Monday, October 26, 2015

Selamat Datang Pose Bibir Ikan, Selamat Tinggal “Wajah Bebek”

Selena Gomez 'fishgape'
BERITA RIAU, LIFETSYLE - Lupakan pose selfie dengan memonyongkan bibir ke depan dan mata disipitkan, atau lazim disebut duckface.

Sekarang, ada pose selfie teranyar yang tengah digemari sejumlah besar netizen wanita, yaitu fish gape.

Pose fishgape ini lebih menonjolkan daya tarik bibir sensual. Persis seperti bibir ikan saat berada dalam air yang selalu terbuka saat berenang dalam air.  

Ada tiga langkah mudah untuk mendapatkan pose fish gape terbaik. Anda yang tertarik mencoba, ikuti langkah berikut ini:

1. Rahang wajah lebih rileks
Lemaskanlah rahang wajah Anda agar wajah tidak terlihat terlalu tegang.

2. Tersenyum
Jangan biarkan hasil selfie berakhir dengan ekspresi galak. Jadi, tersenyumlah secantik mungkin.

3. Buka bibir
Ini tahap paling penting untuk diperhatikan. Saat membuka bibir, jangan terlalu lebar, cukup sekadar saja hingga gigi Anda terlihat seolah mengintip.  

Ingat, kunci dari pose ini adalah menampilkan sensualitas diri Anda. Hasil foto akan lebih baik, jika hanya dua gigi depan yang terlihat.

Tren pose selfie ini, sudah mulai banyak diaplikasikan oleh para selebriti muda Hollywood seperti Kylie Jenner, Ariana Grande, Selena Gomez dan Zendaya Coleman

Para beauty blogger juga turut berjasa dalam mempopulerkan tren fishgape. Pasalnya, pose fish gape sangat cocok menampilkan fitur lipstick yang terpulas di bibir wanita jadi terlihat lebih sensual.

Sejauh ini, belum ada penelitian yang mengungkapkan karakter seseorang yang hobi melakukan pose fish gape.

Sebab, kira-kira awal tahun 2015, banyak hasil penelitian yang  mengungkapkan bahwa orang yang gemar berpose wajah bebek atau duckface, disinyalir memiliki gangguan jiwa.(dow/dai)

Sudah 2 Bulan, DPRD Riau Belum Terima Surat Pemberhentian 6 Anggotanya

Ilustrasi
BERITA RIAU, PEKANBARU - Sudah lewat dua bulan setelah 6 anggota DPRD Riau ditetapkan menjadi calon kepala dan wakil kepala daerah di Pilkada 2015, namun hingga saat ini belum ada perkembangan informasi tentang SK pemberhentian 6 anggota dewan tersebut dari Mendagri.

Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo mengatakan, pihaknya akan segera melakukan konfirmasi ke Kemendagri, untuk mempertanyakan kapan surat pemberhentian sekaligus surat keputusan pengganti antar waktu (PAW) enam anggota dewan yang telah mengundurkan diri akan diterbitkan.

“Kita telah melakukan konfirmasi ulang ke Kemendagri menyangkut SK pemberhentian anggota dewan yang mundur diri sebagai wakil rakyat,” kata Sunaryo, Senin (26/10/2015).

Ditambahkan Sunaryo, dari informasi yang diperoleh oleh pihaknya, SK tersebut sudah berada di meja Mendagri, dan tinggal menunggu ditandatangani Mendagri, karena itu, pihaknya kembali mengingatkan pihak di kementerian, tentang SK pemberhentian dan SK pengangkatan PAW anggota DPRD Riau.

Politisi PAN Riau ini juga menambahkan, pihaknya berharap penerbitan SK itu menjadi prioritas oleh Kemendagri, karena dengan keluarnya SK pemberhentian tersebut sangat penting bagi anggota dewan yang maju Pilkada. (dow/tbp)

Minim Informasi, Warga Tak Tahu Ada Riau Expo 2015

BERITA RIAU, PEKANBARU - Walau letaknya cukup dekat sekitar 250 meter dari bangunan Mal SKA Pekanbaru, Via pengunjung Mal merasa enggan menghadiri pameran yang digadang gadang menjadi iven terbesar in door SKA Co Ex besar Riau Expo 2015, pada Senin (26/10/2015).

