannya bisa berjalan dengan baik. Efeknya kesejahteraan masyarakat pasti meningkat,"kata Darusman.(dow/rip)