Monday, November 16, 2015

Truk Kostrad Masuk Jurang, 5 Anggota TNI Tewas dan Belasan Luka

BERITA RIAU, POSO - Truk pengangkut puluhan personil TNI mengalami kecelakaan di wilayah Padeha, Napu kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Akibatnya, dari 21 tentara yang mengalami kecelakaan, sebanyak lima orang diantaranya dilaporkan meninggal. Adapun 16 tentara lain mengalami luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, kecelakaan tersebut terjadi saat truk pengangkut pasukan TNI dari satuan Linud Kostrad 433 Makassar mengalami rem blong ketika melewati jalanan menurun.

Sedianya, mereka hendak bergabung dengan seribuan anggota Polri di Poso dalam operasi pengejaran teroris dengan sandi opeasi aman Maleo Empat.

Menurut Jery Gembu, Camat Lore Timur, yang berbatasan dengan wilayah kecamatan Lore Utara tempat lokasi kejadian, jalur Padeha yang menghubungkan antara Wuasa dan Palolo di Kabupaten Sigi Biromaru memiliki kemiringan hingga 60 derajat sejauh sekitar 4 kilometer.

Jalur itu juga memiliki tikungan yang tajam dan berbahaya. Menurut dia, kecelakaan tersebut terjadi saat iring-iringan rombongan truk TNI dari arah Palu menuju Poso mencoba menghindari mobil dari arah depan, lalu langsung masuk jurang.

"Berdasarkan laporan yang masuk sama saya, mobil tersebut mengalami kecelakaan saat mencoba menghindari mobil dari arah depan karena jalan yang sempit dan jurang di samping. Tiba-tiba mobil langsung masuk jurang yang cukup dalam," kata Jery ketika dihubungi.

Sementara itu, Dandim 1307 Poso, Letkol Rian Hanandi yang dihubungi terpisah, belum bersedia memberikan keterangan resmi.

Ia hanya membenarkan kecelakaan tersebut dan proses evakuasi masih terus dilakukan.

"Minta maaf, kami belum berani berkomentar, yang jelas memang ada kecelakaan truk TNI dan telah menyebabkan anggota meninggal dan luka-luka," katanya.(dow/kom)

Sunday, November 15, 2015

Garap Lahan Tanpa Izin di Koto Tuo, Disbun Kampar Kesal Kepada Yohanes

BERITA RIAU, KAMPAR - Dinas Perkebunan Kampar menyatakan lahan yang dikelola masyarakat Kelurahan Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar bekerja sama dengan PT. Central Warisan Indo Makmur tidak memiliki izin. Hal itu membuat Disbun kesal.

Kekesalan itu dialamatkan kepada Yohanes, pemilik perusahaan tersebut. "Yohanes itu nggak pernah urusan ke kita. Sekarang main-main buka lahan aja," ketus Kepala Disbun Kampar Bustan, Jumat (13/11/2015) lalu. Menurut dia, Yohanes bukan kali ini membikin masalah di Kampar.

Bustan menyebutkan, Yohanes juga pernah membuka lahan perkebunan di suatu daerah masuk wilayah Kampar. Disbun tidak pernah mengetahuinya. Meski begitu, ia tidak mengamini jika Yohanes termasuk pengusaha yang memiliki rekam jejak di Kampar.

Seperti diketahui, lahan yang akan dibuka itu seluas 1.044 hektare. Terletak di Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar. Yohanes yang diketahui memiliki sebuah usaha percetakan terbesar di Pekanbaru selaku pemodal, pertama sekali diungkap oleh Kepala Dinas Kehutanan Mhd. Syukur.

Di atas lahan itu rencananya akan dibangun Perkebunan Kelapa Sawit dengan pola Koperasi Kredit Primer Anggota (KKPA). Dua alat berat dioperasikan untuk membersihkan lahan. Dishut Kampar kemudian menggelar operasi penertiban dengan menyita kedua alat berat, Rabu (4/11/2015) lalu.

Alat berat akhirnya gagal dibawa ke Kantor Dishut Kampar di Bangkinang Kota karena mendapat perlawanan dari warga Batu Bersurat. Kala itu, Kadishut Syukur belum memastikan lahan terletak di dalam kawasan hutan sehingga menjadi dasar operasi tersebut. Namun, kata dia, lahan itu dibakar terlebih dahulu sebelum mulai dikelola.

Kadishub Bustan menegaskan, lahan tersebut belum bisa dikelola. Menurut dia, perwakilan masyarakat baru meminta persyaratan agar dapat mengurus izin. "Mereka minta diberi kompensasi. Keringanan. Kompensasi seperti apa?," tandasnya.