"Oh ya? Saya enggak tau infonya, dari kapan acara acaranya mulai?" ujar Via.

Lebih lanjut dia mengatakan, walau demikian Via tetap tidak tertarik jika stand hanya dihiasi berbagai perlengkapan perusahaan dan kantor dinas pemerintahan.

"Yang dipamerkan paling perlengkapan kantor kerajinan khas Riau, sama seperti tahun sebelumnya," ujarnya

Sejalan dengan tersebut, Lybert SPG Mal SKA juga merasa kurang tertarik dengan iven akbar tersebut, menurut dia, pengunjung yang dapat dinikmati pameran tersebut hanya berasal dari beberapa kalangan seperti Pemerintahan, Perusahaan dan Mahasiswa.

"Malas aja, kalau yang dipamerkan dari tahun ketahun sama, ngapain enggak ada sesuatu yang menarik," ujarnya.

Namun, tidak semua orang beranggapan sama, menurut pegawai Pemerintah Kota Pekanbaru, Andi, berpendapat, Riau Expo tentu akan semakin banyak peminatnya. "Hal tersebut terbukti dari Riau Expo masih menjadi iven terbesar di Provinsi Riau" sebutnya.

Pergelaran Riau Expo 2015 akan resmi di buka pada malam ini Senin (26/10/2015) di gedung SKA Co Ex jalan Soekarno-Hatta Lot 69, sekitar pukul 19.00 wib dan akan menghadirkan sekitar 168 booth (stan pameran).(dow/ntp)

Surya Arfan : Waspadai Pungli Penerimaan Satpol PP Rohil

Plt Sekda Rohil, H Surya Arfan
BERITA RIAU, ROKAN HILIR - Bagi masyarakat yang mendaftar untuk menjadi tenaga kontrak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rokan Hilir, Riau diharapkan jangan sampai jika diminta uang dan diiming-iming akan diterima bekerja.

"Kita tegaskan penerimaan calon tenaga bantu Satpol PP tidak dipungut biaya, jadi masyarakat jangan mudah tertipu dengan ulah oknum manapun," ungkap Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil H. Surya Arfan kepada awak media, Senin.

Ia mengaku kaget karena ada yang bertanya dengan dirinya terkait adanya isu setoran bagi yang ingin diterima menjadi anggota Satpol PP Rohil.

"Infonya setoran ke Pemkab Rohil melalui Sekda sebesar Rp20 juta untuk dana kampanye Pasangan Calon Bupati Rohil Suyatno dan Jamiludin, itu sangat tidak benar," tegas Surya Arfan.

Sekda kembali menegaskan, masyarakat jangan percaya dengan siapapun apabila ada yang menjamin akan diterima karena proses penerimaan dilakukan melalui tes yang telah disusun oleh panitia.

"Kita sudah tahu yang mengarang cerita itu nanti akan kita serahkan ke proses Hukum saja," kata Sekda.

Ia juga meminta kepada panitia untuk bekerja sesuai dengan peraturan dan sangat tidak dibenarkan memungut biaya dalam bentuk apapun.


"Tidak ada yang bisa menjamin siapapun orangnya,' tambah dia.

Saat ini Pemkab Rohil membuka Penerimaan tenaga kontrak bantuan Satpol PP sebanyak 100 orang, pendaftaran mulai dibuka sejak 19-30 Oktober 2015 di Kantor Satpol PP Rohil.

Sebelum seleksi nantinya semua berkas pelamar yang masuk akan diseleksi dan diumumkan pada tanggal 2-5 November  2015, sementara untuk pengambilan nomor peserta seleksi Administarsi dijadwalkan pada tanggal 5-7 November.

Untuk persyaratan umum berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan paling maksimal 28 tahun terhitung 30 September 2015. 

"Kalau laki-laki minimal tingginya 165 cm, sedangkan perempuan 160," katanya. (dow/adv)

Hingga Kini, UMK Pekanbaru Belum Ada Kesepakatan yang Jelas

BERITA RIAU, PEKANBARU - Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyatakan sejauh ini besaran Upah Minimum Kota tahun 2015 belum mendapatkan kata sepakat dari ketiga unsur anggota Dewan Pengupahan setempat.

"Hasil rapat kemaren itu dari serikat pekerja sudah usulkan angka tetapi Apindo belum," ungkap Kadisnaker Pekanbaru, Jhonny Sarikoen, di Pekanbaru, Senin.

Menurut Jhonny Sarikoen, pihaknya sudah melakukan rapat beberapa kali guna membahas besaran UMK tahun 2015.

Pembahasan ini sebut dia lumayan solit karena harus menyesuaikan dengan peraturan pemerintah terkait kebijakan ekonomi paket IV yang baru diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara Pekanbaru selama ini besaran UMK nya sudah jauh diatas aturan yang dimaksud pemerintah tersebut.

Jhonny Sarikoen, menerangkan jika mengikuti aturan paket ekonomi IV, besaran empat nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Pekanbaru itu harus turun alias dibawah nilai yang sudah ditetapkan untuk UMK tahun 2015.

"Kalau sesuai kebijakan KLH tahun 2016 itu Rp2.100.000, sementara untuk Pekanbaru nilainya sudah Rp2,260.000," bebernya.

Namun demikian sebut dia lagi, pihaknya akan membahas ini dalam rapat lanjutan Dewan Pengupahan.

Pada prinsipnya pihaknya akan patuh pada aturan pusat yang lebih tinggi.

"Yang penting kita berharap tidak akan ada gejolak, biasanya Pekanbaru aman," yakinnya.

Jhonny Sarikoen, menargetkan pembahasan tim  akan tuntas bulan ini. Sehingga bisa segera di ajukan ke Provinsi Riau untuk di setujui.

"Kami berharap tanggal 31 Oktober angka UMK sudah ketemu," pungkasnya.

Sekedar informasi Upah Minimun Kota  Pekanbaru tahun 2015 sebesar Rp1.925.000 .

Besaran angka UMK tahun ini alami kenaikan 8,45 persen dibanding tahun 2014 sebesar Rp1.775.000.(dow/anr)

Dewan : Sibuk Urusi RTMPE, Bupati Kampar Tak Pedulikan Masyarakat

Bupati Kampar, Jefri Noer saat Menjelaskan
Program Tanam Bawang (RTMPE)
BERITA RIAU, KAMPAR - DPRD Kampar angkat bicara para wakil rakyat ini menilai bahwa penanganan terhadap korban kabut asap yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar tak serius. 

"Bahkan ditemukan disatu kecamatan Puskesmas oksgien yang stadby itu hanya satu. Lima oksigen lagi kosong begitu juga tabung kecil. Kalau korban asap nanti ada yang berjatuhan lima atau sepuluh orang kan akan sangat kewalahan,"tegas Sekretaris Komisi II DPRD Kampar Agus Candra saat jumpa Pers digedung DPRD Kampar Senin (26/10/15) 

Dikatakannya Pemkab Kampar mestinya harus memikirkan bagaimana evakuasi terhadap korban kabut asap jika sewaktu-waktu memerlukan evakuasi. Agus membeberkan, dari peninjauan ke lapangan, saat ini posko dan Puskesmas yang ada terkesan tidak siap dalam penanganan korban kabut asap. 

"Idealnya dokter harus standby di posko bukan on call atau sewaktu-waktu diperlukan baru ditelpon,"tambahnya. 

Pada kesempatan itu ia juga minta Bupati Kampar harus bersikap tegas dan memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Kampar akibat kabut asap. 

Salah satu dengan memberikan instruksi dan koordinasi dengan pemerintahan terendah yakni seluruh kepala desa.Sebab ia menilai belum ada program dan agenda yang jelas dari Pemkab Kampar dalam menangani korban asap. 

"Kalau betul-betul terjadi kekurangan oksigen untuk negeri ini maka hancur negeri ini. Kalau nanti terjadi kurang oksigen bagaimana," tanya Agus heran. 

Selanjutnya petugas kesehatan harus aktif turun ke tengah masyarakat karena bukan tidak mustahil telah banyak orang tua susah bernapas dan ini memerlukan evakuasi. 

"Mustahil tak ada bayi-bayi yang telah kena imbas kabut asap dan bukan mustahil pula ada ibu-ibu hamil yang memerlukan oksigen," tegas Agus. 