Bustan mengaku telah berkoordinasi dengan Dishut. Menurut dia, lahan bekas terbakar tidak bisa dikelola. Hal itu telah ditegaskan oleh Pemerintah Pusat. Justru, kata dia, pada lahan bekas terbakar seharusnya dipasangi garis polisi.(dow/tbp)

KPU Pelalawan : Surat Suara Rusak Tanggung Jawab Percetakan

BERITA RIAU, PELALAWAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pelalawan memperkirakan pencetakan surat suara selesai pada Senin (16/11) besok. Kertas suara itu akan digunakan pada hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah. (Pilkada) tahun 2015.

Menurut Ketua Divisi Logistik KPU Pelalawan, Wawan Subekti, kepada Wartawan, Minggu (15/11/2015), pihaknya telah mengontrol proses pembuatan surat suara. Lebih dari setengah dari yang ditargetkan sudah selesai.

Setelah itu, logistik Pilkada itu akan dibawa ke kantor KPU Pelalawan di kompleks perkantoran Bhakti Praja dengan pengawalan ketat kepolisian. Kemudian diinapkan di kantor sebelum dilakukan penyotiran.

"Jika ada surat suara yang rusak atau tidak sesuai dengan speknya, itu tanggung jawab pihak percetakan," kata Wawan.(dow/tbp)

Adrianto Dikeroyok Timses Calon Bupati Kuansing Akibat Pakai Mobil Berlogo PDI-P

BERITA RIAU, KUANTAN SINGINGI - Andrianto (37) warga Desa Pulau Godang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi (Kuansing) yang babak belur dihajar massa Tim Sukses Pemenangan calon Bupati Kuansing IP tanggal 5 November 2015 lalu berharap agar kasusnya yang telah dilaporkan ke Polres Kuansing diproses dengan serius.

Saat dikonfirmasi ke Kapolres Kuansing AKBP Edi Sumardi, Minggu (15/11/2015), AKBP Edi Sumardi melalui pesan singkatnya membenarkan ada laporan itu dan masih dalam penyelidikan. "Saat ini sudah beberapa saksi yang berada di TKP diperiksa untuk dimintai keterangan," ujar Edi Sumardi.

Saksi yang sudah diperiksa diantaranya Antoni rekan korban dan termasuk juga tim Pemenangan calon bupati Kuansing IP yang diduga menganiaya Andrianto.

Sementara itu, Andrianto melalui pengacaranya Nita Widyastutie SH MH kepada wartawan, Minggu (15/11/2015) mengatakan, penganiayaan yang dialami kliennya terjadi pada Kamis (5/11/2015) lalu sekitr pukul 23.00.

"Saat itu, Andrianto dan temannya Antoni jalan-jalan dengan mobil Daihatsu Feroza dengan gambar PDI Perjuangan, Sesampainya di depan Posko Pemenangan calon bupati Kuansing Indra Putra mobil klien saya berhenti karena macet," ujar Nita.

Tapi tiba-tiba tambah Nita, beberapa orang dari posko calon bupati itu mendatang Adrianto dan Adrianto hanya diam dalam mobil, sedangkan temannya (Antoni) ditarik keluar mobil.

Kemudian datang beberapa orang menghampiri Andrianto dan merampas HP Andrianto. "Tanpa tanya seorang pelaku langsung saja memukul klien kami. Melihat hal itu, massa yang sedang berkumpul di Posko langsung datang dan mengeroyok klien kami," ungkap Nita.


Setelah massa puas menganiaya Andrianto, kemudian seseorang pria diduga berinisial IP berkata kepada Andrianto. 'Kalau mau ambil HP, ambil di Polres'. Tidak terima kata Nita lagi, malam itu juga, Andrianto melapor Polres Kuansing.

"Besoknya, ‎habis sholat Jumat (6/11/2015) klien kami ditelepon penyidik Polres Kuansing untuk menyampaikan Imron yang diduga ikut dalam pengeroyokan ada di Polres. Namun tak digubris Andrianto karena sedang ada kesibukan," beber Nita.

"Untuk itu kami yakin dan percaya pada pihak kepolisian akan segera melakukan penangkapan dan penahanan pada para pelaku karena ini merupakan pidana murni," papar Nita.(dow/tbp)

Polresta Pekanbaru Buru Caca Gurning dalam Pembunuhan Prajurit Kostrad

BERITA RIAU, PEKANBARU - Zuaxsa Gurning alias Caca Gurning ternyata menjadi otak pelaku atas peristiwa tewasnya anggota Kostrad, Kopral Dua Dadi Santoso di Purna MTQ Pekanbaru, 26 Oktober 2015 lalu. Fakta mengejutkan itu terungkap setelah Sat Reskrim Polresta Pekanbaru sukses meringkus tersangka AF, Sabtu (14/11/15) kemaren. 