Berkaitan dengan rumah singgah bagi korban kabut asap di Balai Bupati Kampar, Agus menilai fasilitasnya perlu ditambah. 

"Oke ruangannya sudah nyaman kalau cari udara segar ada ac nya. Tapi kalau masyarakat mau mencari pertolongan, yang butuh oksigen bagaimana dan tempatnya di mana," ulas Agus. 

Rumah singgah itu juga harus dilengkapi obat-obatan dan tenaga yang memadai termasuk dokter yang standby. 

Untuk itu menurut Agus Pemkab Kampar perlu membentuk tim penanganan bencana dan sejauh ini belum ada tim ini. 

Sementara itu anggota Komisi IV DPRD Kampar Firman Wahyudi menyampaikan bahwa meski bencana kabut asap di Kabupaten Kampar telah berlangsung hampir tiga bulan tapi dia menilai sampai hari ini DPRD Kampar masih melihat keikutsertaan perusahaan hanya ada satu perusahaan yakni RAPP dalam penanggulangan permasalahan kabut asao yang mendirikan posko. 

"Namun perusahaan yang notabene lahannya di Kampar aktivitasnya melakukan pencegahan dan aksi sosial bersama pemerintah menangani kabut asap tidak ada," beber Firman. 

Untuk itu dia minta perusahaan turut membantu Pemerintah Daerah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menghadapi bencana kabut asap.

Komisi IV DPRD Kampar
"Dengan peristiwa ini ada momentum besar daerah melakukan penertiban terhadap perusahaan nakal. Karena kami melihat pemerintah sudah berikan sanksi kepada perusahaan yang melanggar persoalan Karlahut dan persoalan lain. Namun pemerintah daerah perlu melakukan penertiban legalitas dan hal lain," ucap Firman. 

Menurut Firman, perusahaan hendaknya bergabung dengan Puskesmas yang ada di setiap kecamatan dalam memberikan bantuan penanganan terhadap korban kabut asap. Firman minta aksi nyata Pemkab dengan perusahaan sehingga masyarakat yang datang ke posko evakuasi merasa terbantu. 

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kampar Syai'i berharap pihak Pemkab Kampar dan perusahaan di Kampar memberi perhatian khusus kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap. 

"Ini bukan persoalan Kampar tapi nasional. Kami himbau perusahaan untuk memberikan baktinya kepada masyarakat bersama Pemda. Untuk bisa bersama, paling tidak meminimalisir," kata Syafi'i. 

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi IV DPRD Kampar lainnya Diski. Menurutnya, sekarang ini di Kampar bukan lagi fokus pemadaman api karena saat ini banyak sekali anak kecil yang jatuh sakit, anak sekolah yang sering libur dan masyarakat terkena ISPA dan penyakit lainnya akibat kabut asap.(dow/rtm)

Pj Bupati : Pemkab Bengkalis Jamin Warga Miskin Peroleh Bantuan Hukum

Pj Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harrofie
BERITA RIAU, BENGKALIS - Sebagai warga negara, tidak terkecuali masyarakat miskin, hak konstitusionalnya untuk mendapatkan pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum sebagai sarana perlindungan hak asasi manusia, dijamin oleh Negara

“Dalam hal ini negara juga berkewajiban memberikan bantuan hukum kepada orang miskin sebagai wujud akses terhadap keadilan,” jelas Penjabat Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie. 

Ahmad Syah mengatakan itu ketik menyampaikan berkenaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Bantuan Hukum untuk masyarakat miskin pada sidang paripurna DPRD Bengkalis, Senin (26/10/15). 

Dikatakan Ahmad Syah, sebagaimana diatur pasal 5 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, penerima bantuan hukum tersebut adalah setiap orang atau kelompok orang miskin yang tidak dapat memenuhi hak dasar secara layak dan mandiri. Meliputi hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan. 

Ranperda ini diajukan karenasebagaimana diatur dalam pasal 19 ayat (1) dan (2), Daerah dapat mengalokasikan anggaran penyelenggaraan bantuan hukum dalam apbd, dengan ketentuan penyelenggaraan bantuan hukum tersebut diatur dalam Peraturan Daerah,” jelasnya.(dow/rtm)

Pemkab Inhil Bangun 235,4 Kilometer Tanggul Sepanjang 2015

Bupati Inhil HM Wardan saat Meninjau Pembangunan Tanggul
di Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling
BERITA RIAU, INDRAGIRI HILIR - Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melakukan pembangunan tanggul mekanik dan manual sepanjang 235,4 kilometer dan normalisasi saluran sepanjang 64,4 kilometer yang tersebar di 20 kecamatan. 

Untuk melihat secara langsung hasil pembangunan tanggul dan normalisasi saluran tersebut, Bupati Inhil HM Wardan meninjau langsung ke salah satu lokasi pembangunan tanggul di Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Ahad (25/10/15). 

"Pada hari ini, saya meninjau langsung ke lokasi pembangunan tanggul yang dibangun bagi perbaikan kebun masyarakat," ungkap bupati usai meninjau pembangunan tanggul tersebut. 

Hal ini dilakukannya untuk melihat secara langsung progress pembangunan tanggul mekanik maupun manual yang dibangun tersebut, sehingga dapat diketahui apakah hasilnya sesuai yang diharapkan dan Berkualitas

"Sehingga masyarakat betul-betul dapat memanfaatkannya dengan baik. Kedepan kegiatan ini akan menjadi program prioritas oleh Pemkab Inhil," sebutnya. 

Mengingat saat ini di Kabuapten Inhil masih cukup banyak lahan perkebunan kelapa yang mengalami kerusakan akibat intrusi air laut dan memerlukan penanganan segera.(dow/adv)

Wah, Diam-Dam Plt Gubri Berhentikan Zaini Ismail Sebagai Sekdaprov Riau

Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman saat Berjabat
Tangan dengan Plt Sekdaprov Riau, M Yafiz
BERITA RIAU, PEKANBARU - Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman diam-diam telah menyiapkan proses pergantian pemangku jabatan Sekdaprov Riau. Zaini Ismail yang belakangan memang terkesan ditinggalkan, secara resmi diberhentikan. Telah dilakukan pelantikan penggantinya.

M Yafiz saat dihubungi awak media membenarkan bahwa dirinya dipercaya menggantikan Zaini Ismail, hanya saja dengan status Plt. 

“Bukan jadi Sekda definitif, tapi Plt Sekda,” jawab Yafiz melalui pesan singkat kepada wartawan.

Prosesi pelantikan M Yafiz sebagai Plt Sekdaprov Riau sudah berlangsung. Langsung dipimpin Plt Gubri di Ruang Melati Kantor Gubernur, Senin (26/10/15).(dow/rtm)

Tragis, Prajurit Kostrad Tewas Terlindas Mobil di Purna MTQ Pekanbaru

BERITA RIAU, PEKANBARU - Nyawa Kopda Dadai Santoso tak terselamatkan akibat luka parah di bagian kepala setelah terlindas mobil di area Purna MTQ Jalan Jendral Soedirman Pekanbaru, Senin (26/10/15) dini hari. Kecelakaan tersebut diduga disengaja, namun kepastiannya masih diselidiki Polresta Pekanbaru.

"Kita masih menyelidiki kasus tabrak lari tersebut dan polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Informasinya, ada lima sepeda motor dan satu mobil Panther pada saat kejadian. Kita masih usut apakah ada dugaan kesengajaan," uar Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono menjawab wartawan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari sejumlah pihak, sebelum dilindas, korban yang sedang ditugaskan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau sedang tidur di salah satu gedung di Purna MTQ bersama rekan-rekannya. Mendadak ada keributan di luar tempatnya tidur. 

Kemudian bersama petugas keamanan Purna MTQ, korban mendatangi lokasi keributan. Diduga ada geng motor yang sedang rebut dengan kelompok lain yang salah seorangnya mengendarai mobil. Korban bersama petugas keamana MTQ lantas menegur dan membubarkan keributan tersebut. 

Mungkin tak terima ditegur, lantas kawanan geng motor tersebut secara sengaja menabrak korban. Sementara informasi yang lain menyebutkan pengemudi panik melihat ada tentara datang sehingga hilang kendali dan menabrak korban. 

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Kostrad ataupun TNI AD terkait insiden berdarah tersebut.(dow/rtm)