Aparat Kepolisian Menunjukkan AF Selaku Penabrak
dan Pelindas Prajurit Kostrad Kopda Dadi
"Dari pengakuan AF, ia menabrak almarhum (Kopda Dadi) hingga tewas atas suruhan Zuaxsa alias Caca. Tersangka AF sendiri adalah supir mobil tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Bimo Ariyanto kepada Wartawan, Ahad (15/11/15). 

Bimo menegaskan, dari seluruh pengakuan tersangka AF, Caca dipastikan adalah otak pelaku yang menyebabkan tewasnya Kopda Dadi. Pihaknya pun sudah menetapkan Caca sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Sebelumnya, Sat Reskrim Polresta Pekanbaru sukses meringkus seorang pelaku penabrak dan pembunuh yang menewaskan seorang anggota TNI Kostrad, Kopda Dadi Santoso di area Purna MTQ, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Tersangka berinisial AF, diringkus petugas di Jalan Pinang Mas, Muara Bangka Hulu, Provinsi Bengkulu, Sabtu (14/11/15) kemaren. Dalam penangkapan tersebut, yang bersangkutan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya karena melakukan perlawanan. 

"Tersangka AF kita jerat dengan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman seumur hidup," singkatnya.(dow/rtm)

Jalankan Praktek Atau Keprofesian, Tenaga Medis Wajib Miliki STR

BERITA RIAU, PEKANBARU - DPD Pormiki Provinsi Riau sukses mengadakan acara seminar Rekam Medis dan informasi Kesehatan, pada Sabtu (14/11/2015) kemarin di Hotel Amaris Pekanbaru.

Ketua Panitia Seminar, Ika Armadila A Md mengatakan judul seminar DPD Pormiki hari itu adalah pentingnya Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Kerja (SIK) dan Jabatan Fungsional dalam meningkatkan kualitas profesi rekam medis dan Informasi Kesehatan (RMIK).

Dimana narasumbernya terdiri dari tiga orang, yakni HM Ridwan SKM MKes dari MTKP Riau, dr Fira dari Dinkes Pekanbaru dan Eman Sulaeman SKM dari DPP Pormiki. Jumlah peserta sebanyak 81 orang dari Riau dan provinsi tetangga seperti Jambi, Sumbar dan Kepri.

Dalam pemaparannya, Ridwan dari MTKP Riau mengatakan sesuai dengan Permenkes nomor 46 tahun 2013 tentang registrasi tenaga kesehatan, setiap tenaga kesehatan yang akan menjalankan praktik atau pekerjaan keprofesiasianya wajib memiliki izin dari pemerintah. Untuk memperoleh izin itu harus memiliki STR.(dow/tbp)

Dokter PNS Main Mata dengan Farmasi, Bisa Dibidik KPK Terkait Gratifikasi

BERITA RIAU, JAKARTA - Upaya Kementerian Kesehatan untuk membersihkan praktik kedokteran khusus yang berstatus pegawai negeri sipil dari kegiatan gratifikasi bersama perusahaan farmasi mendapat respon dari kalangan dokter. Sejumlah dokter berstatus pegawai negeri sipil (PNS) telah melaporkan penerimaan gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sudah ada beberapa pelaporan sponsorship," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Ahad (15/11/2015). Dia tidak menyebutkan apa bentuk penerimaan gratifikasi yang dilaporkan. Dia juga enggan mengungkapkan identitas dokter yang telah mematuhi aturan pelaporan gratifikasi tersebut.

Namun, informasi yang diterima wartawan menyebutkan, mayoritas gratifikasi yang dilaporkan berupa akomodasi seminar untuk profesi dokter yang digelar di dalam maupun luar negeri.

Adanya penerimaan laporan gratifikasi dari kalangan dokter juga dibenarkan Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andrianti. Tetapi, Yayuk tidak bisa memastikan apakah sponsorship dimaksud ada yang berbentuk uang.

"Misalnya mau bikin seminar terus sponsornya perusahaan farmasi. Tapi saya belum dapat rincinya," kata Yuyuk. Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan kajian soal pemberian hadiah atau gratifikasi dari perusahaan farmasi kepada dokter. Kajian KPK ini atas permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Kemkes meminta bantuan kerja sama dengan kami terkait dengan parameter pemberian kepada dokter juga bentuk, batasan maupun parameter tertentu gratifikasi," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPKIndriyanto Seno Adji.(dow/jpn)

Kerajinan Anyaman Pandan Khas Inhil jadi Perhatian Plt Gubri

BERITA RIAU, SIAK - Plt Gubernur Riau Arsyasjuliandi Rachman tertarik dan minta dikembangkan kerajinan anyaman pandan khas Inhil. 

Hal ini diungkapkannya saat membuka dan meninjau stand pameran Kabupaten Inhil di arena MTQ XXXIV Riau, Sabtu (14/11/15) sore. 

Saat itu didampingi Bupati Inhil HM Wardan dan Kepala Badan Perizinan Penanaman Modal dan Promosi Daeraha (BPPMPD) Inhil Junaidi Ismail. Cukup lama beliau melihat dan memegang tudung saji dari anyaman daun pandan hasil produksi pengrajin yang dikoordinir Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Inhil. 

"Ini bagus untuk dikembangkan dan dipromosikan," sebut Andi Rachman kepada Wardan. 

Bahkan, saat itu Plt Gubri sempat memanggil Kepala Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif Provinsi Riau Fahmizal Usman dan menunjukkan kerajinan anyaman pandan tersebut. 

Saat itu, Bupati Inhil HM Wardan menerangkan, kerajinan anyaman pandan ini sudah lama menjadi kerajinan khas Inhil, yang dibuat menjadi tempat pakaian, tudung saji, kipas dan lainnya. 

"Ya, tadi Plt Gubri tertarik dengan anyaman pandan dan minta supaya dikembangkan dan dikemas dengan baik. Beliau juga tertarik dengan kuliner khas Inhil yang disuguhkan seperti empek-empek yang dibuat dari sagu," ungkap bupati kepada media, usai Plt Gubri meninjau stand pameran Inhil. Kedepan, melalui instansi terkait akan dilakukan pembinaan bagi para pengrajin ini. 

Sementara itu, Kepala BPPMPD Junaidi Ismail menyampaikan, Plt Gubri menyampaikan ketertarikannya dengan anyaman pandan khas Inhil ini. 

"Beliau menyebutkan biasanya hiasan anyaman pandan seperti ini menjadi hiasan di hotel dan apartemen, maka sebaiknya dikembangkan dan dipromosikan lebih luas," imbuhnya.(dow/rls)

Saturday, November 14, 2015

Rentan Dikorupsi, Reydonnyzar Moenek : Hibah dan Bansos tak Mungkin Dihapus

BERITA RIAU, JAKARTA - Direktur Jenderal Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek menegaskan, pihaknya tidak mungkin menghapus dana hibah atau bansos dari anggaran di daerah.

"Tidak mungkin kami menghapus dana hibah atau bansos. Karena masyarakat tetap butuh dana itu," kata Donny di Jakarta, Sabtu (14/11/15).

Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Reydonnyzar Moenek
Donny mengakui pelaksanaan distribusi dana bansos atau hibah rentan tindak pidana Korupsi, tetapi tidak bisa dipungkiri dana itu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat jika pelaksanaannya tepat sasaran.

"Seperti untuk pendirian rumah ibadah atau ada kegiatan mendadak yang perlu anggaran, jadi tidak bisa ditiadakan begitu saja. Yang kita perlu lakukan adalah penajaman aturan," ujar Donny.

Ke depan, Kemendagri akan merevisi aturan yang mengatur tentang penggunaan dana hibah atau bansos. Kemendagri akan mengatur besaran dana hibah atau bansos di seluruh pemerintah daerah secara teknis agar tetap sasaran.

"Nanti akan dibuat clusternys, daerah dengan kapasitas fiskal besar boleh mengganggarkan bansos berapa, sedang berapa dan kecil boleh berapa," ungkap Donny.

Kemendagri akan berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi aturan tersebut.(dow/kmp)

Bupati Wardan Pimpin 700 Peserta Pawai Kafilah Inhil di MTQ Riau di Siak

BERITA RIAU, INDRAGIRI HILIR - Kabupaten Indragiri menurunkan 700 peserta di Pawai Ta'aruf MTQ ke-34 Provinsi Riau, Sabtu (14/11/15). Bupati Inhil HM memimpin langsung barisan kafilah Inhil. 

Tampak kegiatan yang dilepas Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau di depan kompleks kediaman Bupati Siak Syamsuar ini. 

Defile kafilah Inhil menampilkan miniatur masjid dan puri tujuh yang melambangkan simbol kota Ibadah, Gerakan Maghrib Mengaji dan sejarah berdirinya Kabupaten Inhil. 

Tampak Bupati Inhil HM Wardan didampingi Ketua DPRD Dani M Nursalam dan Plt Sekda Fauzar memimpin langsung kafilah Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini. 

Saat melintas di depan panggung kehormatan, dipersembahkan tari Zikir Shalawat. Juga pemberian cenderamata oleh Bupati Inhil HM Wardan kepada Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Siak Syamsuar.(dow/adv)